BREAKING NEWS
Selasa, 21 April 2026

Peneliti Australian National University: Jokowi Tidak Berubah, Hanya Belajar Mengelola Politik untuk Mencapai Tujuannya

Dharma - Selasa, 21 April 2026 11:10 WIB
Peneliti Australian National University: Jokowi Tidak Berubah, Hanya Belajar Mengelola Politik untuk Mencapai Tujuannya
Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). (foto: Dok. PSI)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Peneliti Australian National University (ANU), Sana Jaffrey, menyoroti perubahan pendekatan politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) sepanjang dua periode kepemimpinannya.

Ia menyebut perubahan tersebut bukan bersifat personal, melainkan berupa proses pembelajaran dalam mengelola kekuasaan politik.

Dalam diskusi peluncuran buku "Dasawarsa Kepemimpinan Jokowi: Era Kebangkitan Kembali Otoritarianisme di Indonesia" di Unika Atma Jaya, Jakarta, Senin, 20 April 2026, Sana mengutip pandangan antropolog Suraya Afif yang menyebut Jokowi tidak berubah secara karakter, melainkan beradaptasi dengan dinamika politik.

Baca Juga:

"Jokowi tidak berubah, tapi dia belajar. Ini bukan perubahan pribadi, tetapi cara mengelola politik untuk mencapai tujuannya," kata Sana.

Menurut Sana, pada periode pertama kepemimpinannya, Jokowi masih berupaya merealisasikan sejumlah janji politik dengan dukungan kelompok aktivis dan masyarakat sipil.

Pada fase itu, sejumlah aktivis bahkan disebut terlibat dalam pemerintahan.

Namun, memasuki periode kedua, ia menilai hubungan tersebut mulai merenggang.

Sana mengutip analisis Suraya Afif yang menyebut Jokowi mulai jenuh dengan kelompok aktivis dan mencari mitra politik baru.

Ia juga menyinggung peristiwa aksi 212 pada 2 Desember 2016 sebagai salah satu titik balik relasi antara Jokowi dan kelompok masyarakat sipil.

Menurutnya, Jokowi merasa kecewa karena tidak mendapatkan dukungan dari kelompok yang sebelumnya dekat dengan pemerintah saat menghadapi tekanan politik.

"Dia merasa perlu mencari aliansi lain," ujar Sana.

Sana juga mengutip pakar politik Australia Marcus Mietzner yang menilai pada periode kedua, Jokowi mulai memanfaatkan kelemahan elite politik untuk memperluas pengaruh.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
MPR Tinjau IKN, Muzani: Megah, Mewah, dan Membanggakan
PBB Gugat UU Partai Politik ke MK, Ini Poin yang Dipersoalkan
Ade Armando dan Abu Janda Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Diduga Sebar Provokasi Video Ceramah Jusuf Kalla
Rupiah Menguat Jelang RDG BI, Sentimen Global Mulai Mereda
Raker Komwil I APEKSI di Banda Aceh, Wali Kota Medan Ajak Kolaborasi Antar-Kota untuk Perkuat Fiskal dan Kesiapsiagaan Bencana
IHSG Terkoreksi ke 7.560, Investor Waspadai Ketegangan Timur Tengah
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru