Rico Waas Tekankan Ulama sebagai Kompas Moral, Bukan Alat Kepentingan Sesaat
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan pentingnya peran ulama sebagai mitra moral dalam penyelenggaraan pemerintahan,
PEMERINTAHAN
JAKARTA — Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) A.M. Hendropriyono merespons pernyataan mantan Ketua MPR Amien Rais yang melontarkan tudingan terhadap Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Hendropriyono menilai tokoh senior bangsa semestinya menunjukkan keteladanan dalam bersikap dan berkomunikasi di ruang publik.
Dalam keterangan video yang dikutip pada Rabu, 6 Mei 2026, Hendropriyono mengatakan para tokoh senior memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga etika dalam menyampaikan kritik.Baca Juga:
"Kita semua termasuk para tokoh senior dari bangsa ini, saya dan teman-teman yang tua-tua ini memiliki tanggung jawab moral untuk memberi teladan dalam berbahasa dan bersikap di dalam ruang publik," ujar Hendropriyono.
Ia menilai kritik terhadap pejabat publik, termasuk terhadap Seskab Teddy, seharusnya disampaikan secara proporsional dan tidak didorong oleh emosi.
Menurut dia, kualitas seorang negarawan tidak diukur dari kerasnya pernyataan yang dilontarkan kepada pihak lain.
"Kualitas seorang negarawan bukan diukur dari kerasnya kata-kata, tetapi melainkan kemampuannya menjaga martabat orang lain bahkan ketika berbeda pandangan," katanya.
Hendropriyono juga menyinggung posisi Teddy yang masih aktif sebagai prajurit sehingga dinilai tidak mungkin memberikan respons langsung terhadap tudingan tersebut.
Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk tetap menjaga adab dalam menyikapi perbedaan pandangan politik maupun kritik terhadap pemerintah.
"Jika adab kita jaga, perbedaan tidak akan memecah kita. Tapi jika adab sudah lepas dari kita, kebenaran itu akan kehilangan makna," ujar dia.
Sebelumnya, Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman juga merespons pernyataan Amien Rais terkait Teddy.
Dudung menyebut tudingan tersebut sebagai fitnah dan meminta seluruh pihak menghentikan narasi yang berpotensi memecah belah masyarakat.
"Mari kita sama-sama, tidak ada lagi permusuhan, tidak ada lagi saling curiga, saling memfitnah," kata Dudung di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Selasa, 5 Mei 2026.
Dudung menegaskan dirinya mengenal dekat Teddy dan memastikan tudingan yang diarahkan kepada Seskab itu tidak benar.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan nasional di tengah perbedaan pandangan politik yang berkembang di ruang publik.*
(in/ad)
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan pentingnya peran ulama sebagai mitra moral dalam penyelenggaraan pemerintahan,
PEMERINTAHAN
JAKARTA Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa Indonesia saat ini tidak lagi bergantung pada im
EKONOMI
JAKARTA Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak masyarakat menjadikan peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah sebagai momentu
AGAMA
JAKARTA Advokat Elza Syarief resmi mengundurkan diri sebagai kuasa hukum mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, ya
HUKUM DAN KRIMINAL
LANGKAT Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hanura Kabupaten Langkat meresmikan Sekretariat Pengurus Anak Cabang (PAC) Hanura Kecamatan S
POLITIK
JAKARTA Sejumlah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) yang tergabung dalam BEM Bersatu menyatakan sikap menolak segala bentuk intervensi poli
POLITIK
JAKARTA Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menargetkan seluruh desa dan dusun di Indonesia sudah teraliri li
PEMERINTAHAN
PALU Delapan warga di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, dilaporkan mengalami lukaluka akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang m
PERISTIWA
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas melepas ribuan peserta Fun Walk yang digelar Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan dal
PEMERINTAHAN
JAKARTA Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka menegaskan bahwa perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence
NASIONAL