Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri saat menghadiri upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Senin (1/6/2026). (foto: Prabowo Subianto/fb)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri kembali menunjukkan keakraban saat menghadiri upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, Senin (1/6/2026).
Usai upacara, Prabowo tampak menggandeng tangan Megawati sambil tersenyum.
Momen tersebut menjadi sorotan karena keduanya terlihat hangat di tengah agenda kenegaraan yang sarat simbol politik persatuan.
Sejumlah foto dan tayangan resmi Sekretariat Presiden memperlihatkan keduanya tidak hanya berinteraksi setelah upacara, tetapi juga menemui siswa sekolah dasar yang membawa bendera Merah Putih.
Dalam momen lain, Prabowo dan Megawati tampak duduk berdampingan di ruang pertemuan Gedung Kementerian Luar Negeri.
Kedekatan tersebut kembali menegaskan hubungan panjang kedua tokoh yang pernah berpasangan dalam Pilpres 2009, serta tetap menjaga komunikasi dalam berbagai momentum kenegaraan hingga saat ini.
Momen keakraban Prabowo dan Megawati dinilai sebagai simbol persatuan elite politik nasional.
Namun, di sisi lain, situasi tersebut juga memunculkan perhatian publik terhadap posisi politikPDI-P yang hingga kini berada di luar pemerintahan.
Sejumlah pihak menilai, hubungan personal yang hangat antara dua tokoh tersebut perlu tetap diimbangi dengan fungsi kontrol politik terhadap pemerintah.
Peneliti Senior Bidang Politik BRIN, Lili Romli, menilai keakraban keduanya merupakan bentuk kedewasaan politik yang patut diapresiasi.
Meski demikian, ia mengingatkan agar hubungan baik tersebut tidak menghilangkan fungsi pengawasan.
"Hubungan yang hangat itu baik, tetapi publik juga berharap sikap kritis tetap dijaga terhadap kebijakan pemerintah," ujarnya.