BREAKING NEWS
Sabtu, 03 Oktober 2026

Usai Kericuhan Zikir HDA, Ketua ICMI Aceh Ingatkan Damai Harga Mati dan Berantas Kemiskinan

T.Jamaluddin - Minggu, 16 Agustus 2026 10:27 WIB
Usai Kericuhan Zikir HDA, Ketua ICMI Aceh Ingatkan Damai Harga Mati dan Berantas Kemiskinan
Dr. H. Tawaddin Ketua ICMI Aceh. Juga Hakim Ad Hoc Tipikor pada Pengadilan Tinggi Banda Aceh. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BANDA ACEH - Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Aceh Taqwaddin meminta seluruh pihak menjaga perdamaian di Aceh setelah kerusuhan yang terjadi dalam acara zikir akbar memperingati 21 tahun Damai Aceh, Sabtu (15/8/2026). Menurutnya, perdamaian yang telah dibangun setelah konflik panjang harus menjadi komitmen bersama.

Hal tersebut disampaikan Taqwaddin kepada wartawan di Banda Aceh, Minggu (16/8/2026). Dia mengingatkan kembali perjalanan panjang konflik Aceh yang menelan ribuan korban jiwa hingga akhirnya menghasilkan kesepahaman antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan Pemerintah Indonesia.

Kesepahaman tersebut dituangkan dalam Memorandum of Understanding (MoU) Helsinki yang ditandatangani di Helsinki, Finlandia, pada 15 Agustus 2005.

Baca Juga:

Menurut Taqwaddin, pengalaman konflik selama puluhan tahun harus menjadi catatan sejarah bagi seluruh masyarakat Aceh, termasuk generasi muda. Dia meminta masyarakat tidak melupakan dampak konflik yang telah menimbulkan korban jiwa, pertumpahan darah, dan kesulitan ekonomi.

"Semua orang yang ada di Aceh wajib menghormati MoU Helsinki. Ini tidak bisa tidak. Hukumnya wajib," tegas Taqwaddin.

Dia menilai menjaga perdamaian harus menjadi prioritas utama. Menurutnya, persoalan utama Aceh saat ini bukan lagi isu separatisme, melainkan bagaimana meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Bagi saya, demi MoU Helsinki maka damai harga mati. Mari sejahterakan warga Aceh dalam NKRI," ujarnya.

Taqwaddin menyoroti kondisi kemiskinan di Aceh yang menurutnya masih menjadi persoalan serius. Dia menilai kesejahteraan belum dirasakan secara merata oleh masyarakat dan masih banyak warga yang hidup dalam kondisi ekonomi sulit.

Menurutnya, salah satu cara mempertahankan perdamaian adalah dengan meningkatkan kesejahteraan serta mengurangi kemiskinan. Pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan dinilai perlu membuka lebih banyak lapangan pekerjaan agar masyarakat memiliki penghasilan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Taqwaddin juga menyinggung posisi Aceh yang memiliki kekhususan dalam sistem ketatanegaraan Indonesia. Dia menyebut Aceh memiliki status sebagai daerah istimewa sekaligus daerah khusus.

Namun, menurutnya, status tersebut belum sepenuhnya tercermin dalam tingkat kesejahteraan masyarakat. Padahal Aceh memiliki sumber daya alam yang melimpah.

Dia menilai kondisi tersebut menjadi paradoks karena Aceh masih menghadapi persoalan kemiskinan di tengah potensi sumber daya alam yang dimiliki.

"Solusi untuk Damai Aceh adalah meningkatkan kesejahteraan dengan mengeliminasi kemiskinan," katanya.

Selain persoalan lapangan kerja dan ekonomi, Taqwaddin meminta praktik birokrasi yang menghambat pembangunan serta korupsi diberantas secara serius. Menurutnya, pembangunan kesejahteraan masyarakat tidak akan optimal jika masih ada praktik yang menghambat penggunaan anggaran dan pembangunan daerah.

Dia menegaskan pelaku korupsi yang terbukti bersalah harus mendapatkan hukuman sesuai ketentuan hukum, termasuk pidana penjara, denda, uang pengganti, hingga perampasan aset untuk negara.

Taqwaddin yang juga menjabat sebagai Hakim Tinggi Ad Hoc Tindak Pidana Korupsi menilai pemberantasan korupsi dan pembangunan kesejahteraan harus berjalan beriringan demi menjaga perdamaian Aceh dalam jangka panjang.* (dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Harga Emas Antam Mandek Dua Hari Beruntun, Segini Rinciannya per Gram
Sempat Mogok di Tengah Macet, Fortuner di Banda Aceh Tiba-tiba Terbakar
JK Bongkar Akar Konflik Aceh: Kaya SDA tapi Pembangunan Tak Adil, Kini Saatnya Bangun Kesejahteraan
Bukan Cuma Rumah Tahan Gempa, Warga Agam Terdampak Bencana Juga Dilatih Olah Ikan dan Pinang
21 Tahun Damai Aceh Belum 100 Persen Terealisasi, Mediator Helsinki: Bendera GAM Harus Dihormati sebagai Sejarah
Harga Emas Antam Naik Lagi, 1 Gram Tembus Rp2,6 Juta
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru