Gunung Anak Krakatau Erupsi, Seberapa Besar Potensi Tsunami di Selat Sunda?
JAKARTA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut potensi tsunami di sekitar Selat Sunda masih rendah setelah aktivi
PERISTIWA
JAKARTA – Evaluasi terhadap kinerja kabinet menjelang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dinilai sebagai hal yang wajar.
Evaluasi tersebut bahkan dapat menjadi momentum bagi pemerintah untuk memperbaiki kinerja melalui perombakan atau reshuffle kabinet.
Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia, Arifki Chaniago, mengatakan evaluasi tidak selalu berarti pemerintahan gagal.Baca Juga:
Menurut dia, evaluasi diperlukan untuk melihat sejauh mana para menteri mampu menjalankan program pemerintah dan memenuhi harapan masyarakat.
"Evaluasi bukan tanda pemerintahan gagal, tetapi bagian dari upaya memastikan pemerintahan semakin efektif. Dua tahun sudah cukup untuk melihat siapa yang bekerja, siapa yang berlari, dan siapa yang masih sibuk beradaptasi," tegasnya, Minggu 6 September.
Arifki mengatakan hasil berbagai survei dapat menjadi salah satu pertimbangan Presiden Prabowo dalam mengevaluasi kinerja para menteri dan tingkat kepuasan masyarakat terhadap pemerintah.
Meski survei bukan satu-satunya ukuran, persepsi masyarakat tetap penting.
Sebab, pada akhirnya masyarakat yang akan merasakan langsung dampak dari kebijakan pemerintah.
"Rapor menteri bukan hanya angka survei. Tetapi survei memberi gambaran bagaimana masyarakat melihat kerja pemerintah," sambung Arifki.
Menurut Arifki, dinamika politik dan tuntutan masyarakat bergerak dengan cepat.
Karena itu, Presiden Prabowo membutuhkan menteri yang tidak hanya menjadi representasi partai koalisi, tetapi juga memiliki kompetensi dan kemampuan menjalankan program pemerintah.
Kemampuan berkomunikasi dengan masyarakat juga dinilai penting.
Menteri, kata Arifki, tidak cukup hanya memahami persoalan di balik meja, tetapi harus mampu menjelaskan kebijakan pemerintah kepada publik.
"Menteri hari ini tidak cukup hanya pintar di belakang meja. Menteri harus mampu menjelaskan kepada rakyat apa yang dikerjakan pemerintah dan apa manfaatnya," ungkapnya.
Arifki menilai keberhasilan maupun kegagalan seorang menteri pada akhirnya dapat berdampak langsung terhadap citra pemerintahan Prabowo.
Jika seorang menteri berhasil menjalankan program, keberhasilan tersebut akan memperkuat citra pemerintah.
Sebaliknya, kegagalan seorang menteri dapat menjadi beban politik bagi presiden.
"Poin menteri masuk ke Prabowo, tetapi beban menteri juga kembali ke Prabowo. Karena itu, presiden membutuhkan figur yang memahami visi, prioritas, dan ritme pemerintahannya," tukasnya.
Dia mengatakan arah program pemerintahan Prabowo sudah cukup jelas.
Tantangan berikutnya adalah memastikan seluruh jajaran kabinet mampu menerjemahkan arah tersebut menjadi kebijakan dan program yang hasilnya dapat dirasakan masyarakat.
Karena itu, reshuffle dapat menjadi salah satu cara untuk memperkuat kabinet.
Perombakan juga dinilai dapat memastikan seluruh menteri memiliki kecepatan dan pemahaman yang sama terhadap agenda pemerintahan.
"Kalau setelah dua tahun masih ada yang belum memahami arah Presiden, pertanyaannya sederhana: kita terus memberi waktu untuk belajar atau mencari pemain yang sejak awal sudah siap bermain," ungkapnya.
Arifki mengingatkan agar reshuffle tidak hanya dipandang sebagai pergantian posisi menteri atau manuver politik.
Menurut dia, Presiden perlu mempertimbangkan sejumlah aspek ketika memilih atau mengganti menteri.
Faktor tersebut antara lain kinerja, kompetensi, integritas, kemampuan komunikasi, dan penerimaan publik.
"Reshuffle jangan hanya bongkar-pasang kursi. Reshuffle harus menjadi peningkatan mutu kabinet," tegasnya.
Arifki menggambarkan tahun pertama pemerintahan sebagai masa membangun tim.
Memasuki tahun kedua, pemerintah seharusnya sudah dapat melihat siapa saja yang benar-benar mampu bekerja.
"Tahun pertama membangun tim, tahun kedua melihat siapa yang benar-benar bekerja, dan tahun ketiga harus menghasilkan. Presiden tidak sekadar membutuhkan orang untuk mengisi kursi, tetapi pemain yang mampu membantu memenangkan pertandingan," tutup Arifki.* (vo/ad)
JAKARTA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut potensi tsunami di sekitar Selat Sunda masih rendah setelah aktivi
PERISTIWA
KARO Kecelakaan lalu lintas ringan di Jalan KabanjaheTigapanah, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, mengungkap keberadaan tanaman yang didu
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Sejumlah gunung api di Indonesia mengalami erupsi pada hari yang sama. Hingga Minggu, 6 September 2026 pukul 09.00 WIB, setidakn
PERISTIWA
JAKARTA Sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak terhadap operasional penerbangan. Badan Meteorologi, Klimatolo
NASIONAL
JAKARTA Evaluasi terhadap kinerja kabinet menjelang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dinilai sebagai hal yang wajar. Eva
POLITIK
PEMATANGSIANTAR Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara menangkap Frandika Adi Wijaya Ginting, 32 tahun, karena diduga menjual n
HUKUM DAN KRIMINAL
ASAHAN Dua pria di Desa Sukadamai, Kecamatan Pulo Bandring, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, diamankan polisi setelah diduga mencuri se
HUKUM DAN KRIMINAL
BANTEN Aktivitas Gunung Anak Krakatau kembali menjadi perhatian setelah status gunung api tersebut meningkat menjadi Level III atau Siag
PERISTIWA
JAKARTA Perum BULOG mengerahkan jajarannya di seluruh Indonesia untuk turun langsung ke pasar secara serentak. Langkah ini dilakukan unt
EKONOMI
MEDAN Pemerintah Kota Medan menggelar pasar murah di 13 kelurahan sebagai langkah untuk membantu masyarakat menghadapi kenaikan harga se
EKONOMI