Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
JAKARTA - Pengamat Kebijakan Publik Syukur Mandar mengkritik keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Dia menilai pemerintah perlu mengevaluasi kembali program tersebut di tengah berbagai kebutuhan anggaran dan persoalan pelayanan publik.
Syukur mempertanyakan keputusan pemerintah yang tetap mempertahankan MBG sebagai program prioritas. Menurutnya, pemerintah perlu memastikan program tersebut benar-benar memberikan manfaat sesuai sasaran dan tidak mengabaikan kebutuhan masyarakat di sektor lain.
"Mengapa Presiden begitu gigih ya mempertahankan proyek MBG? Ya tentu saja Presiden sadar, Presiden tahu bahwa proyek jahat ini menguntungkan orang-orang partainya," ujar Syukur, dikutip Jumat (11/9/2026).
Baca Juga:
Syukur juga menduga program MBG berpotensi memberikan keuntungan kepada jaringan politik pendukung pemerintah. Namun, dia tidak memberikan bukti yang menunjukkan adanya keuntungan tersebut.
"Menguntungkan jaringan politiknya, para pendukungnya, dan cukong-cukong lainnya," ucapnya.
Dia kemudian menyoroti sasaran penerima manfaat MBG. Menurut Syukur, apabila program tersebut ditujukan untuk membantu masyarakat miskin dan menangani stunting, pemerintah harus memastikan makanan benar-benar diberikan kepada kelompok yang membutuhkan.
"Berulang kali kita berdebat soal ini, kalau memang benar niat Presiden memberi makan orang miskin atau stunting, berilah pada sasarannya," katanya.
Syukur juga mengingatkan pemerintah agar berhati-hati dalam menggunakan anggaran negara di tengah kondisi masyarakat yang menurutnya masih menghadapi berbagai kesulitan ekonomi.
"Jangan memboroskan uang rakyat di tengah rakyat yang sedang susah hidupnya," ujarnya.
Menurut Syukur, MBG juga tidak semestinya menjadi satu-satunya fokus pemerintah dalam menjalankan pembangunan nasional. Dia mempertanyakan kontribusi program tersebut terhadap sejumlah indikator pembangunan.
"Presiden memaksakan kehendak agar MBG ini terus dijadikan proyek prioritas Presiden. Padahal kontribusinya terhadap pembangunan nasional 0 persen sebetulnya," kata Syukur.
Dia juga mempertanyakan hubungan pemberian makanan dengan peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM).
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.