BREAKING NEWS
Sabtu, 03 Oktober 2026

Dari Pratikno hingga Listyo Sigit, Pengamat Soroti Tokoh Era Jokowi yang Tetap Berada di Lingkaran Prabowo: Radical Break Sulit Terjadi

Raman Krisna - Jumat, 02 Oktober 2026 22:21 WIB
Dari Pratikno hingga Listyo Sigit, Pengamat Soroti Tokoh Era Jokowi yang Tetap Berada di Lingkaran Prabowo: Radical Break Sulit Terjadi
Listyo Sigit dilantik sebagai Kepala Staf Kepresidenan pada 1 Oktober 2026. (foto: Setpres/yt)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Pada saat yang sama, mantan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dipercaya menjadi Kepala Staf Kepresidenan (KSP).

Sekretariat Negara mengonfirmasi Listyo Sigit dilantik sebagai Kepala Staf Kepresidenan pada 1 Oktober 2026.

Pada hari yang sama, Suyudi Ario Seto dilantik sebagai Kapolri menggantikan Listyo.

Menurut Burhanuddin, penempatan sejumlah tokoh tersebut dapat dilihat sebagai bentuk akomodasi politik.

"Politik akomodatif dan [balas budi]. Pertama Pak Sigit memang sudah lama menjadi Kapolri. Jadi memang sudah saatnya diganti karena beliau bulan Desember sudah pensiun. Tetapi berharap Pak Sigit tiba-tiba terlempar dari pusaran kekuasaan, itu dari awal saya enggak percaya," katanya.

Burhanuddin juga menyoroti posisi Wantimpres yang sebelumnya belum terisi selama masa pemerintahan Prabowo.

"Hari ini Pak Pratik dilantik sebagai Ketua [Wantimpres] dan kita tahu [Wantimpres] dewan pertimbangan yang dua tahun sejak Pak Prabowo dilantik 20 Oktober 2024 itu kosong."

"Jadi memang sepertinya posisi Pak Pratik kemudian posisi Pak [Anwar Usman], termasuk masih bertahannya Pak Sigit itu satu bentuk akomodasi sekaligus penepisan secara [politik] kepada mereka yang berasumsi bahwa Pak Prabowo sudah pisah [politik] dengan Pak [Jokowi]," papar Burhan.

Secara resmi, Prabowo memang baru mengangkat 26 anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026.

Dalam keterangan Sekretariat Negara, komposisi tersebut terdiri atas tokoh dari berbagai latar belakang, termasuk politik, pemerintahan, agama, hukum, usaha, militer, dan organisasi masyarakat.

Salah satu nama yang menjadi sorotan adalah pengamat politik Rocky Gerung. Ia termasuk dalam 26 anggota Wantimpres yang dilantik Prabowo.

Sebelumnya, Rocky Gerung dikenal menggunakan istilah radical break untuk menggambarkan perlunya pemutusan hubungan secara mendasar dengan sistem atau pengaruh lama.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Pemko Medan Kembangkan Layanan Publik Berbasis AI, Warga Cukup Akses Lewat WhatsApp
Anwar Usman No Comment soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Biarkan Mereka yang Menyelesaikan, Saya Sudah di Luar
Reshuffle, Konsolidasi Prabowo-Jokowi
Wantimpres Prabowo Lebih Gemuk, Pengamat: Pembagian Tugas Harus Jelas
Reshuffle Kabinet Prabowo, Ini Harapan Dunia Usaha Menuju 2027
Wantimpres Tak Bisa Ungkap Isi Nasihat kepada Prabowo, Hatta Rajasa: Kami Akan Silence
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru