BREAKING NEWS
Sabtu, 03 Oktober 2026

Dari Pratikno hingga Listyo Sigit, Pengamat Soroti Tokoh Era Jokowi yang Tetap Berada di Lingkaran Prabowo: Radical Break Sulit Terjadi

Raman Krisna - Jumat, 02 Oktober 2026 22:21 WIB
Dari Pratikno hingga Listyo Sigit, Pengamat Soroti Tokoh Era Jokowi yang Tetap Berada di Lingkaran Prabowo: Radical Break Sulit Terjadi
Listyo Sigit dilantik sebagai Kepala Staf Kepresidenan pada 1 Oktober 2026. (foto: Setpres/yt)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi menilai rangkaian perombakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan pengangkatan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) menunjukkan pola politik yang tetap mengakomodasi sejumlah tokoh dari pemerintahan Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi.

Prabowo melakukan sejumlah perubahan dalam struktur pemerintahan pada Kamis, 1 Oktober 2026.

Sehari kemudian, Jumat, 2 Oktober 2026, Prabowo melantik 26 anggota Wantimpres di Istana Negara, Jakarta.

Baca Juga:

Pelantikan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 107/P Tahun 2026.

Pratikno ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, sementara Muhammad Hatta Rajasa menjadi Wakil Ketua dan Muhammad Qodari sebagai Sekretaris.

Dalam analisisnya, Burhanuddin mengatakan karakter Prabowo membuatnya tidak mudah memutus hubungan dengan tokoh-tokoh yang pernah memiliki peran dalam perjalanan politiknya, termasuk mereka yang berasal dari pemerintahan Jokowi.

"Pak Prabowo kalau dilihat dari karakter pribadinya memang orang yang tahu berbalas budi. Dan karenanya berharap radical break seperti yang Pak Rocky Gerung sampaikan dengan memotong habis orang-orang Pak [Jokowi] itu suatu hal yang saya terlalu tidak masuk akal, kalau kita melihat karakter Pak Prabowo selama ini," ungkap Burhan, Jumat, 2 Oktober 2026.

"Lihat Saja itu orang-orang yang ikut sama Pak Prabowo itu 'kan orang-orang yang dari awal."

"Jadi beliau tidak punya karakter untuk membuang orang, apalagi orang yang punya jasa besar membuat Pak Prabowo menjadi presiden," terangnya.

Burhanuddin menyoroti sejumlah nama yang kini mendapat posisi dalam pemerintahan Prabowo.

Pratikno, misalnya, ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres. Pratikno sebelumnya merupakan Menteri Sekretaris Negara pada pemerintahan Jokowi.

Selain itu, mantan hakim Mahkamah Konstitusi Anwar Usman juga masuk dalam jajaran anggota Wantimpres.

Pada saat yang sama, mantan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dipercaya menjadi Kepala Staf Kepresidenan (KSP).

Sekretariat Negara mengonfirmasi Listyo Sigit dilantik sebagai Kepala Staf Kepresidenan pada 1 Oktober 2026.

Pada hari yang sama, Suyudi Ario Seto dilantik sebagai Kapolri menggantikan Listyo.

Menurut Burhanuddin, penempatan sejumlah tokoh tersebut dapat dilihat sebagai bentuk akomodasi politik.

"Politik akomodatif dan [balas budi]. Pertama Pak Sigit memang sudah lama menjadi Kapolri. Jadi memang sudah saatnya diganti karena beliau bulan Desember sudah pensiun. Tetapi berharap Pak Sigit tiba-tiba terlempar dari pusaran kekuasaan, itu dari awal saya enggak percaya," katanya.

Burhanuddin juga menyoroti posisi Wantimpres yang sebelumnya belum terisi selama masa pemerintahan Prabowo.

"Hari ini Pak Pratik dilantik sebagai Ketua [Wantimpres] dan kita tahu [Wantimpres] dewan pertimbangan yang dua tahun sejak Pak Prabowo dilantik 20 Oktober 2024 itu kosong."

"Jadi memang sepertinya posisi Pak Pratik kemudian posisi Pak [Anwar Usman], termasuk masih bertahannya Pak Sigit itu satu bentuk akomodasi sekaligus penepisan secara [politik] kepada mereka yang berasumsi bahwa Pak Prabowo sudah pisah [politik] dengan Pak [Jokowi]," papar Burhan.

Secara resmi, Prabowo memang baru mengangkat 26 anggota Wantimpres pada 2 Oktober 2026.

Dalam keterangan Sekretariat Negara, komposisi tersebut terdiri atas tokoh dari berbagai latar belakang, termasuk politik, pemerintahan, agama, hukum, usaha, militer, dan organisasi masyarakat.

Salah satu nama yang menjadi sorotan adalah pengamat politik Rocky Gerung. Ia termasuk dalam 26 anggota Wantimpres yang dilantik Prabowo.

Sebelumnya, Rocky Gerung dikenal menggunakan istilah radical break untuk menggambarkan perlunya pemutusan hubungan secara mendasar dengan sistem atau pengaruh lama.

Burhanuddin kemudian mengaitkan gagasan tersebut dengan karakter politik Prabowo yang menurutnya cenderung mempertahankan hubungan dengan tokoh-tokoh yang memiliki rekam jejak atau kontribusi terhadap perjalanan politiknya.

26 Anggota Wantimpres Prabowo

Berikut susunan 26 anggota Wantimpres yang dilantik Prabowo pada Jumat, 2 Oktober 2026:

Pratikno sebagai Ketua merangkap anggota.
Muhammad Hatta Rajasa sebagai Wakil Ketua merangkap anggota.
Muhammad Qodari sebagai Sekretaris merangkap anggota.
Sinta Nuriyah Wahid sebagai anggota.
Muhammad Quraish Shihab sebagai anggota.
Agum Gumelar sebagai anggota.
Chairul Tanjung sebagai anggota.
Said Aqiel Siradj sebagai anggota.
Anwar Iskandar sebagai anggota.
Yahya Cholil Staquf sebagai anggota.
Jusuf Wanandi sebagai anggota.
Budi Gunawan sebagai anggota.
Bambang Soesatyo sebagai anggota.
Salim Segaf Al-Jufri sebagai anggota.
Soekarwo sebagai anggota.
Dato' Sri Tahir sebagai anggota.
Rocky Gerung sebagai anggota.
Ida Bagus Purwalaksana sebagai anggota.
Philip Kuncoro Wijaya sebagai anggota.
Budi Santoso Tanuwibowo sebagai anggota.
Anwar Usman sebagai anggota.
Mohamad Hatta sebagai anggota.
Jusuf Hamka sebagai anggota.
Margarito Kamis sebagai anggota.
Jacky Manuputty sebagai anggota.
Ignasius Jonan sebagai anggota.

Pelantikan Wantimpres tersebut berlangsung sehari setelah Prabowo melakukan sejumlah perubahan dalam struktur pemerintahan.

Pada 1 Oktober 2026, Prabowo melantik sejumlah menteri dan wakil menteri serta pejabat lembaga negara.


Dengan rangkaian pelantikan tersebut, perubahan struktur pemerintahan dan pengisian Wantimpres menjadi bagian dari langkah Prabowo menjalankan pemerintahan untuk sisa masa jabatan 2024-2029.* (tb/ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Pemko Medan Kembangkan Layanan Publik Berbasis AI, Warga Cukup Akses Lewat WhatsApp
Anwar Usman No Comment soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Biarkan Mereka yang Menyelesaikan, Saya Sudah di Luar
Reshuffle, Konsolidasi Prabowo-Jokowi
Wantimpres Prabowo Lebih Gemuk, Pengamat: Pembagian Tugas Harus Jelas
Reshuffle Kabinet Prabowo, Ini Harapan Dunia Usaha Menuju 2027
Wantimpres Tak Bisa Ungkap Isi Nasihat kepada Prabowo, Hatta Rajasa: Kami Akan Silence
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru