BREAKING NEWS
Rabu, 21 Oktober 2026

Siapa Penumpang Gelap yang Dimaksud Jokowi? Pengamat: Kemungkinan Musuh Politik

Dharma - Senin, 19 Oktober 2026 13:35 WIB
Siapa Penumpang Gelap yang Dimaksud Jokowi? Pengamat: Kemungkinan Musuh Politik
Presiden ke-7 Joko Widodo atau Jokowi. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

SOLO – Presiden ke-7 Joko Widodo atau Jokowi menuding adanya pihak yang disebutnya sebagai "penumpang gelap" dalam polemik ijazah yang menyeret dirinya dan putranya, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Jokowi menduga ada pihak yang memanfaatkan persoalan tersebut untuk kepentingan politik tertentu.

Namun, hingga Senin, 19 Oktober 2026, Jokowi belum mengungkap identitas pihak yang dimaksud sebagai penumpang gelap maupun sosok yang diduga berada di balik operasi politik tersebut.

Baca Juga:

Pernyataan Jokowi itu mendapat tanggapan dari Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia sekaligus pengajar UIN Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno.

Menurut Adi, hanya Jokowi yang dapat memastikan siapa pihak yang dimaksud dalam pernyataannya.

"Tentu hanya Pak Jokowi yang memastikan siapa sebenarnya yang disebut sebagai penumpang gelap dan operasi politik itu," kata Adi dalam siniar yang diunggah di kanal YouTube miliknya, Minggu, 18 Oktober 2026.

Adi mengatakan, pernyataan Jokowi tersebut kemudian memunculkan spekulasi di tengah masyarakat mengenai siapa pihak yang diduga memanfaatkan polemik ijazah untuk kepentingan politik.

"Kalau kita mau berspekulasi, siapakah penumpang gelap dan yang melakukan operasi politik ini? Pastilah orang-orang yang selama ini menjadi musuh politik Pak Jokowi," kata dia.

Meski demikian, Adi tidak menyebut nama tertentu sebagai pihak yang dimaksud.

Ia menjelaskan bahwa dalam dinamika politik, seorang tokoh publik dapat memiliki pihak-pihak yang berseberangan dengan kebijakan maupun manuver politiknya.

Adi menilai, jika benar terdapat pihak yang memanfaatkan polemik ijazah untuk kepentingan politik, pihak tersebut mungkin berasal dari kelompok yang selama ini tidak sejalan dengan Jokowi.

Menurut dia, perbedaan kepentingan politik dapat menjadi salah satu faktor yang membuat suatu isu dimanfaatkan untuk menyerang reputasi tokoh tertentu.

"Kalau ini mau disebut sebagai operasi politik, mungkin ada musuh politik Pak Jokowi hingga saat ini bahwa apa yang dilakukan oleh Pak Jokowi, baik berupa kebijakan, manuver-manuver politiknya, dinilai dalam banyak hal melukai perasaan-perasaan politik tertentu."

"Itu yang saya sebut paling mungkin sebagai musuh politik Pak Jokowi yang saya kira sedang memanfaatkan ketika ada momentum terkait dengan ijazah."

Adi juga menilai, posisi Jokowi setelah tidak lagi menjabat sebagai presiden membuat dirinya tetap menjadi sasaran kritik dan perdebatan politik.

Namun, dugaan mengenai pihak yang memanfaatkan polemik tersebut masih sebatas spekulasi dan belum disertai identitas atau bukti yang diungkapkan dalam pernyataan itu.

"Intinya kalau kita mau berspekulasi, anggap saja misalnya ada orang yang melakukan operasi politik dan menunggangi isu ijazah, ya tentu mereka adalah musuh politik Jokowi," ujarnya.

Adi mengingatkan bahwa pernyataan mengenai adanya aktor di balik polemik ijazah bukan pertama kali muncul dalam perdebatan publik.

Meski begitu, identitas pihak yang dimaksud Jokowi tetap belum dijelaskan secara terbuka.

Sebelumnya, Jokowi menyampaikan dugaan adanya operasi politik saat ditemui di kediamannya di Kota Solo, Jawa Tengah, Jumat, 16 Oktober 2026.

Ia menyebut polemik ijazah yang melibatkan dirinya dan Gibran dimanfaatkan oleh pihak lain sehingga semakin ramai diperbincangkan.

"Kan sudah saya sampaikan sejak awal ini ada operasi politik. Kemudian ada penumpang gelap yang menunggangi lagi jadi menjadi ramai sekali," kata Jokowi.

Jokowi juga menyebut polemik tersebut berpotensi menjadi upaya untuk menurunkan reputasi politik seseorang.

Namun, ia tidak menjelaskan siapa pihak yang diduga menjalankan operasi politik tersebut maupun bukti yang mendasari dugaannya.

"Ya bisa saja memang sekali lagi operasi politik untuk men-downgrade reputasi politik seseorang," ujarnya.

Pernyataan Jokowi itu menambah dinamika perdebatan mengenai polemik ijazah yang turut menyeret nama Gibran.

Di tengah berbagai tanggapan politik, identitas "penumpang gelap" yang dimaksud Jokowi masih menjadi tanda tanya.* (tb/ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Gerindra Minta Wacana Pemakzulan Gibran Tak Dibawa ke Ranah Politik, PSI Duga Ada Aktor Besar
PN Jakarta Timur Tolak Perlawanan Roy Suryo, Perkara Ijazah Jokowi Lanjut ke Pembuktian
Iskandar Muda Hasibuan: Pilpres 2029 Bukan Sekadar Elektabilitas, tetapi Ujian Kepercayaan Publik
YLBHI Soroti Kinerja Gibran: Seharusnya Mundur jika Merasa Tak Mampu
Elektabilitas Prabowo Disebut Terus Menurun, Pengamat Ungkap Lima Faktor Penyebab
Polemik Ijazah Gibran Tak Berakhir Usai Putusan MK, Pengamat Sebut Peta Politik 2029 Makin Terbuka
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru