Sentil Jawaban Doorstop, Sudirman Said Desak Pemerintah Klarifikasi Resmi Polemik Ijazah Gibran
JAKARTA Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said meminta pemerintah memberikan penjelasan resmi terkait polemik
NASIONAL
JAKARTA – Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) mengenai ijazah Gibran Rakabuming Raka dinilai belum mengakhiri polemik di ruang publik.
Persoalan tersebut justru berpotensi bergeser dari ruang sidang ke arena perdebatan politik, termasuk menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029.
Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia, Arifki Chaniago, mengatakan putusan MK tidak serta-merta menghentikan perdebatan mengenai kesetaraan pendidikan tingkat SLTA yang menjadi salah satu persoalan dalam polemik Gibran.Baca Juga:
"Putusan MK membuat kedua kubu tetap memiliki ruang politik masing-masing. Putusan MK ini tidak mematikan isu Gibran, tetapi mengubah arena pertarungannya: dari ruang sidang ke ruang publik. Gibran tetap menjalankan tugas sebagai wapres, sementara pihak yang kontra masih memiliki ruang untuk memperdebatkan persoalan kesetaraan pendidikan SLTA Gibran," tuturnya, Minggu, 18 Oktober 2026.
Menurut Arifki, kondisi ini dapat menimbulkan dua dampak politik sekaligus.
Di satu sisi, polemik yang terus dibicarakan berpotensi meningkatkan eksposur dan popularitas Gibran.
Di sisi lain, kelompok yang menentangnya masih dapat menggunakan isu tersebut untuk mempertanyakan legitimasi politiknya.
"Semakin isu Gibran dibicarakan, semakin tinggi eksposur politiknya. Ini paradoks politik, di mana isu yang ingin mendelegitimasi justru bisa ikut mempertebal popularitas," sambungnya.
Arifki juga menilai wacana membawa persoalan Gibran ke DPR, termasuk kemungkinan munculnya pembahasan mengenai pergantian wakil presiden, tidak bisa dilepaskan dari perhitungan politik partai.
Menurut dia, pergantian wakil presiden bukan sekadar persoalan mengganti seseorang dari jabatan, melainkan juga menyangkut peluang partai politik memperoleh keuntungan dalam peta kekuasaan nasional.
"Mengganti Gibran bukan sekadar mengganti orang di kursi wapres. Itu berarti membuka perebutan modal politik menuju 2029. Kalau muncul nama AHY, Puan, atau kemungkinan lain seperti Cak Imin, Bahlil, atau Zulhas, pertanyaannya bukan cuma siapa yang menjadi wapres, tetapi partai mana yang akan mendapatkan keuntungan politik paling besar," terangnya.
Nama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Puan Maharani, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, Bahlil Lahadalia, dan Zulkifli Hasan disebut Arifki sebagai kemungkinan figur dalam kalkulasi politik tersebut.
JAKARTA Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said meminta pemerintah memberikan penjelasan resmi terkait polemik
NASIONAL
JAKARTA Kuasa hukum Roy Suryo, Refly Harun, mempertanyakan rencana jaksa penuntut umum (JPU) yang belum memasukkan ijazah fisik Presiden k
NASIONAL
JAKARTA Sejumlah media asing menyoroti gejolak pasar saham Indonesia setelah penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (
EKONOMI
BATU BARA Bupati Batu Bara Baharuddin Siagian meninjau sejumlah infrastruktur di Desa Mekar Mulyo, Kecamatan Sei Balai, Senin (19/10/2026)
PEMERINTAHAN
LABUHANBATU SELATAN Bupati Labuhanbatu Selatan (Labusel) Fery Sahputra Simatupang menyapa warga Lingkungan Langgapayung, Kecamatan Sungai
PEMERINTAHAN
LABUHANBATU SELATAN Bupati Labuhanbatu Selatan (Labusel) Fery Sahputra Simatupang menghadiri peresmian dan syukuran Sekolah Tinggi Agama I
PENDIDIKAN
ASAHAN Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin mengikuti exit meeting bersama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Sumatera Utara di Au
PEMERINTAHAN
JAKARTA Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto mengungkap adanya dugaan keterlibatan pihak asing, termasuk dari negara tetangga, dalam kasus ke
NASIONAL
JAKARTA Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi dan koalisi masyarakat s
NASIONAL
JAKARTA Pakar hukum tata negara Denny Indrayana menanggapi pernyataan Presiden ke7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang menyebut polemik ijazah d
POLITIK