BREAKING NEWS
Selasa, 20 Oktober 2026

Polemik Ijazah Gibran Tak Berakhir Usai Putusan MK, Pengamat Sebut Peta Politik 2029 Makin Terbuka

Adelia Syafitri - Minggu, 18 Oktober 2026 10:37 WIB
Polemik Ijazah Gibran Tak Berakhir Usai Putusan MK, Pengamat Sebut Peta Politik 2029 Makin Terbuka
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. (foto: Setwapres/yt)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Penyebutan nama-nama itu merupakan bagian dari analisis politik, bukan kepastian bahwa mereka akan menjadi calon pengganti wakil presiden.

Arifki melihat dinamika politik menuju 2029 semakin menarik setelah putusan MK mengenai penghapusan ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold.

Menurut dia, kondisi tersebut memberikan ruang bagi partai politik untuk mempertimbangkan lebih banyak pilihan dalam menentukan pasangan calon presiden dan wakil presiden.

Partai politik, kata dia, tidak lagi hanya menghitung peluang untuk bergabung dalam koalisi pendukung Prabowo Subianto, tetapi juga mulai mempertimbangkan kemungkinan membangun poros alternatif.

Ia menilai, jika Prabowo dan Gibran sama-sama maju sebagai calon presiden pada Pilpres 2029, persaingan politik berpotensi semakin terbuka.

Situasi itu dapat memberi peluang bagi figur lain untuk muncul sebagai pesaing yang tidak diperhitungkan sebelumnya.

"Kalau Prabowo dan Gibran sama-sama maju sebagai capres, justru karpet merah untuk kuda hitam 2029 terbuka lebar. Karena duet Prabowo-Gibran tidak lagi menjadi satu-satunya poros, ketua umum partai punya ruang untuk membangun konfigurasi politiknya sendiri," ujarnya.

Analisis tersebut menggambarkan kemungkinan terbentuknya konfigurasi politik baru.

Namun, peta pencalonan Pilpres 2029 masih dapat berubah mengikuti keputusan partai politik, perkembangan dukungan publik, serta dinamika koalisi.

Arifki menegaskan, polemik mengenai Gibran tidak cukup dipahami hanya sebagai persoalan hukum atau dokumen pendidikan

. Menurut dia, isu tersebut juga berkaitan dengan strategi partai politik dalam mempersiapkan kontestasi politik berikutnya.

"Yang sedang dihitung partai politik sekarang bukan cuma kursi wapres, tetapi peta kekuasaan 2029. Putusan MK bisa menjadi salah satu titik yang mempercepat kalkulasi itu," tukas Arifki.

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Jelang 2 Tahun Prabowo-Gibran, YLBHI Sebut Pemerintahan Makin Jeblok dan Mengkhawatirkan
Membaca Prabowo Menyerap Kekuasaan
PWI dan Lemhannas Perkuat Kerja Sama, Bekali Wartawan Wawasan Kebangsaan Hadapi Tantangan Zaman
Dua Tahun Prabowo-Gibran, Akademisi Soroti Kepercayaan Publik dan Komunikasi Pemerintah
Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Ray Rangkuti Nilai Jokowi Mulai Panik
PDIP Tantang Balik Jokowi soal Ijazah Gibran: Operasi Politik Hanya Bisa Dilakukan Penguasa, Siapa yang Dituduh?
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru