Bundaran HI Jadi Pusat Demo Hari Ini, Ini Isi Tuntutan 11+9 Mahasiswa!
JAKARTA Sejumlah organisasi mahasiswa dan elemen masyarakat sipil dijadwalkan menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Bundaran Hotel Indone
PERISTIWA
JAKARTA -Sebuah unggahan di media sosial baru-baru ini memperingatkan bahaya penggunaan kabel USB secara sembarangan.
Menurut unggahan yang dibagikan akun X (Twitter) @Sound****gi pada Senin (24/3/2025), kabel USB dapat menjadi perantara serangan siber yang berbahaya.
Unggahan tersebut menyebutkan bahwa kabel USB yang ditemukan di tempat umum berpotensi disusupi malware yang dapat mengakses data pengguna tanpa disadari.
Pakar keamanan siber dari Vaksincom, Alfons Tanujaya, membenarkan adanya potensi serangan siber melalui USB yang dikenal dengan istilah USB infection atau USB drop attack.
Ia menjelaskan bahwa risiko ini terjadi jika kabel USB tersebut dirancang khusus dengan chip tersembunyi yang sudah disisipi aplikasi atau kode berbahaya.
"Iya, maksudnya ada risiko saat sembarangan mencolok USB yang tidak dikenal. Kalau kabel sih secara teori bisa (menjadi perantara serangan siber), tetapi biasanya harus kabel yang didesain khusus," ujar Alfons, Selasa (25/3/2025).
Cara Kerja Serangan Siber via USB
Serangan ini umumnya terjadi karena chip tersembunyi yang terdapat pada konektor USB.
Saat kabel atau perangkat USB yang sudah disusupi ini terhubung ke komputer atau perangkat lain, chip tersebut dapat menyalin data pengguna atau bahkan menyebarkan virus tanpa sepengetahuan pemilik perangkat.
"Penyisipan aplikasi ke chip sama dengan menyalin data ke USB. Ini bisa terjadi diam-diam tanpa disadari pengguna," tambah Alfons.
USB drop attack bekerja mirip dengan malware yang dapat melakukan berbagai aktivitas berbahaya, mulai dari mencuri data pribadi hingga menginfeksi sistem dengan virus yang merusak.
JAKARTA Sejumlah organisasi mahasiswa dan elemen masyarakat sipil dijadwalkan menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Bundaran Hotel Indone
PERISTIWA
JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa belum memastikan adanya efisiensi anggaran dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah
EKONOMI
JAKARTA Indonesia Corruption Watch (ICW) menyoroti kasus dugaan suap terkait hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang menyeret Bu
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor menegaskan bahwa ijazah perguruan tinggi kini tidak lagi menjadi satusatunya moda
NASIONAL
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) masih mendalami peran mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, dalam kasus dugaan
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) memperluas penyelidikan dugaan korupsi dalam tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan me
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kejaksaan Agung menyerahkan uang tunai hasil pemulihan aset dan lelang barang rampasan negara senilai Rp1.029.874.376.628 kepada K
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) menyatakan akan menerapkan pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dalam penanganan kasus dugaan koru
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Presiden Republik Federal Jerman FrankWalter Steinmeier tiba di Jakarta dalam rangka kunjungan resmi kenegaraan dan akan bertemu
NASIONAL
MEDAN Sejumlah elemen mahasiswa di berbagai daerah dijadwalkan menggelar aksi unjuk rasa pada Senin, 15 Juni 2026. Aksi tersebut berlangsu
PERISTIWA