Senam Bersama di Banda Aceh, Sekda M. Nasir Ajak Warga Sukseskan Sensus Ekonomi 2026
BANDA ACEH Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, mengikuti kegiatan Senam Pemerintah Aceh bersama ratusan peserta di Kecamatan Banda
NASIONAL
MEDAN - Di tengah kondisi ekonomi global yang tidak menentu, industri fesyen mewah tetap menunjukkan ketangguhannya. Tas jutaan rupiah, jam tangan ratusan juta, hingga pakaian dari rumah mode ternama masih menjadi buruan banyak orang.
Pertanyaannya: apa yang membuat barang mewah begitu diminati, meski harganya sangat tinggi?
Melansir Fashion and Law Journal, jawaban atas fenomena ini ada pada kompleksitas psikologi konsumen. Berikut 8 alasan mengapa banyak orang tetap membeli barang mewah:
1. Simbol Status dan Gengsi Sosial
Memiliki produk seperti tas Louis Vuitton atau jam tangan Rolex bukan sekadar soal fungsi, tapi juga penanda status sosial. Brand mewah menjadi simbol kesuksesan dan posisi sosial, membuat pemiliknya tampil "berkelas" di lingkungan pergaulan.
2. Pengalaman Emosional dan Self-Reward
Bagi banyak konsumen, pembelian barang mewah adalah hadiah untuk diri sendiri. Proses membelinya memberi perasaan bahagia, bangga, dan puas secara emosional.
3. Efek Halo dari Reputasi Merek
Nama besar seperti Rolex, Hermès, atau Chanel punya citra yang kuat. Produk mereka dipercaya berkualitas tinggi meskipun pembeli belum mencoba langsung. Ini dikenal sebagai "halo effect".
4. Kelangkaan dan Eksklusivitas
Brand mewah sering menciptakan produk edisi terbatas atau menjual hanya di lokasi eksklusif. Strategi ini menumbuhkan rasa urgensi dan menaikkan nilai sosial barang tersebut.
5. Ekspresi Diri dan Personal Branding
Di era media sosial, barang mewah adalah bagian dari identitas digital. Apa yang kita pakai mencerminkan gaya hidup dan personal branding, apalagi jika tampil di platform seperti Instagram atau TikTok.
6. Kualitas dan Craftsmanship Tinggi
Produk mewah dibuat dengan bahan premium dan keahlian tangan pertama. Konsumen menghargai kualitas dan warisan budaya di balik produk tersebut.
7. Efek Dopamin: Senang Setelah Belanja
Secara neurologis, membeli barang mewah memicu pelepasan dopamin, zat kimia yang menimbulkan rasa senang. Artinya, selain fisik, pembelian ini juga soal sensasi emosional.
8. Pengaruh Media Sosial dan Influencer
Influencer berperan besar membentuk persepsi konsumen. Ketika seorang figur publik memakai produk tertentu, brand image langsung meningkat dan memicu tren konsumsi baru.
Di balik harga fantastis barang mewah, tersimpan campuran antara faktor psikologis, sosial, dan emosional. Barang mewah tak lagi sekadar benda, tapi juga simbol identitas, pengalaman, dan aspirasi.
Brand yang memahami hal ini akan lebih mudah terkoneksi dengan konsumennya dan tetap relevan dalam industri yang kompetitif.
(cb/j006)
BANDA ACEH Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, mengikuti kegiatan Senam Pemerintah Aceh bersama ratusan peserta di Kecamatan Banda
NASIONAL
JAKARTA Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) mendorong semakin tingginya kebutuhan tenaga ahli di
PENDIDIKAN
SIBOLGA Kebakaran hebat melanda Pasar Sibolga Nauli, Kota Sibolga, Sumatera Utara, pada Sabtu malam, 11 Juli 2026. Api yang membakar kaw
PERISTIWA
MEDAN Polres Samosir mengamankan dua personelnya yang diduga terlibat dalam penyalahgunaan dan peredaran narkotika jenis sabu. Kedua ang
HUKUM DAN KRIMINAL
BINJAI Dewan Pimpinan Daerah Brigade Kartini AMPI (DPD BKA) Kota Binjai terus menjalankan kegiatan sosial melalui program Jumat Berkah.
NASIONAL
BATU BARA Satuan Reserse Narkoba Polres Batu Bara mengungkap dugaan peredaran narkotika golongan II jenis Etomidate atau yang dikenal se
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN PTPN I Regional 1 mengungkap dugaan aktivitas penambangan galian C ilegal yang diduga berkedok program cetak sawah di areal Hak Gu
PERISTIWA
MEDAN Kepolisian menutup sementara operasional pasar malam yang berada di Jalan Perhubungan Simpang Beo, Desa Lau Dendang, Kecamatan Per
PERISTIWA
SAMOSIR Dua anggota Polres Samosir diamankan setelah diduga terlibat dalam peredaran narkotika jenis sabu. Keduanya merupakan Aipda ES d
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia, Arifki Chaniago, menilai aktivitas politik Presiden ke7 RI Joko Widodo (Jokowi)
POLITIK