Tekan 280 Kasus Rabies Pemprov Sumut Kejar Target Vaksinasi 70 Persen Hewan Tiap Tahun
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distanpang) menargetkan vaksinasi rabies terhadap 7
KESEHATAN
MEDAN - Di tengah kondisi ekonomi global yang tidak menentu, industri fesyen mewah tetap menunjukkan ketangguhannya. Tas jutaan rupiah, jam tangan ratusan juta, hingga pakaian dari rumah mode ternama masih menjadi buruan banyak orang.
Pertanyaannya: apa yang membuat barang mewah begitu diminati, meski harganya sangat tinggi?
Melansir Fashion and Law Journal, jawaban atas fenomena ini ada pada kompleksitas psikologi konsumen. Berikut 8 alasan mengapa banyak orang tetap membeli barang mewah:
1. Simbol Status dan Gengsi Sosial
Memiliki produk seperti tas Louis Vuitton atau jam tangan Rolex bukan sekadar soal fungsi, tapi juga penanda status sosial. Brand mewah menjadi simbol kesuksesan dan posisi sosial, membuat pemiliknya tampil "berkelas" di lingkungan pergaulan.
2. Pengalaman Emosional dan Self-Reward
Bagi banyak konsumen, pembelian barang mewah adalah hadiah untuk diri sendiri. Proses membelinya memberi perasaan bahagia, bangga, dan puas secara emosional.
3. Efek Halo dari Reputasi Merek
Nama besar seperti Rolex, Hermès, atau Chanel punya citra yang kuat. Produk mereka dipercaya berkualitas tinggi meskipun pembeli belum mencoba langsung. Ini dikenal sebagai "halo effect".
4. Kelangkaan dan Eksklusivitas
Brand mewah sering menciptakan produk edisi terbatas atau menjual hanya di lokasi eksklusif. Strategi ini menumbuhkan rasa urgensi dan menaikkan nilai sosial barang tersebut.
5. Ekspresi Diri dan Personal Branding
Di era media sosial, barang mewah adalah bagian dari identitas digital. Apa yang kita pakai mencerminkan gaya hidup dan personal branding, apalagi jika tampil di platform seperti Instagram atau TikTok.
6. Kualitas dan Craftsmanship Tinggi
Produk mewah dibuat dengan bahan premium dan keahlian tangan pertama. Konsumen menghargai kualitas dan warisan budaya di balik produk tersebut.
7. Efek Dopamin: Senang Setelah Belanja
Secara neurologis, membeli barang mewah memicu pelepasan dopamin, zat kimia yang menimbulkan rasa senang. Artinya, selain fisik, pembelian ini juga soal sensasi emosional.
8. Pengaruh Media Sosial dan Influencer
Influencer berperan besar membentuk persepsi konsumen. Ketika seorang figur publik memakai produk tertentu, brand image langsung meningkat dan memicu tren konsumsi baru.
Di balik harga fantastis barang mewah, tersimpan campuran antara faktor psikologis, sosial, dan emosional. Barang mewah tak lagi sekadar benda, tapi juga simbol identitas, pengalaman, dan aspirasi.
Brand yang memahami hal ini akan lebih mudah terkoneksi dengan konsumennya dan tetap relevan dalam industri yang kompetitif.
(cb/j006)
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distanpang) menargetkan vaksinasi rabies terhadap 7
KESEHATAN
JAKARTA Tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tercatat 79,3 persen berdasarkan hasil survei Indonesia Net
NASIONAL
JAKARTA Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Arsul Sani mempertanyakan dasar kewenangan Mahkamah apabila diminta membatalkan pelantikan Wakil Pre
POLITIK
JAKARTA Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Saldi Isra melontarkan candaan saat memimpin sidang pembuktian perkara Perselisihan Hasil Pemi
POLITIK
MEDAN Harga bahan bakar minyak (BBM) Pertamina di Sumatera Utara pada Kamis (1/10/2026) masih mengacu pada harga yang berlaku sejak awal Se
EKONOMI
JAKARTA Mahkamah Konstitusi (MK) merespons permintaan pihak pemohon agar Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dihadirkan dalam persidangan
NASIONAL
JAKARTA Misteri kematian Sutrimo (42), yang ditemukan tewas di depan Klinik Mordent, Jakarta Selatan, pada 23 Juli 2026, akhirnya terungkap
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Mantan Komisioner KPU periode 20072012 I Gusti Putu Artha mengungkap pengalaman mengenai dugaan adanya oknum di internal KPU yang
POLITIK
SURABAYA Polisi mengamankan delapan orang dalam penggerebekan sebuah kamar hotel di Surabaya, Jawa Timur, pada Senin (28/9/2026) dini hari.
HUKUM DAN KRIMINAL
BOGOR Pembongkaran klaster hunian mewah di Lapas Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mendapat perhatian Ombudsman RI. Lembaga
HUKUM DAN KRIMINAL