Senam Bersama di Banda Aceh, Sekda M. Nasir Ajak Warga Sukseskan Sensus Ekonomi 2026
BANDA ACEH Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, mengikuti kegiatan Senam Pemerintah Aceh bersama ratusan peserta di Kecamatan Banda
NASIONAL
MEDAN (BITV) – Salah satu masalah yang paling sering dikeluhkan oleh pengguna smartphone Android adalah memori internal yang cepat penuh.
Hal ini umumnya terjadi pada perangkat dengan kapasitas penyimpanan terbatas, di mana banyak aplikasi, baik bawaan maupun yang diunduh, menyita ruang tanpa disadari.
Tanpa manajemen yang tepat, berbagai aplikasi yang jarang digunakan atau berjalan di latar belakang justru dapat membebani sistem, memperlambat kinerja, dan mempercepat konsumsi daya baterai.
Agar ponsel Anda tetap ringan dan responsif, berikut adalah beberapa jenis aplikasi yang sebaiknya dipertimbangkan untuk dihapus atau dinonaktifkan.
1. Aplikasi Bawaan (Bloatware)
Bloatware adalah aplikasi yang sudah terinstal sejak pertama kali perangkat dinyalakan.
Meski beberapa memiliki fungsi spesifik, banyak yang sebenarnya tidak pernah dipakai pengguna.
Setiap antarmuka sistem Android memiliki jumlah bloatware yang berbeda. Misalnya:
- OxygenOS (OnePlus) dan Pixel UI (Google) cenderung lebih minimalis.
- One UI (Samsung) dan MIUI (Xiaomi) dikenal menyertakan lebih banyak aplikasi bawaan.
Perlu dicatat, tidak semua bloatware bisa dihapus karena beberapa terintegrasi ke dalam sistem.
Namun, aplikasi yang tidak krusial dapat dinonaktifkan agar tidak terus berjalan di latar belakang.
2. Aplikasi "Peningkat Kinerja"
Banyak aplikasi yang mengklaim dapat meningkatkan performa ponsel, seperti penghemat baterai, pembersih RAM, atau booster game.
Sayangnya, aplikasi semacam ini sering justru berdampak sebaliknya.
Aplikasi pembersih RAM, misalnya, akan menutup proses penting yang kemudian akan dibuka kembali oleh sistem, sehingga membuat kerja ponsel semakin berat.
Selain menguras baterai, aplikasi jenis ini juga dapat memperlambat waktu muat aplikasi saat dibuka ulang.
3. Aplikasi dengan Fungsi Ganda
Menginstal lebih dari satu aplikasi dengan fungsi serupa bisa menjadi beban tambahan untuk memori. Contohnya:
- Dua aplikasi pencatat
- Beberapa browser
- Lebih dari satu aplikasi pesan instan
Jika Anda jarang menggunakan salah satunya atau fitur-fiturnya sudah tergantikan oleh aplikasi lain, sebaiknya aplikasi tersebut dihapus untuk efisiensi ruang.
4. Game yang Sudah Lama Tidak Dimainkan
Game mobile, khususnya yang berukuran besar dan memiliki grafis tinggi, umumnya menyimpan banyak data dan sering diperbarui.
Jika Anda memiliki game yang sudah lama tidak dimainkan, menghapusnya bisa memberi ruang cukup besar bagi penyimpanan internal.
Dengan begitu, ruang tersebut bisa digunakan untuk menyimpan dokumen penting, foto, video, atau aplikasi yang lebih bermanfaat.
5. Aplikasi yang Sudah Tidak Aktif Digunakan
Banyak aplikasi diunduh karena mengikuti tren atau kebutuhan sesaat, seperti aplikasi olahraga, meditasi, atau belajar bahasa.
Namun, begitu minat menurun, aplikasi tersebut tetap ada di memori dan terus menyita ruang.
Luangkan waktu secara berkala untuk meninjau aplikasi-aplikasi yang tidak lagi Anda gunakan.
Menghapusnya dapat mempercepat kinerja ponsel dan memberikan ruang penyimpanan yang lebih longgar.
Menjaga kebersihan sistem dan memori internal adalah bagian dari pemeliharaan perangkat yang sering diabaikan.
Dengan menghapus aplikasi yang tidak perlu, Anda tak hanya menghemat ruang, tapi juga menjaga ponsel tetap cepat, efisien, dan hemat daya.
Jika Anda merasa ponsel mulai melambat atau muncul peringatan memori penuh, bisa jadi saatnya melakukan "bersih-bersih digital".*
(km/a008)
BANDA ACEH Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, mengikuti kegiatan Senam Pemerintah Aceh bersama ratusan peserta di Kecamatan Banda
NASIONAL
JAKARTA Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) mendorong semakin tingginya kebutuhan tenaga ahli di
PENDIDIKAN
SIBOLGA Kebakaran hebat melanda Pasar Sibolga Nauli, Kota Sibolga, Sumatera Utara, pada Sabtu malam, 11 Juli 2026. Api yang membakar kaw
PERISTIWA
MEDAN Polres Samosir mengamankan dua personelnya yang diduga terlibat dalam penyalahgunaan dan peredaran narkotika jenis sabu. Kedua ang
HUKUM DAN KRIMINAL
BINJAI Dewan Pimpinan Daerah Brigade Kartini AMPI (DPD BKA) Kota Binjai terus menjalankan kegiatan sosial melalui program Jumat Berkah.
NASIONAL
BATU BARA Satuan Reserse Narkoba Polres Batu Bara mengungkap dugaan peredaran narkotika golongan II jenis Etomidate atau yang dikenal se
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN PTPN I Regional 1 mengungkap dugaan aktivitas penambangan galian C ilegal yang diduga berkedok program cetak sawah di areal Hak Gu
PERISTIWA
MEDAN Kepolisian menutup sementara operasional pasar malam yang berada di Jalan Perhubungan Simpang Beo, Desa Lau Dendang, Kecamatan Per
PERISTIWA
SAMOSIR Dua anggota Polres Samosir diamankan setelah diduga terlibat dalam peredaran narkotika jenis sabu. Keduanya merupakan Aipda ES d
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia, Arifki Chaniago, menilai aktivitas politik Presiden ke7 RI Joko Widodo (Jokowi)
POLITIK