BREAKING NEWS
Sabtu, 05 September 2026

Era Baru Medis! Dokter di Chile Sukses Lakukan Operasi Tanpa Asisten, Dibantu Kamera AI

Adelia Syafitri - Kamis, 11 September 2025 08:15 WIB
Era Baru Medis! Dokter di Chile Sukses Lakukan Operasi Tanpa Asisten, Dibantu Kamera AI
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN – Dunia kedokteran kembali mencatat sejarah. Ricardo Funke, Kepala Bedah di Clinica Las Condes, Santiago, menjadi salah satu pelopor dalam penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam prosedurmedis nyata.

Pada Senin, 8 September 2025, ia sukses melakukan operasi laparoskopi pengangkatan kantong empedu tanpa kehadiran asisten manusia, berkat bantuan kamera berpemandu AI yang secara otomatis mengikuti pergerakan tangannya selama prosedur berlangsung.

"Kamera mengikuti pergerakan tangan saya ke mana pun saya bergerak, dan seluruh prosesnya sangat baik," ungkap Funke kepada Reuters.

"Kamera ini memungkinkan kami melakukan operasi seorang diri, saya melakukannya sendiri bersama robot."

Operasi tersebut memanfaatkan instrumen bedah magnetik serta sistem kamera berpemandu AI yang dapat mengenali dan melacak pergerakan alat-alat bedah secara real-time.

Kamera ini menyesuaikan sudut pandang secara otomatis tanpa perlu dikendalikan oleh manusia, sehingga memberikan fleksibilitas dan presisi lebih tinggi bagi dokter bedah.

Teknologi ini disediakan oleh Levita Magnetics, sebuah perusahaan yang bergerak dalam pengembangan sistem operasi magnetik

. CEO Levita Magnetics, Alberto Rodriguez, menyebut prosedur ini sebagai tonggak penting dalam otomasi dunia bedah.

"Ini adalah langkah pertama dalam otomatisasi bedah dengan pasien sungguhan di ruang operasi, di mana kami menunjukkan bahwa AI dapat membantu dokter bedah," kata Rodriguez.

Fenomena penggunaan AI dalam dunia medis bukanlah hal baru.

Sejumlah universitas dan pusat riset terkemuka dunia, termasuk Johns Hopkins University di Amerika Serikat, juga telah mencatat kemajuan serupa.

Pada Juli lalu, peneliti dari universitas tersebut melaporkan keberhasilan robot berpemandu AI dalam menyelesaikan prosedur kompleks pada hati dan kantong empedu babi.

Laporan dari Precedence Research memperkirakan nilai pasar robot bedah global akan mencapai USD 15,6 miliar pada tahun 2024, dan diproyeksikan melesat menjadi USD 64,4 miliar pada tahun 2034.

Pertumbuhan ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan dan adopsi teknologiAI dalam dunia medis, khususnya dalam bidang bedah minimal invasif.

Langkah berani yang diambil oleh tim medis di Clinica Las Condes menjadi bukti bahwa kolaborasi antara manusia dan kecerdasan buatan bukan hanya mungkin, tetapi juga efektif dan aman.

Meski masih dalam tahap awal, para ahli menilai bahwa peran AI dalam ruang operasi akan terus berkembang, membantu mempercepat prosedur, mengurangi kesalahan manusia, dan memberikan solusi di tengah keterbatasan tenaga medis.

Dengan kesuksesan ini, dunia kini menatap era baru bedah otomatis, di mana dokter dan teknologi bekerja berdampingan untuk memberikan pelayanan kesehatan yang lebih presisi, efisien, dan merata.*

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru