Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
MEDAN – Merek
fesyen ternama asal Amerika Serikat,
Ralph Lauren, secara resmi meluncurkan
Ask Ralph, sebuah asisten belanja virtual berbasis kecerdasan buatan (
AI) yang dirancang untuk memberikan pengalaman personal dalam memilih gaya berpakaian.
Teknologi ini dibangun dengan memanfaatkan
Azure Open
AI dari
Microsoft dan kini sudah dapat diakses melalui aplikasi
Ralph Lauren di Amerika Serikat.Peluncuran ini menandai langkah terbaru dari
Ralph Lauren dalam menghadirkan transformasi
digital di dunia mode, dengan tujuan menciptakan pengalaman belanja yang lebih cerdas, personal, dan interaktif.
Baca Juga:
"Kami memanfaatkan teknologi inovatif untuk menghadirkan pengalaman yang personal dan istimewa. Peluncuran
Ask Ralph adalah kelanjutan dari komitmen tersebut," ujar Naveen Seshadri, Chief Digital Officer
Ralph Lauren, dalam keterangan resminya di situs
Microsoft, Senin (15/9/2025).
Ask Ralph dirancang untuk meniru peran penata gaya pribadi (personal
stylist).
Melalui percakapan berbasis teks, pengguna bisa bertanya langsung mengenai saran pakaian, tren
fesyen, atau memesan produk berdasarkan preferensi gaya maupun acara tertentu.
Teknologi ini dapat memahami perintah terbuka, menanggapi pertanyaan lanjutan, hingga menyarankan outfit yang tersedia dalam stok secara real-time.
Dengan dukungan agentic
AI,
Ask Ralph memberikan saran berpakaian yang sesuai dengan kebutuhan pengguna, berdasarkan katalog produk
Ralph Lauren yang terus diperbarui.Peluncuran
Ask Ralph juga memperkuat hubungan strategis antara
Ralph Lauren dan
Microsoft yang telah terjalin selama lebih dari dua dekade.
Keduanya pertama kali bekerja sama lebih dari 25 tahun lalu dalam peluncuran salah satu platform e-commerce pertama di industri mode."Kemitraan ini menunjukkan bagaimana kecerdasan buatan dapat menghadirkan nilai tambah nyata, baik untuk merek maupun konsumen," tulis
Microsoft dalam siaran pers resminya.
Ke depan,
Ralph Lauren menegaskan bahwa
Ask Ralph akan terus dikembangkan dengan penambahan fitur baru, ekspansi ke pasar internasional, serta integrasi lintas platform dan merek.Inisiatif ini sejalan dengan tren industri
fesyen global yang kini makin bergantung pada teknologi
AI untuk memahami perilaku konsumen, meningkatkan loyalitas pelanggan, serta menciptakan pengalaman belanja yang lebih relevan dan inspiratif.*
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.