JAM Intel Kejagung Gandeng SMSI dan ABPEDNAS Awasi Program JAGA DESA hingga MBG
JAKARTA Jaksa Agung Muda Intelijen (JAM Intel) Kejaksaan Agung RI, Reda Manthovani, bertemu dengan Ketua Umum Serikat Media Siber Indone
PEMERINTAHAN
Oleh: Leonardus Aji Wibowo
FILM 2 Fast 2 Furious (2003) menjadi salah satu karya yang menanamkan nilai-nilai itu secara mendalam, menjadikannya lebih dari sekadar tontonan penuh adrenalin.
Dua dekade setelah perilisannya, gema suara mesin turbo dan lampu neon dari film ini masih terasa. Bahkan hingga ke jalanan Indonesia.Baca Juga:
Disutradarai oleh John Singleton, 2 Fast 2 Furious merupakan sekuel dari film The Fast and The Furious (2001). Film ini dibintangi oleh Paul Walker sebagai Brian O'Conner, Tyrese Gibson sebagai Roman Pearce, Eva Mendes sebagai Monica Fuentes, dan Cole Hauser sebagai Carter Verone.
Dirilis pada 6 Juni 2003, film ini diproduksi oleh Universal Pictures dengan anggaran sebesar USD 76 juta dan berhasil meraih pendapatan box office global lebih dari USD 236 juta.
Kesuksesan film ini tidak hanya dari segi finansial. 2 Fast 2 Furious mendapatkan berbagai nominasi seperti MTV Movie Awards 2004 (Best On-Screen Team) dan Teen Choice Awards 2003 (Choice Movie – Action).
Namun, keberhasilan sejatinya justru datang dari dampak budaya yang diciptakannya. Film ini memperkenalkan kepada dunia mobil-mobil JDM
(Japanese Domestic Market) seperti Nissan Skyline GT-R R34, Mitsubishi Lancer Evolution VII, dan Toyota Supra, yang kemudian menjadi ikon global dan simbol kebebasan generasi muda.
2 Fast 2 Furious bukan hanya menampilkan aksi balap liar yang memacu adrenalin. Tetapi juga menyoroti budaya otomotif Jepang yang sarat akan kreativitas dan karakter.
Sebelum film ini muncul, mobil-mobil JDM hanya dikenal di kalangan penggemar otomotif tertentu. Namun setelah film ini dirilis, mobil Jepang bertransformasi menjadi simbol gaya hidup baru—keren, cepat, dan penuh karakter.
Kultur JDM sendiri lahir dari semangat DIY (do it yourself). Di mana pemilik mobil memodifikasi kendaraan mereka agar tampil unik dan mencerminkan kepribadian. Filosofi ini menjadi daya tarik tersendiri bagi generasi muda di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.
Film ini seakan mempopulerkan gagasan bahwa mobil bukan hanya alat transportasi, melainkan ekstensi dari identitas diri—sesuatu yang dibangun dengan kerja keras, imajinasi, dan rasa bangga.
Dampak budaya dari 2 Fast 2 Furious terasa kuat hingga Indonesia. Sejak awal 2000-an, setelah film ini meledak di pasaran, komunitas otomotif Tanah Air mulai menjadikan gaya modifikasi JDM sebagai acuan utama.
JAKARTA Jaksa Agung Muda Intelijen (JAM Intel) Kejaksaan Agung RI, Reda Manthovani, bertemu dengan Ketua Umum Serikat Media Siber Indone
PEMERINTAHAN
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri bidang ekonomi ke Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis siang, 21 Mei 2026
EKONOMI
TANGERANG Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, melontarkan candaan kepada
POLITIK
MEDAN Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan menangkap seorang aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berinisi
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kepala Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri, Irjen Pol. Sentot Prasetyo, menyoroti meningkatnya ancaman ruang digital terhadap an
NASIONAL
BATU BARA Kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan oleh SMA Negeri 1 Tanjung Tiram melalui kegiatan donor darah yang dilaksanakan
PENDIDIKAN
JAKARTA Badan Pemulihan Aset (BPA) Kejaksaan RI memusnahkan 14 jam tangan mewah palsu yang disita dari terpidana kasus korupsi dan Tinda
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben Gvir menuai kecaman internasional setelah mengunggah video penahanan para aktivis ar
INTERNASIONAL
JAKARTA Kuasa hukum Presiden ke7 RI Joko Widodo, Rivai Kusumanegara, menyatakan kliennya tidak ingin terburuburu dalam penanganan kasu
HUKUM DAN KRIMINAL
OlehProf. Dr. Ahmad M RamliDULU, pertanyaan yang sering terucap adalah, masih adakah sisi kehidupan manusia yang tak tersentuh teknologi d
OPINI