JAM Intel Kejagung Gandeng SMSI dan ABPEDNAS Awasi Program JAGA DESA hingga MBG
JAKARTA Jaksa Agung Muda Intelijen (JAM Intel) Kejaksaan Agung RI, Reda Manthovani, bertemu dengan Ketua Umum Serikat Media Siber Indone
PEMERINTAHAN
Oleh: Leonardus Aji Wibowo
DISUTRADARAI oleh Dinna Jasanti Film 1 Kakak 7 Ponakan (2024) hadir sebagai kisah keluarga yang sederhana namun menyentuh. Dinna, yang dikenal lewat gaya penceritaan yang lembut dan realistis, mencoba menghadirkan cerita tentang tanggung jawab, kehilangan, dan cinta yang lahir bukan karena pilihan, melainkan karena keadaan.
Cerita ini terasa dekat dengan banyak orang. Sebab berbicara tentang situasi yang sering terjadi di sekitar kita: seseorang yang tiba-tiba harus menjadi sosok dewasa bagi orang lain. Padahal dirinya sendiri belum sepenuhnya siap.Baca Juga:
Rendra, diperankan oleh Abdur Arsyad, adalah pria yang hidup dengan santai dan bebas. Hari-harinya berjalan tanpa arah, tanpa rencana besar, dan tanpa siapa pun yang benar-benar ia pikirkan selain dirinya sendiri.
Semua berubah saat kabar duka datang. Kakaknya meninggal dunia, meninggalkan tujuh anak yang harus diasuhnya. Sejak saat itu, hidup Rendra tidak lagi tenang. Rumah yang dulu sunyi kini dipenuhi tawa, tangis, dan ribut kecil yang tak pernah berhenti.
Di awal, Rendra menolak tanggung jawab itu. Ia merasa keadaan terlalu berat dan tidak adil. Ia bukan sosok ayah. Bahkan untuk dirinya sendiri masih belum tahu arah.
Tapi waktu terus berjalan. Hari demi hari, ia terjebak dalam rutinitas yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Menyiapkan sarapan, membantu anak belajar, menenangkan yang menangis, hingga ikut tertawa di tengah kekacauan kecil. Tanpa disadari, rasa tanggung jawab perlahan berubah menjadi kasih.
Dinna Jasanti tidak menampilkan kisah ini dengan cara berlebihan. Tidak ada drama yang dibuat-buat, tidak ada adegan yang terlalu ingin membuat penonton menangis. Semua terasa alami dan jujur.
Kamera menyorot hal-hal kecil yang sering terlewat. Seperti piring kotor di meja makan, sandal yang berserakan, atau lampu yang dibiarkan menyala semalaman.
Dari hal-hal sederhana itu muncul kehangatan yang nyata, bahwa rumah sejati tidak selalu rapi atau sempurna. Tetapi selalu hidup karena ada cinta yang tumbuh di dalamnya.
Rendra perlahan berubah. Ia mulai memahami bahwa keluarga bukanlah sesuatu yang bisa dipilih, melainkan sesuatu yang dijaga. Setiap anak membawa tantangan dan cerita sendiri.
Ada yang keras kepala, ada yang manja, ada yang diam tapi penuh perasaan. Dalam kelelahan, Rendra menemukan arti dari hadir bagi orang lain. Ia belajar bahwa mencintai tidak selalu mudah, tapi selalu memberi arti.
JAKARTA Jaksa Agung Muda Intelijen (JAM Intel) Kejaksaan Agung RI, Reda Manthovani, bertemu dengan Ketua Umum Serikat Media Siber Indone
PEMERINTAHAN
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri bidang ekonomi ke Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis siang, 21 Mei 2026
EKONOMI
TANGERANG Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, melontarkan candaan kepada
POLITIK
MEDAN Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan menangkap seorang aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berinisi
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kepala Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri, Irjen Pol. Sentot Prasetyo, menyoroti meningkatnya ancaman ruang digital terhadap an
NASIONAL
BATU BARA Kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan oleh SMA Negeri 1 Tanjung Tiram melalui kegiatan donor darah yang dilaksanakan
PENDIDIKAN
JAKARTA Badan Pemulihan Aset (BPA) Kejaksaan RI memusnahkan 14 jam tangan mewah palsu yang disita dari terpidana kasus korupsi dan Tinda
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben Gvir menuai kecaman internasional setelah mengunggah video penahanan para aktivis ar
INTERNASIONAL
JAKARTA Kuasa hukum Presiden ke7 RI Joko Widodo, Rivai Kusumanegara, menyatakan kliennya tidak ingin terburuburu dalam penanganan kasu
HUKUM DAN KRIMINAL
OlehProf. Dr. Ahmad M RamliDULU, pertanyaan yang sering terucap adalah, masih adakah sisi kehidupan manusia yang tak tersentuh teknologi d
OPINI