BREAKING NEWS
Rabu, 01 April 2026

Muncul Sinkhole di Sumbar, BRIN Jelaskan Risiko dan Bahaya Air di Dalamnya

Adam - Jumat, 16 Januari 2026 19:40 WIB
Muncul Sinkhole di Sumbar, BRIN Jelaskan Risiko dan Bahaya Air di Dalamnya
sinkhole atau lubang runtuhan tanah yang muncul di sejumlah wilayah Sumatera Barat. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengingatkan masyarakat agar tidak langsung mengonsumsi air yang terdapat di dalam sinkhole atau lubang runtuhan tanah yang muncul di sejumlah wilayah Sumatera Barat.

BRIN menegaskan air tersebut harus melalui uji kualitas sesuai standar kesehatan.

Kepala Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN, Adrin Tohari, mengatakan kelayakan air sinkhole hanya dapat ditentukan melalui analisis laboratorium.

Baca Juga:

Pemeriksaan meliputi kejernihan, warna, bau, rasa, pH, kandungan bakteri berbahaya seperti Escherichia coli, serta logam berat.

"Air harus diuji secara kimia dan mikrobiologi sesuai standar yang diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan," kata Adrin, Jumat (16/1/2026).

Adrin menjelaskan sinkhole merupakan fenomena alam akibat runtuhnya lapisan batugamping di bawah permukaan tanah.

Proses ini terjadi dalam jangka panjang, dipicu air hujan yang bersifat asam karena menyerap karbon dioksida, sehingga melarutkan batuan dan membentuk rongga bawah tanah.

Seiring waktu, rongga membesar dan melemahkan lapisan penutupnya.

Saat hujan lebat, lapisan tersebut tidak mampu menahan beban di atasnya dan runtuh secara tiba-tiba.

"Itulah yang kemudian membentuk lubang runtuhan di permukaan tanah," ujarnya.

Menurut BRIN, fenomena sinkhole relatif sering terjadi di wilayah karst atau kawasan batugamping seperti Gunung Kidul, Pacitan, dan Maros.

Salah satu tantangan mitigasi sinkhole adalah sulitnya mendeteksi tanda awal kemunculannya karena proses terjadi di bawah permukaan tanah.

Meski demikian, Adrin menyebut rongga bawah tanah dapat diidentifikasi melalui survei geofisika, seperti metode gayaberat, georadar, dan geolistrik.

Metode tersebut membantu memetakan potensi sinkhole agar dapat diantisipasi lebih dini.

BRIN juga mengingatkan permukiman yang berdiri di atas lapisan batugamping memiliki risiko lebih tinggi.

Salah satu tanda yang perlu diwaspadai adalah hilangnya aliran air permukaan secara mendadak.

"Jika air tiba-tiba menghilang, bisa jadi masuk ke rongga bawah tanah dan berpotensi memicu runtuhan," kata Adrin.

Sebagai langkah pencegahan, BRIN merekomendasikan metode rekayasa geoteknik berupa cement grouting untuk mengisi rongga bawah tanah dan meningkatkan stabilitas batuan.*

(d/dh)

Editor
: Adam
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Prabowo Tambah Dana Riset Perguruan Tinggi Jadi Rp 12 Triliun
Heboh! Tanah di Sumbar Ambles, Pakar UGM Ungkap Penyebabnya
Waspada! Pergerakan Tanah Terus Terjadi di Sinkhole Sumbar, Warga Diminta Menjauh
Mengembalikan Periset BRIN ke Daerah
Joko Widodo Pimpin Task Force BRIN, Banjir Sumatera Ditangani Berbasis Data dan Teknologi Canggih
Kapolda Aceh Tekankan Penguatan Kamtibmas dan Pelayanan Publik di Polres Bener Meriah
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru