BREAKING NEWS
Jumat, 03 April 2026

Mendikdasmen Abdul Mu’ti: Jangan Putus Asa Mencari Kebenaran di Tengah Gempuran Hoaks

Administrator - Senin, 16 Februari 2026 20:28 WIB
Mendikdasmen Abdul Mu’ti: Jangan Putus Asa Mencari Kebenaran di Tengah Gempuran Hoaks
Mendikdasmen sekaligus Sekretaris PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, dalam acara pengukuhan guru besar di UMSU, Senin (16/2/2026). (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) sekaligus Sekretaris Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Abdul Mu'ti, menyoroti krisis kebenaran di era digital yang kian kompleks.

Hal itu disampaikannya dalam acara pengukuhan guru besar di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Senin (16/2/2026).

Dalam sambutannya, Abdul Mu'ti menegaskan bahwa masyarakat tidak boleh putus asa dalam mencari kebenaran di tengah tantangan era post-truth dan perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Baca Juga:

"Meski demikian, kita tidak boleh putus asa dalam mencari kebenaran," ujarnya.

Mengutip buku The Future of Truth karya Werner Herzog, ia menyebut dunia saat ini semakin sulit membedakan fakta dan pabrikasi, kebenaran dan hoaks.

Menurutnya, di era post-truth, kebenaran tak lagi ditentukan oleh ilmu pengetahuan atau hukum, melainkan oleh popularitas dan viralitas.

"Viralitas sendiri bisa dikerjakan oleh robot," katanya.

Abdul Mu'ti juga menyinggung dampak kemajuan teknologi dan AI terhadap kehidupan manusia.

Ia menilai perkembangan teknologi membuat sebagian manusia merasa semakin berkuasa dan perlahan menjauh dari nilai-nilai spiritual.

"Di era ini agama selalu menghadapi tantangan, salah satunya ateisme. Kemajuan teknologi membuat manusia merasa dirinya berkuasa, padahal itu kehendak Tuhan," ujarnya.

Menurut dia, kemajuan teknologi juga berpotensi melahirkan kesepian dan kekosongan makna.

Karena itu, kehadiran tokoh agama dan cendekiawan tetap diperlukan sebagai penuntun moral.

"AI tidak bisa membangun mana yang benar dan mana yang salah," katanya.

Ia menekankan bahwa profesor pada era sekarang bukan sekadar gelar akademik, melainkan figur yang memiliki keteladanan intelektual, menjadi agen perubahan peradaban, serta agen perubahan spiritual.

Sementara itu, Rektor UMSU Agussani menyampaikan bahwa pengukuhan guru besar kali ini merupakan yang kedua pada 2026.

UMSU menargetkan tujuh guru besar baru sepanjang tahun ini, dengan total 34 guru besar yang saat ini masih dalam proses.

"Kami berharap apa yang disampaikan dalam pidato pengukuhan ini menjadi bagian tak terpisahkan dalam menjaga kualitas universitas," ujarnya.*


(at/ad)

0 komentar
Tags
beritaTerkait
DPC Gerindra Padangsidimpuan Rayakan HUT ke-18 dengan Bagikan Ratusan Sembako, Targetkan Rebut Kursi DPRD 2030
Depicab SOKSI Kota Binjai Periode 2026-2027 Resmi Dikukuhkan, Dukung Golkar Menatap Pemilu 2029
Analis Komunikasi Politik Ungkap Keuntungan PDIP Jika Kembali Usung Megawati Maju Pilpres 2029: Prabowo Punya Lawan Sepadan
Ketum Jokowi Mania Tantang Ketum Parpol: “Malulah Jadi Cawapres, Tarung Saja di Posisi Presiden”
Eggi Sudjana Geram Disebut “Dibeli Jokowi” dan “Tuyul” Oleh Roy Suryo: “Saya Bisa Gebukin!”
Masjid Agung Baitul Ghafur Abdya: Ikon Religi dan Destinasi Wisata Menjelang Ramadan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru