Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
JAKARTA - Google resmi menghadirkan fitur baru pada layanan Google Earth versi web berupa Flight Simulator.
Fitur ini memungkinkan pengguna menjelajahi berbagai wilayah di dunia dari sudut pandang udara, layaknya mengemudikan pesawat virtual di atas peta dan citra satelit.
Fitur Flight Simulator sebelumnya sudah tersedia di Google Earth versi desktop.
Baca Juga:
Namun, kehadirannya di versi web membuat pengguna kini bisa mengaksesnya langsung melalui peramban tanpa perlu mengunduh aplikasi tambahan.
Melalui fitur ini, pengguna dapat menerbangkan pesawat virtual untuk menjelajahi berbagai lokasi di dunia.
Tampilan peta Google Earth akan berubah menjadi simulasi penerbangan yang mengikuti pergerakan pesawat secara real time.
Untuk mengaksesnya, pengguna cukup membuka situs https://earth.google.com, lalu memilih wilayah yang ingin dijelajahi.
Setelah itu, pengguna dapat masuk ke menu "Explore Earth", kemudian memilih "Tools" dan fitur "Flight Simulator".
Setelah fitur aktif, pengguna dapat mengendalikan pesawat menggunakan mouse atau tombol arah pada keyboard.
Kecepatan pesawat juga bisa diatur melalui kontrol di sisi layar atau dengan tombol "Page Up" untuk mempercepat dan "Page Down" untuk memperlambat.
Dalam uji coba awal, fitur ini disebut cukup sensitif terhadap kontrol, sehingga pesawat mudah berubah arah secara tidak sengaja.
Kondisi ini membuat pengguna perlu beradaptasi sebelum dapat mengendalikan simulasi dengan stabil.
Jika pesawat jatuh, pengguna dapat mengulang penerbangan dengan menekan tombol "Restart".
Google menyebut fitur Flight Simulator saat ini masih dalam tahap eksperimen (experimental).
Artinya, pengguna masih dapat menemukan sejumlah ketidaksempurnaan selama penggunaan.
Fitur ini juga tidak ditujukan sebagai alat pelatihan penerbangan profesional, melainkan sebagai sarana eksplorasi dan hiburan bagi pengguna.
Meski masih bersifat uji coba, fitur Flight Simulator di Google Earth sudah mulai dapat diakses secara bertahap oleh pengguna di seluruh dunia, termasuk Indonesia.*
(km/ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.