BREAKING NEWS
Senin, 10 Agustus 2026

Kepala BRIN: Selesaikan Masalah Nggak Harus Pakai Teknologi Canggih

Adelia Syafitri - Senin, 10 Agustus 2026 15:32 WIB
Kepala BRIN: Selesaikan Masalah Nggak Harus Pakai Teknologi Canggih
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria. (Foto: Dok. Humas BRIN)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria mengatakan tidak semua persoalan di masyarakat harus diselesaikan dengan teknologi yang canggih.

Dalam kegiatan Indonesia Innovator Award 2026 di Jakarta, Senin (10/8/2026), Arif mengungkapkan teknologi sederhana seperti sepatu karet tanpa lem dan jahitan bukanlah riset sembarangan, melainkan solusi nyata untuk menjawab kebutuhan masyarakat prasejahtera akan alas kaki yang awet, murah, dan mudah dirawat.

"Kita memberikan solusi untuk teknologi, bagi anda teman-teman, saudara-saudara kita yang kurang mampu, sehingga kita pun harus berempati kebutuhan masyarakat," katanya.

Baca Juga:

Selain sepatu, Arif menyoroti inovasi lain yang kerap diremehkan, seperti teknologi pembuatan genteng dari komposit serabut kelapa, limbah bambu, dan sawit, hingga mesin pengolah sampah organik bernama Lahsamor. Ia mengaku sempat diledek karena mesin tersebut dianggap bisa dibuat oleh siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

"Saya pernah diledek, kenapa BRIN mengembangkan Lahsamor? Lahsamor itu mesin pengolah sampah organik. Orang SMK juga bisa, memang betul, teknologi sederhana semua orang bisa. Tapi kenapa orang lain tidak melakukan? Kekuatan kreativitas ide, dengan teknologi sederhana bisa menyelesaikan masalah," ujarnya.

Menurut Arif, kehebatan sebuah inovasi tidak hanya diukur dari tingkat kecanggihannya, melainkan dari kreativitas dalam memecahkan masalah. Ia menegaskan teknologi sederhana pun bisa menjadi solusi krusial bagi permasalahan pelik seperti pengelolaan sampah di Indonesia, asalkan mampu dimasyarakatkan dan diterapkan dengan baik.

"Kadang-kadang orang tidak mau berempati, maunya teknologi tinggi semuanya. Nanti kalau teknologi tinggi semuanya, orang mengkritik juga, kok tinggi? Apa untuk rakyat?" lanjut dia.

Oleh karena itu, BRIN akan terus mengembangkan inovasi secara berjenjang (multi-level), mulai dari teknologi sederhana hingga teknologi tingkat lanjut (advanced technology). Semuanya dilakukan dengan satu muara tujuan, yakni memberikan tingkat kemanfaatan yang maksimal bagi masyarakat luas.

"Sekali lagi, teknologi tinggi, teknologi yang maju, orientasinya tetap pada kemanfaatan. Teknologi sederhana tidak kita hindari, sepanjang itu adalah sesuatu yang belum pernah ada, yang itu adalah kreativitas dari para periset kita. Jadi kita harus terus mengapresiasi para periset yang dengan teknologi ber-multilevel ini, yang penting adalah menyelesaikan masalah," tutur Arif Satria.* (an/dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Maruli Siahaan dan BPIP Dorong Generasi Muda Amalkan Pancasila di Tengah Tantangan Digital
Berharap Apa dari Pertemuan Presiden dengan Periset BRIN?
Prabowo Akan Rombak Buku Pelajaran SD-SMA, Ini Alasan dan Perubahannya
Mahasiswa Merapat! PKL Kemendikti Saintek 2026 Batch 3 Dibuka, Ini 9 Posisi yang Bisa Dipilih
iPhone 20 Dikabarkan Hadir 2027! Bawa Layar Melengkung hingga Face ID di Bawah Layar
BI dan BRIN Kaji Potensi Danau Toba Jadi Kawasan Ekonomi Khusus
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru