KY Tetapkan 14 Calon Hakim, DPR Segera Uji Kelayakan dan Kepatutan
JAKARTA Komisi Yudisial (KY) menetapkan 14 calon hakim agung dan hakim ad hoc di Mahkamah Agung (MA) untuk diusulkan kepada DPR RI. Para
POLITIK
JAKARTA - Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria mengatakan tidak semua persoalan di masyarakat harus diselesaikan dengan teknologi yang canggih.
Dalam kegiatan Indonesia Innovator Award 2026 di Jakarta, Senin (10/8/2026), Arif mengungkapkan teknologi sederhana seperti sepatu karet tanpa lem dan jahitan bukanlah riset sembarangan, melainkan solusi nyata untuk menjawab kebutuhan masyarakat prasejahtera akan alas kaki yang awet, murah, dan mudah dirawat.
"Kita memberikan solusi untuk teknologi, bagi anda teman-teman, saudara-saudara kita yang kurang mampu, sehingga kita pun harus berempati kebutuhan masyarakat," katanya.Baca Juga:
Selain sepatu, Arif menyoroti inovasi lain yang kerap diremehkan, seperti teknologi pembuatan genteng dari komposit serabut kelapa, limbah bambu, dan sawit, hingga mesin pengolah sampah organik bernama Lahsamor. Ia mengaku sempat diledek karena mesin tersebut dianggap bisa dibuat oleh siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
"Saya pernah diledek, kenapa BRIN mengembangkan Lahsamor? Lahsamor itu mesin pengolah sampah organik. Orang SMK juga bisa, memang betul, teknologi sederhana semua orang bisa. Tapi kenapa orang lain tidak melakukan? Kekuatan kreativitas ide, dengan teknologi sederhana bisa menyelesaikan masalah," ujarnya.
Menurut Arif, kehebatan sebuah inovasi tidak hanya diukur dari tingkat kecanggihannya, melainkan dari kreativitas dalam memecahkan masalah. Ia menegaskan teknologi sederhana pun bisa menjadi solusi krusial bagi permasalahan pelik seperti pengelolaan sampah di Indonesia, asalkan mampu dimasyarakatkan dan diterapkan dengan baik.
"Kadang-kadang orang tidak mau berempati, maunya teknologi tinggi semuanya. Nanti kalau teknologi tinggi semuanya, orang mengkritik juga, kok tinggi? Apa untuk rakyat?" lanjut dia.
Oleh karena itu, BRIN akan terus mengembangkan inovasi secara berjenjang (multi-level), mulai dari teknologi sederhana hingga teknologi tingkat lanjut (advanced technology). Semuanya dilakukan dengan satu muara tujuan, yakni memberikan tingkat kemanfaatan yang maksimal bagi masyarakat luas.
"Sekali lagi, teknologi tinggi, teknologi yang maju, orientasinya tetap pada kemanfaatan. Teknologi sederhana tidak kita hindari, sepanjang itu adalah sesuatu yang belum pernah ada, yang itu adalah kreativitas dari para periset kita. Jadi kita harus terus mengapresiasi para periset yang dengan teknologi ber-multilevel ini, yang penting adalah menyelesaikan masalah," tutur Arif Satria.* (an/dh)
JAKARTA Komisi Yudisial (KY) menetapkan 14 calon hakim agung dan hakim ad hoc di Mahkamah Agung (MA) untuk diusulkan kepada DPR RI. Para
POLITIK
JAKARTA Polda Metro Jaya meningkatkan penanganan kasus kematian Sutrimo, pria yang disebut sebagai Kepala Rumah Tangga (Karumga) mantan
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Istana Kepresidenan meminta seluruh pihak bekerja keras mempercepat pemadaman kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger
NASIONAL
JAKARTA Ekonom menilai Destry Damayanti merupakan sosok yang tepat untuk melanjutkan kepemimpinan Bank Indonesia (BI). Penilaian tersebu
NASIONAL
JAKARTA Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan pemerintah memprioritaskan pendaftar baru untuk menyaksikan upacara peringatan
NASIONAL
JAKARTA Ketua MPR RI Ahmad Muzani menyebut pengelolaan keuangan negara menunjukkan tren yang semakin baik setelah adanya kecenderungan pos
NASIONAL
JAKARTA Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria mengatakan tidak semua persoalan di masyarakat harus diselesaikan denga
SAINS DAN TEKNOLOGI
JAKARTA Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya meningkatkan penanganan perkara kematian Sutrimo, yang
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyoroti kebiasaan dalam sejumlah perlombaan atau karnaval 17 Agustus yang menampilkan pria menge
AGAMA
JAKARTA Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi angkat bicara mengenai isu rencana demonstrasi besar yang disebut bakal terj
NASIONAL