BREAKING NEWS
Senin, 24 Agustus 2026

Ngebut di Era Digital Menkomdigi Ungkap 4G Nyaris Sikat 99% Penduduk, 5G Masih Merayap

Johan - Senin, 24 Agustus 2026 20:12 WIB
Ngebut di Era Digital Menkomdigi Ungkap 4G Nyaris Sikat 99% Penduduk, 5G Masih Merayap
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid. (Foto: drupal.kominfo)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengungkap perkembangan infrastruktur internet Indonesia. Hingga kuartal I 2026, cakupan layanan 4G telah mencapai 98,96 persen berdasarkan populasi, sementara jaringan 5G masih berada di tahap awal dengan cakupan sekitar 2,38 persen wilayah.

Meutya mengatakan pemerintah bersama penyelenggara telekomunikasi terus memperluas pembangunan infrastruktur digital, termasuk jaringan fiber optik yang kini mencapai lebih dari 1,19 juta kilometer.

Rinciannya, jaringan fiber optik laut atau Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) mencapai 131.325,99 kilometer. Sementara jaringan fiber optik darat mencapai 1.061.727,57 kilometer.

Baca Juga:

Jaringan tersebut menghubungkan berbagai wilayah Indonesia, mulai dari antarpulau hingga kota, kabupaten, kecamatan dan desa.

"Dengan cakupan tersebut, infrastruktur fiber optik kini telah menjangkau 53.382 desa atau 63,79 persen dari 83.687 desa di Indonesia," kata Meutya, Senin (24/8/2026).

Selain jaringan utama, pemerintah juga membangun Optical Distribution Point (ODP) sebagai titik pembagi sinyal fiber optik sebelum koneksi diteruskan ke pelanggan.

Hingga saat ini, tercatat 2.712.813 titik ODP telah terpasang. Infrastruktur tersebut disebut telah mencakup sekitar 43.233 desa atau 51,66 persen dari total desa di Indonesia.

"Dengan ODP tersebut, setara dengan 51,66 persen (43.233 desa) dari 83.687 desa di Indonesia yang telah tercover untuk menyebarkan sinyal optik ke pelanggan," ujar Meutya.

Di sektor jaringan seluler, pembangunan 4G menunjukkan cakupan yang jauh lebih luas. Hingga kuartal I 2026, layanan 4G telah menjangkau 98,96 persen populasi atau sekitar 267 juta jiwa.

Namun, jika dihitung berdasarkan luas wilayah, cakupan 4G masih sekitar 54,23 persen atau setara dengan 1,03 juta kilometer persegi.

Sementara itu, jaringan 5G masih dalam tahap pengembangan sejak pertama kali dikomersialkan di Indonesia pada Mei 2021.

"Adapun jaringan 5G masih dalam tahap awal pengembangan, dengan cakupan sekitar 2,38 persen wilayah, namun sudah mampu melayani sekitar 109 juta jiwa, menunjukkan langkah awal yang positif menuju transformasi digital berkecepatan tinggi di seluruh pelosok Indonesia," kata Meutya.

Pemerintah menargetkan kecepatan akses internet terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan. Berdasarkan Rencana Strategis Kementerian Komunikasi dan Digital 2025-2029, kecepatan internet nasional ditargetkan meningkat secara bertahap hingga 100 Mbps pada 2029.

Untuk layanan mobile broadband, kecepatan rata-rata nasional pada 2024 tercatat 47,02 Mbps dan ditargetkan meningkat menjadi sekitar 60 Mbps pada 2026.

Sedangkan layanan fixed broadband yang pada 2024 memiliki kecepatan rata-rata nasional 51,30 Mbps juga menjadi bagian dari agenda peningkatan kualitas konektivitas digital nasional.

Di sisi lain, pemerintah masih menghadapi tantangan pemerataan akses internet, khususnya di wilayah tertinggal, terdepan dan terluar (3T).

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menyampaikan target agar 2.500 desa di wilayah 3T yang belum memiliki akses internet dapat segera terhubung.

Dalam kunjungannya ke Pulau Miangas, Sulawesi Utara, pada 9 Mei 2026, Prabowo mengatakan pemerintah akan memperkuat jaringan agar masyarakat di wilayah tersebut dapat menggunakan layanan telekomunikasi secara lebih optimal.

Pemerintah kini terus mendorong pemerataan infrastruktur digital agar peningkatan kualitas jaringan tidak hanya terkonsentrasi di wilayah perkotaan, tetapi juga dapat dirasakan masyarakat di berbagai pelosok Indonesia.* (d/dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Video Demo Lama Diedit Ulang, Menkomdigi Ungkap Modus Hoaks Jelang HUT RI
Pemko Tanjungbalai Dukung Program Literasi Digital 2026, Mahyaruddin: Masyarakat Harus Cakap dan Bijak Bermedia
Kemenkomdigi Siap Dampingi Pemda Percepat Transformasi Digital, Fokus Integrasi Data dan AI di Forum Komdigi APEKSI 2026
Menkomdigi: Spam Judi Online Kini Banyak Sasar Akun Influencer Daerah
Usai Kasus Dugaan Penyekapan, Menkomdigi Ingatkan Bahaya Kenalan di Media Sosial dan Aplikasi Kencan: Jangan Mudah Percaya!
Meutya Bantah Data WNI Ditransfer ke AS: Tetap Tunduk UU Indonesia
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru