BREAKING NEWS
Jumat, 04 September 2026

Temukan Bug Kritis Kurang dari 2 Jam! Google Resmi Rilis Gemini 3.8 Flash dan AI Khusus Keamanan Siber

Adelia Syafitri - Kamis, 03 September 2026 09:44 WIB
Temukan Bug Kritis Kurang dari 2 Jam! Google Resmi Rilis Gemini 3.8 Flash dan AI Khusus Keamanan Siber
Google resmi merilis Gemini 3.8 Flash, model kecerdasan buatan (AI) terbaru yang difokuskan untuk kemampuan reasoning dan coding. (Foto: Dok. blog.google)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Google resmi merilis Gemini 3.8 Flash, model kecerdasan buatan (AI) terbaru yang difokuskan untuk kemampuan reasoning dan coding. Bersamaan dengan itu, Google juga memperkenalkan Gemini 3.8 Flash Cyber yang dirancang khusus untuk mencari dan memperbaiki celah keamanan secara otomatis.

Google mengklaim Gemini 3.8 Flash Cyber mampu menghasilkan patch Chrome yang benar 2,6 kali lebih banyak dibandingkan model komersial besar lain yang diuji tim keamanan Chrome.

Tak hanya itu, model tersebut disebut mampu menemukan satu kerentanan kritis dalam waktu kurang dari dua jam. Google menyebut pekerjaan serupa biasanya dapat membutuhkan waktu hingga berbulan-bulan.

Baca Juga:

Gemini 3.8 Flash dan Gemini 3.8 Flash Cyber resmi dirilis pada 2 September 2026. Peluncuran ini hanya berjarak sekitar tiga minggu setelah Gemini 3.7 Flash dan menjadi rilis model Flash ketiga Google dalam enam minggu terakhir.

Google menyebut Gemini 3.8 Flash sebagai model reasoning dan coding paling canggih yang pernah mereka buat. Model tersebut dirancang untuk kebutuhan software engineering jangka panjang, workflow berbasis agen AI, serta pekerjaan kompleks yang membutuhkan proses reasoning dalam banyak tahapan.

Untuk harga, Gemini 3.8 Flash tetap dibanderol sama seperti generasi sebelumnya selama masa perkenalan, yakni USD 0,75 untuk satu juta input token dan USD 3,75 untuk satu juta output token.

Gemini 3.8 Flash Cyber

Gemini 3.8 Flash Cyber dikembangkan secara khusus untuk menemukan kerentanan sekaligus membuat patch keamanan secara otomatis.

Google mengklaim model tersebut mengungguli Gemini 3.5 Flash Cyber serta sejumlah model AI frontier yang lebih besar dalam benchmark CyberGym.

Pengujian juga dilakukan terhadap basis kode yang mencakup 20 bahasa pemrograman. Hasilnya, Gemini 3.8 Flash Cyber diklaim memiliki tingkat keberhasilan menemukan kerentanan di atas 70%.

Tim Chrome Security Google kemudian menemukan model tersebut mampu menghasilkan 2,6 kali lebih banyak patch yang benar untuk kerentanan Chrome dibandingkan model komersial besar lain yang mereka uji.

Sementara itu, tim Cloud Vulnerability Research Google menggunakan Gemini 3.8 Flash Cyber untuk menemukan satu kerentanan kritis dalam waktu kurang dari dua jam.

Perusahaan keamanan siber Wiz juga menguji model tersebut. Berdasarkan pengujian itu, Gemini 3.8 Flash Cyber dilaporkan mencatat recall 7,5% hingga 9,7% lebih tinggi dengan biaya 2,3 hingga 5,2 kali lebih murah dibandingkan sejumlah model frontier terkemuka lainnya.

Google menegaskan Gemini 3.8 Flash Cyber lebih diarahkan untuk kebutuhan pertahanan siber, terutama menemukan dan memperbaiki kerentanan, bukan untuk menyerang atau mengeksploitasi celah keamanan.

Akses Gemini 3.8 Flash Cyber Dibatasi

Berbeda dengan Gemini 3.8 Flash reguler, versi Cyber tidak tersedia secara bebas untuk publik. Google membatasi aksesnya melalui Fairwind Program.

Program tersebut ditujukan bagi lembaga pemerintah dan otoritas keamanan siber nasional, operator infrastruktur kritis, penyedia platform teknologi inti, serta tim keamanan yang telah diverifikasi Google.

Sementara Gemini 3.8 Flash reguler sudah tersedia untuk developer melalui Gemini API, Google AI Studio, Android Studio, dan Antigravity. Model tersebut juga tersedia bagi pelanggan perusahaan melalui Gemini Enterprise.

Pengguna Google AI Pro dan Ultra juga dapat mengakses Gemini 3.8 Flash melalui aplikasi Gemini, AI Mode di Google Search, serta Gemini di Google Sheets.* (dn/dh)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Wakil Wali Kota Medan Apresiasi Siswa Nanyang Zhi Hui, Borong Prestasi di Kompetisi Robotik Internasional
Google Rayakan HUT ke-81 RI Lewat Doodle Bertema Tenun Nusantara
Diadukan Warga soal Kampanye LGBTIQ+, Komdigi Minta Apple-Google Hapus Hornet dari Indonesia
Nadiem Bantah Rekayasa Transaksi Rp809 Miliar, Klaim Tak Sepeser pun Diterimanya
Eks Bos GoTo Bantah Rp809 Miliar Dinikmati Nadiem Makarim
Sosok Ibra, Bocah SD Asal Boyolali yang Temukan Celah Keamanan Sistem NASA
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru