BREAKING NEWS
Sabtu, 03 Oktober 2026

Data Pribadi Menkomdigi Meutya Hafid Diduga Bocor dan Dijual Rp2.000, Ini Faktanya

Nurul - Sabtu, 03 Oktober 2026 21:21 WIB
Data Pribadi Menkomdigi Meutya Hafid Diduga Bocor dan Dijual Rp2.000, Ini Faktanya
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid. (foto: Dunia Meutya/fb)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Dugaan kebocoran data pribadi Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mencuat di media sosial.

Isu tersebut menjadi perhatian setelah pemilik akun Instagram @realmrbert mengunggah video yang mengklaim menampilkan dokumen dan informasi sensitif milik sang menteri.

Dalam video tersebut, pemilik akun menyebut sejumlah data pribadi Meutya Hafid, termasuk foto KTP, data keluarga, hingga kata sandi, berada dalam penguasaannya.

Baca Juga:

Namun, keaslian dan sumber data yang ditampilkan dalam video tersebut belum dapat dipastikan secara independen.

"Kepada Ibu Meutya Hafid yang terhormat, Menteri Komdigi Indonesia. Ibu, ini adalah foto KTP-mu, atau pernah jadi foto KTP-mu. Benar tidak Ibu? Ini adalah data keluargamu, data anakmu, data suamimu yang saya tutupi untuk menjaga privasi Ibu. Ini adalah kata sandi Ibu yang jelas semuanya bisa dibaca. Kata sandi seorang Menteri Komdigi," ujar akun tersebut dalam videonya, Sabtu, 3 Oktober 2026.

Pemilik akun tersebut mengatakan unggahan itu bukan ditujukan untuk mempermalukan Meutya Hafid ataupun melakukan doxing.

Ia mengklaim aksinya merupakan bentuk peringatan mengenai persoalan keamanan data pribadi di Indonesia.

Menurut dia, kebocoran data pribadi telah menjadi persoalan yang serius.

Ia juga mengaitkan persoalan tersebut dengan maraknya penipuan yang menyasar masyarakat.

"Bagaimana jikalau seorang menteri nomor satu yang harusnya peduli dengan kebocoran datanya saja bocor separah ini, bagaimana kami rakyat kecil di bawah ini? Tahukah Ibu bahwa kami jadi target penipuan nonstop dari seluruh arah? Tahukah Ibu bahwa kami tidak berani lagi mengangkat telepon karena kemungkinan besar dari 10 telepon yang kami terima, banyak sekali penipu yang tahu data pribadi kami?" tuturnya.

Dalam video tersebut, pemilik akun juga mengklaim adanya praktik jual beli data pribadi.

Ia menyebut data seseorang dapat diperjualbelikan dengan harga sekitar Rp10.000.

Ia bahkan mengklaim data pribadi Meutya Hafid dapat diperoleh dengan harga yang jauh lebih murah.

"Baru-baru ini dijual data Rp10.000 per satu orang, kita bisa dapat seluruh wajahnya, lokasinya, semua itu bisa didapatkan Ibu. Tapi Rp10.000 itu masih terlalu mahal, karena saya pribadi tahu sumbernya di mana bisa membeli data Ibu. Itu cuma Rp2.000. Menteri Komdigi yang posisinya sangat tinggi, yang harusnya dijaga data pribadinya, bisa dibeli dengan harga Rp2.000," ungkap akun @realmrbert.

Klaim mengenai harga dan sumber data tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

Pemilik akun juga mengatakan dirinya berharap Meutya Hafid dapat menggunakan kewenangannya untuk memperkuat perlindungan data pribadi masyarakat.

"Saya tidak merendahkan Ibu, saya berbicara dengan nada yang begitu menghormati Ibu karena Ibu adalah seseorang yang punya power. Ketika Ibu dipilih dulu, saya merasa ada harapan baru karena yang dipilih adalah sosok yang muda dan pintar. Saya berharap ada perbaikan penanganan kebocoran data di Indonesia agar kebocoran ini bisa berhenti," tambahnya.

Di akhir videonya, pemilik akun menyampaikan permintaan maaf apabila pernyataannya dianggap terlalu keras.

Ia mengatakan unggahan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap keamanan data masyarakat.

"Saya mau tindakan penipuan itu harus berhenti. Saya minta maaf kalau menyinggung keras pihak-pihak tertentu. Jangan sebarkan buzzer untuk takedown video ini. Ini adalah bukti sayangnya saya untuk Indonesia dan bukti saya peduli kepada Ibu Meutya Hafid. Jika Ibu sudah tahu sekarang, lakukan sesuatu untuk memperbaikinya," pungkasnya.

Hingga berita ini disusun, dugaan kebocoran tersebut masih berupa klaim yang beredar di media sosial.

Keaslian dokumen, data, serta kata sandi yang disebut dalam video perlu dikonfirmasi kepada pihak terkait.

Publik juga perlu berhati-hati untuk tidak mengunduh, menyimpan, atau menyebarluaskan data pribadi yang diduga bocor karena dapat memperluas penyebaran informasi sensitif dan berpotensi merugikan pemilik data.* (oz/ad)

Editor
: Mass Arie
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Meski Anjlok 75 Persen, Aksi Pelemparan Kereta Api di Sumut Masih Jadi Teror Utama yang Disorot KAI
MBG, Masihkah Ada Kesempatan Kedua?
Bupati Batu Bara Dukung Operasi Gabungan Perkuat Pengawasan Perairan dan Orang Asing
Cegah TPPO dan Aktivitas Ilegal, Bupati Baharuddin Siagian Dukung Penguatan Pengawasan Perairan Batu Bara dan Sergai
Batu Bara Masuk 10 Besar Risiko Kejahatan di Sumut, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Pemko Medan Perkuat Keamanan Digital, ASN Diingatkan Waspadai Celah Siber
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru