Menuju Jakarta 500 Tahun: Mampukah Jadi Kota Global Tanpa Meninggalkan Warganya?
JAKARTA Jakarta akan memasuki usia 500 tahun pada 2027. Momentum tersebut menjadi titik penting bagi Jakarta setelah tidak lagi diposisi
NASIONAL
DENPASAR – Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, menegaskan pentingnya menjaga akar budaya dan adat istiadat di tengah derasnya arus modernisasi.
Hal tersebut ia sampaikan dalam sambramawacana saat menghadiri Upacara Manusa Yadnya Mapetik, Menek Kelih, dan Metatah Massal di Banjar Tunjung Sari, Peguyangan Kangin, Denpasar Utara, Kamis (4/9/2025).
"Krama Bali boleh maju mengikuti perkembangan zaman, tetapi jangan sampai tercerabut dari akar adat dan budaya kita sendiri," ujar Giri Prasta.
Sebagai Guru Wisesa, ia menyampaikan rasa terima kasih dan kebanggaannya kepada Krama Banjar Tunjung Sari atas semangat kolektif mereka dalam nangun yadnya, sebuah bentuk pengabdian melalui pelaksanaan upacara keagamaan Hindu yang rutin dan sakral.
Mantan Bupati Badung dua periode itu menyatakan bahwa pelaksanaan upacara keagamaan seperti mecaru, pawiwahan, ngotonin, mesangih, Galungan, Nyepi, hingga Kuningan, membutuhkan tenaga, waktu, dan biaya besar dari masyarakat.
Untuk itu, Giri menegaskan pentingnya kehadiran pemerintah dalam meringankan beban umat.
"Itu sudah saya terapkan sejak menjadi Bupati Badung. Saya bangga karena Wali Kota Denpasar juga menerapkan kebijakan serupa," tuturnya.
Sebagai bentuk konkret dukungan, Giri Prasta menyerahkan punia sebesar Rp50 juta kepada panitia karya serta bantuan Rp5 juta untuk Sekaa Gong Banjar Tunjung Sari.
Dalam kesempatan itu, Giri Prasta juga menjelaskan makna filosofis dari masing-masing tahapan Manusa Yadnya.
Misalnya, mapetik yang kerap dianggap sekadar pemotongan rambut balita, sesungguhnya merupakan penanda transformasi seorang anak menjadi manusia seutuhnya.
Terkait upacara metatah, ia mengingatkan pentingnya atur piuning di merajan serta menyiapkan klungah dan banten peras sebagai pijakan peserta, agar upacara masuk dalam kategori utamaning utama.
Ia juga menyoroti kebiasaan masyarakat Hindu yang kerap menjawab makna tradisi dengan ungkapan "nak mule keto" (memang dari dulu begitu).
Menurutnya, pendekatan seperti ini harus mulai ditinggalkan dan diganti dengan pemahaman mendalam melalui konsep Tri Samaya: atita (masa lalu), wartamana (masa kini), dan nagata (masa depan).
"Yang baik dari masa lalu tetap dijalankan, yang tidak baik ditinggalkan. Hari ini kita laksanakan dengan penuh kesadaran, agar ke depan agama dan budaya kita tetap ajeg," tandasnya.
Ketua Panitia Karya, Wayan Dana, mengapresiasi kehadiran dan dukungan Wakil Gubernur.
Ia menyebutkan, pelaksanaan Manusa Yadnya kali ini mencakup tiga tahapan: Mapetik (42 peserta), Menek Kelih (61 peserta), dan Metatah (104 peserta).
"Terima kasih atas punia dan dukungan beliau. Ini sangat meringankan beban krama dalam menjalankan yadnya," ujar Wayan.
JAKARTA Jakarta akan memasuki usia 500 tahun pada 2027. Momentum tersebut menjadi titik penting bagi Jakarta setelah tidak lagi diposisi
NASIONAL
JAKARTA Dua dari 26 tokoh yang diangkat Presiden Prabowo Subianto sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) tidak hadir d
POLITIK
JAKARTA Direktur Law Firm Pedang Keadilan & Partners Zuhri Saifudin menilai Mahkamah Konstitusi (MK) memiliki peluang untuk mendiskualif
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi menilai rangkaian perombakan pemerintahan Presiden Prabowo Su
POLITIK
MEDAN Video yang memperlihatkan seorang pedagang kaki lima (PKL) diduga dikeroyok sejumlah pria di kawasan depan Kampus Universitas Suma
PERISTIWA
MEDAN Pemerintah Kota Medan tengah mengembangkan sistem pemerintahan digital yang memungkinkan masyarakat mengakses layanan publik melal
PEMERINTAHAN
JAKARTA Mayjen TNI (Purn) Prof. H.C. Dr. Rido Hermawan mengajak masyarakat melihat kembali hubungan manusia dengan dirinya sendiri, sesa
NASIONAL
JAKARTA Kejaksaan Agung belum menemukan indikasi keterlibatan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang dalam perka
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Anwar Usman memilih tidak memberikan tanggapan mengenai perkara yang mempersoal
NASIONAL
OlehWerdha CandratrilaksitaRESHUFFLE lazimnya menjadi cara seorang presiden memperkuat kendali terhadap pemerintahannya. Menteri yang dinil
OPINI