MEDAN - Ulos merupakan karya warisan budaya dari masyarakat Suku Batak yang berasal dari daerah Sumut. Ulos menjadi salah satu karya Batak di peradaban tertua Asia yang sudah ada sejak 4.000 tahun lalu. Bahkan, ulos telah ada sejak bangsa Eropa mengenal tekstil. Banyak makna dan simbol ulos dalam adat istiadat Batak.
Berikut adalah jenis-jenis Ulos Batak dan kegunaannya, sbb:
1. Ulos Antakantak Ulos Antakantak adalah ulos berbentuk selendang yang dipakai saat melayat orang yang meninggal. Biasanya ulos tersebut dipakai orang tua yang dipakai saat acara manortor atau menari.
2. Ulos Bintang Maratur Ulos Bintang Maratur adalah ulos yang sering digunakan atau diberikan dalam acara kegiatan Batak Toba. Seperti diberikan kepada anak yang punya rumah baru, sehingga memiliki makna penghargaan atau prestasi karena masuk rumah baru.
3. Ulos Bolean Ulos Bolean adalah ulos yang dipakai sebagai selendang sebagai pelengkap baju adat. Biasanya, ulos ini digunakan pada saat acara acara berduka akan kematian atau musibah yang melanda.
4. Ulos Mangiring Ulos Mangiring adalah ulos yang biasanya diberikan kepada anak cucu yang baru lahir, terutama anak pertama. Dipakai sebagai simbol harapan agar anak yang yang baru lahir diberkahi kelahiran anak selanjutnya.
5. Ulos Pinuncaan Ulos pinuncaan adalah ulos yang ditenun menjadi lima bagian dan disatukan kembali dengan rapi hingga membentuk ulos. Ulos ini biasanya menjadi Ulos Passamot yang dipakaikan orang tua pengantin wanita ke orang tua pengantin pria saat perkawinan atau upacara adat.
6. Ulos Ragi Hotang Ulos Ragi Hotang atau biasa disebut sebagai Ulos Hela/ mandar Hela karena sering diberikan kepada sepasang pengantin yang melakukan pesta adat. Pemberian ulos Hela (Menantu) artinya orang tua perempuan sudah setuju putrinya menjadi istri sah sang mempelai pria.
7. Ulos Sibolang Rasta Pamontari Ulos Sibolang adalah ulos yang dipakai saat berduka cita, sehingga biasanya dipakai sebagai Ulos Saput (orang yang meninggal namun belum punya cucu). Menjadikan ulos ini simbol turut berduka cita dari keluarga dekat yang meninggal.
8. Ulos Si Bunga Umbasang dan Ulos Simpar Jenis ulos yang ini adalah ulos yang biasanya dipakai para ibu-ibu saat mengikut kegiatan adat yang kehadirannya biasanya disebut Panoropi. Panoropi adalah orang yang hanya hadir dalam rangka meramaikan atau undangan biasa.
9. Ulos Suri-suri Ganjang Ulos Suri-suri ganjang adalah ulos yang dipakai sebagai selendang saat margondang/manortor yang digunakan orang tua pihak istri saat pernikahan. Dengan makna memberikan berkat kepada borunya (anak perempuan), sehingga sering disebut Ulos gabegabe (berkat).
10. Ulos Simarinjam Sisi Ulos Simarinjam sisi adalah Ulos yang disandang bersamaan dengan Ulos Pinunca dalam perlengkapan adat batak sebagai Panjoloani (Pendahulu di depan). Jadinya yang memakai ulos ini selalu menjadi orang yang di depan saat acara adat.* (diramu dari berbagai sumber)