Turonggo Jati Budaya, sebuah kelompok seni yang fokus melestarikan seni karawitan dan tari kuda lumping sebagai bagian dari warisan budaya leluhur Nusantara di Bandar Lampung. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
BANDAR LAMPUNG – Di tengah gempuran budaya populer dan arus modernisasi, sekelompok seniman di Bandar Lampung tetap teguh menjaga denyut kehidupan seni tradisional.
Ia tidak sendiri. Di setiap langkahnya, ia didampingi oleh Bapak Putu Mardi Onos, yang juga menjadi pilar penting dalam pembinaan dan pengembangan Turonggo Jati Budaya.
Dengan visi kuat untuk menjaga kelestarian budaya, keduanya memimpin grup ini secara konsisten dalam pelbagai kegiatan budaya seperti pertunjukan tari tradisional, pelatihan gamelan, seni membatik, dan pementasan kuda lumping.
Semua dilakukan demi satu tujuan: agar generasi muda tak melupakan jati diri bangsanya.
"Kami ingin seni tradisional tetap hidup, tetap relevan, dan bisa dinikmati oleh masyarakat luas, khususnya anak-anak muda," ujar Ibu Sarmiyati saat ditemui awak media dalam sebuah sesi dokumentasi baru-baru ini.
Turonggo Jati Budaya bukan sekadar kelompok pertunjukan. Mereka juga aktif melakukan pembinaan seni di tengah masyarakat, khususnya anak-anak dan remaja.
Kelompok ini menjadi ruang belajar dan berekspresi bagi generasi muda yang ingin mengenal lebih dalam senikarawitan, gamelan, hingga tari kuda lumping yang sarat makna.
Bapak Putu Mardi Onos menambahkan bahwa keberadaan Turonggo Jati juga menjadi media untuk mempererat hubungan antarwarga melalui kegiatan budaya yang inklusif.
"Kami membuka diri untuk siapa saja yang ingin belajar atau hanya sekadar menonton. Seni tradisi ini milik semua orang," tuturnya.
Meski bergerak di ranah tradisi, Turonggo Jati Budaya tetap adaptif dengan zaman.
Mereka mulai mendokumentasikan pertunjukan, membangun jaringan lintas komunitas, hingga menjalin kerja sama dengan instansi pemerintahan dan pendidikan untuk menggelar workshop budaya.
Upaya ini penting dilakukan agar seni tradisional tidak terpinggirkan, melainkan bisa menjadi bagian dari keseharian masyarakat modern.
Dedikasi tinggi dari Ibu Sarmiyati dan Bapak Putu Mardi Onos dalam memimpin Turonggo Jati Budaya patut diapresiasi.
Di tengah tantangan zaman, keduanya menunjukkan bahwa menjaga budaya adalah bentuk cinta tanah air yang nyata.
Turonggo Jati Budaya menjadi salah satu contoh kelompok seni yang tidak hanya bertahan, tetapi juga terus berkembang dan memberi dampak positif di tengah masyarakat.*
(a008)
Editor
: Adelia Syafitri
Turonggo Jati Budaya, Upaya Luhur Ibu Sarmiyati dan Bapak Putu Mardi Onos Lestarikan Warisan Seni Tradisional