Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
"Kami datang ke Bali tahun lalu untuk Kejuaraan Asia dan sangat menikmati keramahan masyarakatnya. Karena itu kami memutuskan untuk kembali lagi tahun ini," ungkapnya.
Mai Huu Tin juga menjelaskan sejarah panjang Vovinam yang lahir di Vietnam pada tahun 1938 dan kini berkembang di 76 negara dengan lebih dari dua juta praktisi aktif.
"Vovinam bukan sekadar bela diri, tapi jalan hidup yang menumbuhkan kasih, senyum, dan kekuatan untuk kemanusiaan. Di sinilah kita berkumpul untuk merayakan solidaritas seluruh bangsa," ujarnya penuh semangat.
Ketua Panitia sekaligus Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna menambahkan, kejuaraan yang berlangsung pada 1–8 November 2025 akan diadakan di GOR Undiksha, Jinengdalem, Singaraja.
Selain pertandingan utama, panitia juga menyiapkan city tour bagi seluruh kontingen ke destinasi wisata unggulan seperti Pantai Lovina, Air Terjun Gitgit, dan desa-desa budaya Bali Utara.
"Inilah kesempatan terbaik untuk memperkenalkan pesona Buleleng kepada dunia," ujar Supriatna.
Suasana malam pembukaan yang berpadu antara seni, budaya, dan semangat sportivitas menjadi simbol harmoni antara olahraga dan budaya Bali.
Dentang kulkul di Gedung Kesenian Gde Manik malam itu menandai bukan hanya dimulainya pertandingan, tetapi juga lahirnya kembali semangat damai dan persaudaraan dari Bali untuk dunia.*
(M/006)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.