BREAKING NEWS
Kamis, 23 Juli 2026

Gibran Tak Duduk di Sebelah Prabowo saat Sidang Kabinet, Istana Buka Suara

Nurul - Selasa, 21 Juli 2026 22:54 WIB
Gibran Tak Duduk di Sebelah Prabowo saat Sidang Kabinet, Istana Buka Suara
Posisi duduk Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang tidak duduk di samping Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna (SKP) yang digelar pada Senin (20/7/2026) jadi sorotan. (foto: Setpres/yt)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan posisi duduk Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam Sidang Kabinet Paripurna (SKP) yang digelar pada Senin (20/7/2026) tidak memiliki makna politik maupun berkaitan dengan hubungan di dalam Kabinet Merah Putih.

Penjelasan tersebut disampaikan menyusul perhatian publik terhadap posisi Gibran yang tidak duduk di samping Presiden Prabowo Subianto.

Dalam sidang tersebut, Gibran berada di jajaran Menteri Koordinator, tepat di sebelah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Baca Juga:

Prasetyo mengatakan pengaturan tempat duduk semata-mata dilakukan karena kebutuhan teknis selama pelaksanaan sidang.

"Itulah yang kemudian kenapa menjawab pertanyaan yang secara layout kalau saudara-saudara kemarin perhatikan adalah Bapak Presiden berada di tengah-tengah dan kalau yang dipertanyakan adalah posisi dari Bapak Wakil Presiden, kalau menurut kami ini hanya masalah kebutuhan teknis semata, tidak ada hal-hal lain yang mungkin perlu dikhawatirkan," kata Prasetyo Hadi di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (21/7/2026).

Menurut Prasetyo, Presiden Prabowo menggunakan perangkat teleprompter saat memaparkan berbagai capaian pemerintahan dalam Sidang Kabinet Paripurna.

Karena itu, tata letak tempat duduk disesuaikan agar penyampaian materi berjalan lebih efektif.

"Maka kemarin beliau kan menggunakan alat bantu namanya teleprompter. Nah itulah yang kemudian kenapa menjawab pertanyaan yang secara layout kalau saudara-saudara kemarin perhatikan adalah Bapak Presiden berada di tengah-tengah," ujarnya.

Prasetyo juga membantah anggapan bahwa posisi duduk tersebut mencerminkan adanya persoalan dalam hubungan antara Presiden dan Wakil Presiden maupun di internal kabinet.

"Tidak ada, sama sekali tidak ada. Kami pada posisi kita sekarang sedang kompak-kompaknya, sedang semua berusaha keras mencapai apa yang menjadi garis dari Bapak Presiden," katanya.

Ia menambahkan, perhatian publik sebaiknya lebih diarahkan pada substansi Sidang Kabinet Paripurna dibandingkan pengaturan posisi duduk para peserta sidang.

Menurut Prasetyo, agenda utama sidang adalah penyampaian evaluasi kinerja sekaligus capaian Kabinet Merah Putih selama sekitar 21 bulan menjalankan pemerintahan.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Satgas PRR Minta Pemda Percepat Kesiapan Lahan, Pembangunan 7.952 Hunian Tetap Korban Bencana Dimulai Tahun Ini
Anggaran MBG 2026 Dipangkas Jadi Rp229 T, BGN: Presiden Prabowo Tak Lagi Targetkan Angka, Fokus Utamakan Kualitas
Megawati Sentil Politik Bising: Jangan Menyerang Kehidupan Pribadi dan Menyebar Fitnah
Prabowo Segera Luncurkan Motor Listrik Nasional, Istana: Karya Anak Bangsa untuk Kurangi Ketergantungan BBM
Pemerintah Kucurkan Rp21,16 Triliun untuk Rehabilitasi Pascabencana di Sumatera, Ribuan Huntap Mulai Dibangun September
Rico Waas Tinjau Lokasi Ledakan Grand Polonia, Pemko Medan Kerahkan Alat Berat dan Tenaga Medis untuk Evakuasi Korban
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru