BREAKING NEWS
Rabu, 11 Maret 2026

Mengenal Tari Gubang, Tarian Sakral yang Sarat Filosofi Masyarakat Melayu Tanjungbalai-Asahan

Abyadi Siregar - Minggu, 11 Januari 2026 14:47 WIB
Mengenal Tari Gubang, Tarian Sakral yang Sarat Filosofi Masyarakat Melayu Tanjungbalai-Asahan
Tari Gubang. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Gerakan Tari yang Penuh Makna

Setiap gerakan dalam Tari Gubang menggambarkan berbagai aspek kehidupan masyarakat pesisir.

Salah satu gerakan yang paling khas adalah "gerak sembah," yang menunjukkan penghormatan kepada tamu.

Gerakan ini dilakukan dengan posisi tubuh merendah, kepala tertunduk, dan kedua tangan bertemu di dada.

Gerakan lainnya, seperti mempersilakan tamu dan memeriksa tamu, menggambarkan bagaimana masyarakat Melayu menyambut dan menghormati kedatangan orang asing dengan tulus.

Samsuriati juga menambahkan, "Tari Gubang menggambarkan kehidupan nelayan, mulai dari merajut jala, persiapan melaut, hingga kegembiraan ketika layar perahu sudah siap dikembangkan."

Makna Ritual dalam Kehidupan Masyarakat

Kehadiran Tari Gubang juga erat kaitannya dengan sejarah Kesultanan Melayu Asahan yang berkembang pesat sebagai pusat perdagangan dan perikanan sejak abad ke-16. Di masa itu, mayoritas masyarakat berprofesi sebagai nelayan.

Kata "gubang" sendiri berasal dari dialek Melayu yang merujuk pada perahu kecil atau sampan, yang biasa digunakan nelayan untuk mencari ikan. Dari sinilah, tarian ini mengadopsi nama tersebut.


Dalam pertunjukan Tari Gubang, penari menggambarkan adegan-adegan seperti orang yang sedang sakit, yang kemudian dikelilingi oleh tabib yang menggoyangkan mayang pinang untuk mengusir penyakit dan energi negatif.

Properti tombak emas yang digunakan oleh tabib juga memiliki makna simbolik yang terkait dengan keahlian nelayan serta kesakralan ritual pengobatan.

Pentingnya Pelestarian Tari Gubang

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Menelusuri Jejak Sejarah Empat Bangunan Cagar Budaya Kota Binjai yang Masih Berdiri Hingga Kini
Sinergi Polri-TNI-Pecalang, Dua Prosesi Ngaben di Denpasar Timur Berjalan Aman dan Khidmat
Gara-Gara Stik Billiard, Tahanan Lapas Tanjungbalai Diduga Jadi Korban Kekerasan Petugas!
PWI Pusat Gelar Silaturahmi Kebudayaan Jelang HPN 2026, Kepala Daerah Ikut Presentasi
Museum Perkebunan Indonesia 1: Sejarah dan Seni Bisa Dirasa, Didengar, Bahkan Dicium!
Sigale-gale, Patung Kayu Penari dari Danau Toba yang Menyimpan Misteri Roh Leluhur
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru