BREAKING NEWS
Jumat, 31 Juli 2026

Kerajaan Siantar, Salah Satu Kerajaan Tua Simalungun yang Pernah Ditakuti Belanda

Raman Krisna - Rabu, 28 Januari 2026 10:15 WIB
Kerajaan Siantar, Salah Satu Kerajaan Tua Simalungun yang Pernah Ditakuti Belanda
Raja Siantar ke-14 Sang Naualuh Damanik (Foto: Dok. Dinas Perpustakaan Pematang Siantar)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Pembuangan raja tersebut menjadi penanda runtuhnya kedaulatan kerajaan-kerajaan di Simalungun. Sejak peristiwa itu, seluruh kerajaan di wilayah tersebut menyatakan takluk kepada Belanda.

Penaklukan dilakukan bukan melalui perang terbuka, melainkan lewat penandatanganan perjanjian politik yang dikenal sebagai Korte Verklaring.


Pasca-penaklukan, wilayah Siantar justru berkembang pesat di bawah pemerintahan kolonial. Sejak 1907, Siantar dijadikan pusat administrasi, ekonomi, dan sosial Belanda di Simalungun.

Infrastruktur kota dibangun secara masif, seiring berkembangnya perkebunan dan aktivitas ekonomi kolonial.

Transformasi tersebut mencapai puncaknya pada 1917 ketika Siantar ditetapkan sebagai Gemeente atau Kota Raja.

Pada 1939, statusnya meningkat menjadi Stadgemeente, menjadikannya kota besar kedua di Sumatera Timur setelah Medan.

Melalui catatan sejarah ini, Kerajaan Siantar tidak hanya dipahami sebagai entitas politik masa lampau, tetapi juga sebagai fondasi lahirnya Kota Pematangsiantar.

Jejak kekuasaan raja-raja Damanik, dinamika kolonialisme, serta perubahan sosial yang menyertainya membentuk identitas historis kota yang masih terasa hingga hari ini.*


(d/ad)

Editor
:
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Rupiah Pagi Ini Menguat Tipis ke Rp16.733, Investor Masih Waspada Sentimen Global
Ahok Bongkar Alasan Mundur dari Pertamina: “Beda Pandangan Politik dengan Jokowi”
Sejumlah Kader NasDem Resmi Berlabuh ke PSI: Efek Jokowi?
Kabupaten Simalungun Raih UHC 101,67%, Bukti Komitmen Pemerintah Daerah di Bidang Kesehatan
Bangkai Satwa di Simalungun Ternyata Bukan Harimau Sumatra, Melainkan Macan Akar
Generasi Cerdas Berawal dari Buku: Pesan Sekda Binjai pada Pelajar dan Masyarakat
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru