BREAKING NEWS
Senin, 16 Maret 2026

Lemang, Warisan Kuliner Melayu yang Tetap Memesona di Setiap Idul Fitri di Sumut

Adelia Syafitri - Senin, 16 Maret 2026 13:06 WIB
Lemang, Warisan Kuliner Melayu yang Tetap Memesona di Setiap Idul Fitri di Sumut
memasak lemang. (Foto: Disporapar Kabupaten Sanggau)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN – Menyambut Hari Raya Idul Fitri, masyarakat Sumatera Utara (Sumut) kembali merayakan tradisi yang telah turun-temurun, yakni memasak lemang.

Hidangan khas ini sering kali tercium aromanya dari halaman rumah-rumah di berbagai daerah, mulai dari Binjai, Medan, hingga pesisir Sumatera Timur.

Lemang, yang terbuat dari beras ketan dan santan, dimasak perlahan dalam batang bambu yang dibakar di atas bara api, menjadi bagian tak terpisahkan dari momen kebersamaan saat Lebaran.

Baca Juga:

Lemang biasanya dimasak sehari atau dua hari sebelum Idul Fitri dan disajikan bersama dengan hidangan lain, seperti rendang atau lauk daging. Tradisi ini tidak hanya menjadi bagian dari hidangan, tetapi juga menjadi simbol persatuan keluarga.

Proses memasak yang memakan waktu cukup lama, dengan api yang menyala di sekitar bambu, menjadi waktu berkumpul bagi keluarga yang menantikan kelezatan lemang yang matang.

William W. Wongso, seorang pakar kuliner Nusantara, menyebutkan bahwa lemang sudah ada sejak lama dalam budaya Melayu di Sumatera dan merupakan hidangan khas yang hadir pada perayaan besar, termasuk Lebaran.

"Lemang adalah bagian dari tradisi makanan Melayu yang berkembang di Sumatera, dengan kehadirannya yang selalu ditunggu-tunggu saat perayaan keagamaan," ungkap Wongso dalam penelitiannya yang dikutip dari kajiannya pada Senin (16/3/2026).

Lemang: Simbol Kebersamaan

Di Sumatera Utara, memasak lemang bukan hanya soal rasa, tetapi juga tentang makna kebersamaan.

Keluarga-keluarga berkumpul di sekitar bara api, menunggu lemang matang sembari berbincang dan menikmati momen kebersamaan yang langka di tengah kesibukan sehari-hari.

Anthony Reid, sejarawan budaya Melayu, menjelaskan bahwa dalam budaya Melayu, makanan tradisional berfungsi sebagai media yang memperkuat hubungan antar anggota keluarga dan masyarakat.

"Makanan dalam budaya Melayu bukan hanya sekadar konsumsi, tetapi menjadi sarana untuk mempererat tali silaturahmi," ujar Reid.

Editor
: Nurul
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Hasyim SE Dinilai Arogan, Budiman: Ketum Megawati yang Punya Hak Prerogatif
Kecelakaan Maut di Binjai: Honda Brio Tabrak Warung, Pengemudi Diduga dalam Kondisi Mabuk
Jelang Mudik Lebaran 2026, Ini Tips Keamanan dari Kasat Lantas Medan
SATMA AMPI Kota Binjai Gelar Sahur On The Road, Serahkan Bantuan untuk Anak Panti Asuhan dan Warga Kurang Mampu
Sekda Binjai Hadiri Muzakarah Ramadan MUI, Ajak Masyarakat Jaga Semangat Kajian Keagamaan
Satgas Saber Pangan Polda Bali Sidak Pasar Jelang Nyepi dan Idul Fitri, Harga Pangan Stabil
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru