Nadiem Divonis 10 Tahun Penjara!
JAKARTA Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menjatuhkan vonis 10 tahun penjara
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN – Nama Raja Sisingamangaraja XII telah lama dikenang sebagai salah satu pahlawan terbesar dalam sejarah Indonesia.
Ia tidak hanya dihormati sebagai pemimpin spiritual masyarakat Batak, tetapi juga dikenal sebagai tokoh yang memimpin perlawanan panjang melawan kolonial Belanda hingga gugur pada 17 Juni 1907 di kawasan Aek Sibulbulon, Humbang Hasundutan, Sumatera Utara.
Atas jasa perjuangannya, Presiden Soekarno menetapkan Sisingamangaraja XII sebagai Pahlawan Nasional pada 9 November 1961.Baca Juga:
Di balik kisah perjuangannya, terdapat sebuah wilayah yang diyakini memiliki hubungan erat dengan perjalanan hidup sang raja, yakni Sionom Hudon di Kecamatan Parlilitan, Kabupaten Humbang Hasundutan.
Hingga kini, kawasan tersebut masih menyimpan berbagai cerita turun-temurun mengenai perjuangan terakhir Sisingamangaraja XII, termasuk kisah mengenai lokasi makamnya.
Berdasarkan buku Kisah Perjuangan Sisingamangaraja XII di Sionom Hudon karya Fernando Nahampun, wilayah Sionom Hudon menjadi salah satu basis penting perjuangan Sisingamangaraja XII ketika menghadapi tekanan pasukan kolonial Belanda.
Masyarakat setempat meyakini bahwa selama kurang lebih dua dekade, Sisingamangaraja XII mendapat perlindungan dari para pemimpin adat di kawasan tersebut.
Dari tempat inilah berbagai strategi perlawanan disebut disusun bersama para panglima dan tokoh masyarakat yang setia mendampinginya.
Asal-usul Sionom Hudon
Sejarah lokal menyebutkan kawasan Sionom Hudon berasal dari Kerajaan Kelasen yang didirikan oleh Tuan Nahodaraja, seorang tokoh yang berasal dari Pulau Samosir dan membuka perkampungan baru di wilayah yang kini menjadi Kecamatan Parlilitan.
Dalam tradisi masyarakat Batak, Tuan Nahodaraja memiliki delapan anak dari dua istri. Namun hanya enam garis keturunan laki-laki yang kemudian menerima pembagian wilayah adat.
Dari sinilah muncul nama Sionom Hudon, yang dalam bahasa Batak Toba berarti "enam periuk".
Nama tersebut melambangkan enam keturunan utama yang menerima tanah ulayat sekaligus membentuk enam wilayah adat.
Enam marga utama yang menjadi pewaris wilayah tersebut adalah Tinambunan, Tumanggor, Maharaja, Turutan, Pinayungan, dan Nahampun.
Basis Perlawanan Melawan Belanda
Tradisi masyarakat setempat menyebutkan sekitar tahun 1883 Sisingamangaraja XII mulai menetap di kawasan Sindias, Sionom Hudon.
Di sana ia disebut memperoleh perlindungan dari keluarga Jangkar Tumanggor.
Selama berada di kawasan tersebut, Sisingamangaraja XII tidak hanya memimpin strategi perang, tetapi juga memberikan pengajaran mengenai kepemimpinan, persatuan, nilai keagamaan, dan semangat mempertahankan tanah air kepada masyarakat.
Perlawanan terus berlangsung hingga pasukan kolonial Belanda yang dipimpin Kapten Christoffel menemukan lokasi persembunyiannya di Aek Sibulbulon.
Pada 17 Juni 1907, Sisingamangaraja XII gugur bersama sejumlah anggota keluarga dan para pengikutnya setelah terjadi baku tembak dengan pasukan Belanda.
Peristiwa tersebut tercatat dalam berbagai arsip sejarah Indonesia.
Misteri Makam Sisingamangaraja XII
Hingga kini, lokasi makam Raja Sisingamangaraja XII masih menjadi bagian dari pembahasan sejarah.
Catatan sejarah yang umum diterima menyebutkan jenazah Sisingamangaraja XII sempat dimakamkan di Tarutung sebelum dipindahkan ke kompleks makam keluarga di Soposurung, Balige, Kabupaten Toba.
Namun di sisi lain, berkembang tradisi lisan masyarakat Sionom Hudon yang meyakini makam asli sang raja berada di wilayah mereka.
Keyakinan tersebut diwariskan secara turun-temurun dan menjadi bagian dari memori kolektif masyarakat setempat.
Meski demikian, berbagai cerita mengenai proses pemakaman maupun kisah lain yang berkembang masih termasuk tradisi lisan dan belum dapat dibuktikan secara akademis.
Karena itu, kisah tersebut dipandang sebagai bagian dari warisan budaya lokal, bukan fakta sejarah yang telah terverifikasi.
Warisan Budaya yang Tetap Hidup
Selain dikenal sebagai salah satu basis perjuangan Raja Sisingamangaraja XII, Sionom Hudon juga masih mempertahankan adat Kelasen, silsilah keluarga, bahasa Dairi Kelasen, hingga tradisi lisan yang telah diwariskan selama ratusan tahun.
Melalui berbagai cerita yang diwariskan dari generasi ke generasi, masyarakat berupaya menjaga nilai perjuangan, keberanian, serta semangat mempertahankan tanah air yang diwariskan oleh Raja Sisingamangaraja XII.* (tm/ad)
JAKARTA Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menjatuhkan vonis 10 tahun penjara
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengingatkan pemerintah kota di seluruh Indonesia agar tidak hanya fokus membangun gedung
PEMERINTAHAN
BATU BARA Rentetan dugaan kasus pencurian yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir di Kecamatan Talawi dan Kecamatan Tanjung Tiram sem
HUKUM DAN KRIMINAL
Oleh Raman KrisnaANGGARAN negara pada hakikatnya adalah uang rakyat. Karena itu, setiap rupiah yang dibelanjakan pemerintah harus mampu dip
OPINI
TAPANULI SELATAN Sedikitnya 23 titik longsor dan badan jalan amblas ditemukan di ruas Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) SipirokTarutun
PERISTIWA
MEDAN Penyanyi muda asal Sumatera Utara, Felicia, berhasil melangkah ke babak Top 5 ajang pencarian bakat The Icon Indonesia yang ditaya
ENTERTAINMENT
MEDAN Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Medan ke436 yang jatuh pada 1 Juli 2026, Pemerintah Kota (Pemko) Medan menggelar
PEMERINTAHAN
JAKARTA Polda Metro Jaya meminta hakim tunggal Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menolak gugatan praperadilan yang diajukan Roy Suryo te
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Peristiwa yang menyita perhatian terjadi di Desa Sunggal Kanan, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Seorang
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Mahkamah Konstitusi (MK) menolak permohonan uji materi UndangUndang Nomor 8 Tahun 2015 tentang Pemilihan Kepala Daerah (UU Pilk
HUKUM DAN KRIMINAL