BREAKING NEWS
Senin, 03 Agustus 2026

Illiza Resmikan Pameran Foto 'Prahara Pulau Emas' di Museum Tsunami Aceh, Angkat Kisah Ketangguhan Korban Bencana

T.Jamaluddin - Senin, 03 Agustus 2026 15:03 WIB
Illiza Resmikan Pameran Foto 'Prahara Pulau Emas' di Museum Tsunami Aceh, Angkat Kisah Ketangguhan Korban Bencana
Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa'aduddin Djamal resmi membuka Pameran Foto Jurnalistik "Prahara Pulau Emas" di Museum Tsunami Aceh, Senin (3/8/2026). (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BANDA ACEHWali Kota Banda Aceh Illiza Sa'aduddin Djamal resmi membuka Pameran Foto Jurnalistik "Prahara Pulau Emas" di Museum Tsunami Aceh, Senin (3/8/2026). Pameran yang menghadirkan dokumentasi bencana banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat itu diharapkan menjadi ruang edukasi sekaligus refleksi tentang pentingnya mitigasi kebencanaan.

Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita oleh Wali Kota Illiza. Sebelumnya, ia bersama Ketua Pewarta Foto Indonesia (PFI) Aceh M. Anshar, Ketua PFI Pusat Dwi Pambudo, dan kurator foto Oscar Motuloh turut menandatangani salah satu karya foto yang dipamerkan.


Baca Juga:

Pameran tersebut merupakan inisiasi Pewarta Foto Indonesia (PFI) Pusat bersama Yayasan Riset Visual Mata Waktu dan didukung PLN sebagai bagian dari roadshow nasional peluncuran buku foto jurnalistik bertajuk Prahara Pulau Emas.

Sebelum digelar di Banda Aceh, pameran telah lebih dulu hadir di Tanah Datar, Sumatera Barat. Setelah Aceh, rangkaian pameran akan ditutup di Kota Medan, Sumatera Utara.

Seluruh foto yang dipamerkan merupakan hasil dokumentasi langsung para pewarta foto Indonesia saat meliput bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada penghujung 2025.


Tak hanya menampilkan kehancuran akibat bencana, karya-karya tersebut juga merekam perjuangan masyarakat bangkit dari keterpurukan, semangat gotong royong, serta proses pemulihan yang dilakukan berbagai pihak.

Ketua PFI Aceh, M. Anshar, mengatakan pameran ini tidak bertujuan menghidupkan kembali trauma masyarakat, melainkan menjadi media edukasi tentang pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana.

"Foto jurnalistik bukan sekadar merekam peristiwa, tetapi juga menyimpan ingatan kolektif sebuah bangsa. Kami ingin mengajak masyarakat melihat bahwa di balik setiap bencana selalu ada kisah tentang ketangguhan, solidaritas, dan kemanusiaan," ujar Anshar.

Selain pameran foto, panitia juga menggelar diskusi publik bertajuk "Prahara Pulau Emas" yang menghadirkan Pendiri Yayasan Riset Visual Mata Waktu, Oscar Motuloh, serta Kurator Pameran sekaligus Pewarta Foto Harian Kompas, Danu Kusworo.

Diskusi tersebut terbuka bagi mahasiswa, komunitas fotografi, insan pers, akademisi, hingga masyarakat umum yang ingin memperdalam pemahaman mengenai fotografi jurnalistik, dokumentasi bencana, dan nilai-nilai kemanusiaan yang terkandung dalam setiap karya.

Ketua Umum PFI, Dwi Pambudo, bersama sejumlah pihak yang mendukung penyelenggaraan kegiatan juga turut hadir pada pembukaan pameran tersebut.

Pameran Foto Jurnalistik "Prahara Pulau Emas" berlangsung di Museum Tsunami Aceh mulai 3 hingga 8 Agustus 2026. Masyarakat dapat mengunjunginya secara gratis setiap hari pukul 09.00–16.30 WIB, mengikuti jam operasional museum.* (dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
BMKG Modifikasi Cuaca di Jalur Mudik Nataru untuk Antisipasi Bencana Alam
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru