BREAKING NEWS
Rabu, 09 September 2026

Festival Nipah 2026 di Aceh Barat Angkat Budaya dan Ekonomi Warga Suak Timah

T.Jamaluddin - Rabu, 09 September 2026 13:02 WIB
Festival Nipah 2026 di Aceh Barat Angkat Budaya dan Ekonomi Warga Suak Timah
Festival Nipah 2026 di Gampong Suak Timah, Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

ACEH BARAT — Bagi warga Gampong Suak Timah, Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat, nipah bukan sekadar tumbuhan yang tumbuh di rawa pesisir.

Tanaman itu telah menjadi bagian dari kehidupan warga dan sumber penghidupan yang terus dikembangkan.

Dari buah nipah, masyarakat mengolah berbagai produk seperti dodol, sirup, manisan, hingga karamel.

Baca Juga:

Potensi tersebut kembali diangkat melalui Festival Nipah 2026 yang akan digelar pada 11-15 September 2026.

Festival tahun ini mengusung tema "Nipah Meubudaya, Masyarakat Seujahtera."

Kegiatan tersebut digelar masyarakat Suak Timah bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh.

Festival Nipah tidak hanya dirancang sebagai kegiatan pertunjukan.

Warga ingin menjadikannya sebagai ruang untuk melestarikan budaya sekaligus menggali potensi ekonomi melalui kebudayaan.

Festival Nipah sebelumnya telah digelar pada 28-30 Oktober 2025.

Saat itu, berbagai kegiatan digelar, mulai dari Pawai Budaya, Piasan Suak, Rawon Paya Nipah, Meusahoe-Meurunoe, Kenduri Rakyat, permainan tradisional, Pameran Budaya, hingga Pasar Budaya.

Pasar tersebut mempertemukan kuliner, kerajinan, dan berbagai produk berbahan nipah dengan pengunjung.

Geuchik Suak Timah, Drs. Afdhal, berharap kegiatan tersebut semakin meningkatkan antusiasme masyarakat untuk mengembangkan ekonomi berbasis budaya.

Suak Timah merupakan gampong pesisir di Kecamatan Samatiga.

Wilayah ini memiliki sawah, perkebunan, ladang, perikanan darat, hingga kawasan rawa nipah yang menjadi salah satu potensi desa.

Kekayaan alam tersebut berjalan beriringan dengan warisan budaya masyarakat.

Suak Timah menjadi salah satu desa dalam Program Pemajuan Kebudayaan Desa sejak 2024.

Pemerintah gampong, pemuda, pelaku budaya, komunitas, dan masyarakat kemudian bersama-sama mengembangkan potensi desa melalui kebudayaan.

Ketua Tuha Peut Suak Timah, Adriman, mengatakan keberlanjutan program menjadi bagian penting agar kegiatan yang telah dimulai tidak berhenti di tengah jalan.

"Bagi kami, keberlanjutan seperti ini sangat penting. Apa yang sudah dimulai pada 2024 tidak berhenti begitu saja, tetapi bisa diperkuat dan dikembangkan," ujarnya.

Menurut Adriman, masyarakat kini mulai diarahkan untuk memanfaatkan potensi budaya sebagai bagian dari kegiatan ekonomi.

Bersama kelompok sadar wisata (Pokdarwis), warga mulai memasuki tahap penguatan ekonomi budaya.

Penguatan itu mencakup peningkatan kapasitas pelaku budaya dan UMKM, pendataan, pelestarian sejarah dan pengetahuan lokal, hingga pemanfaatan nipah dan kegiatan budaya sebagai sumber ekonomi.

Festival Nipah menjadi ruang pertemuan bagi warga, pelaku usaha, dan pelaku budaya.

Kegiatan tersebut dimanfaatkan sebagai media komunikasi, ekspresi, promosi, konsolidasi sosial, pertukaran gagasan, sekaligus membuka peluang ekonomi.

Sejumlah usaha masyarakat berkembang setelah mengikuti festival.

UMKM Cang Nipah, misalnya, mengembangkan produk dodol, manisan, karamel, dan sirup nipah.

UMKM Ummu Muttaqin memperluas produksi jamu herbal.

Sementara pengrajin reungkan, yakni kerajinan anyaman dari lidi nipah, mulai mendapatkan pesanan setelah festival.

Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa kegiatan budaya dapat menjadi pintu masuk bagi penguatan usaha masyarakat.

Selain produk UMKM, Suak Timah juga mengembangkan sektor pariwisata. Desa ini kini memiliki paket wisata Jelajah Rawa Nipah.

Paket tersebut menawarkan pengalaman kepada wisatawan untuk melihat bentang alam sekaligus mengenal pengetahuan, sejarah, dan hubungan masyarakat dengan lingkungan di sekitarnya.

Desa juga menyediakan fasilitas kafetaria, suvenir, jus buah nipah, dan homestay.

Suak Timah tercatat dalam Jaringan Desa Wisata (Jadesta) Kementerian Pariwisata sebagai Desa Wisata kategori Rintisan.

Desa tersebut juga menjadi salah satu penerima Apresiasi Desa Budaya 2025 dari Kementerian Kebudayaan RI.

Rangkaian Festival Nipah 2026 telah dimulai melalui sejumlah kegiatan pra-festival.

Pada 7-12 September 2026, masyarakat mengikuti workshop kuliner dan kriya nipah, lokakarya wisata, inovasi kasab, serta manajemen UMKM.

Puncak festival akan berlangsung pada 14-15 September 2026.

Sejumlah kegiatan disiapkan, antara lain pameran produk lokal, pertunjukan seni, serta pelestarian tradisi yang berbasis ekosistem rawa nipah.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh juga mendorong kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat, pemerintah gampong, komunitas, pelaku pariwisata, dan pelaku ekonomi kreatif.

Kolaborasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan kapasitas pengelola destinasi, mengembangkan atraksi wisata, meningkatkan kualitas produk, mengemas budaya sebagai daya tarik wisata, serta memperkuat promosi dan pemasaran.

Daya Desa Suak Timah, Mukhsin, mengatakan pengembangan ekonomi berbasis budaya diharapkan memberikan dampak langsung terhadap pendapatan masyarakat.

Pada saat yang sama, kegiatan tersebut diharapkan tetap menjaga kebudayaan dan lingkungan yang telah menjadi bagian dari kehidupan warga.

Menurut dia, Festival Nipah bukanlah tujuan akhir dari seluruh kegiatan yang dilakukan masyarakat.

"Festival bukan tujuan utama. Festival adalah media. Yang lebih penting adalah bagaimana setelah festival selesai masyarakat tetap bergerak. Ada yang membuat produk, ada yang mendapatkan pesanan, ada yang mengembangkan usaha, ada yang mengelola wisata," harapnya.* (ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Bulog: Harga Ayam Potong di Sumut Naik akibat Harga Jagung Mahal
Harga Emas Antam Anjlok, 1 Gram Kini Rp2.610.000
Rupiah Menguat 0,37 Persen ke Rp17.567, Jadi Mata Uang Terkuat di Asia!
Butuh Modal hingga Rp500 Juta? Cek KUR BCA 2026 dan Simulasi Angsurannya
Karya hingga Produk UMKM Warga Binaan Lapas TBA Dilirik Pemko Tanjungbalai, Pemasaran Bakal Diperluas
Merdang Merdem 2026 Segera Digelar di Medan, Rico Waas Ingatkan Nilai dan Kesakralan Adat Karo Tetap Dijaga
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru