BREAKING NEWS
Selasa, 06 Oktober 2026

Rico Waas: Keberagaman Budaya Medan Jadi Modal Besar Dongkrak Pariwisata dan Ekonomi

Abyadi Siregar - Selasa, 06 Oktober 2026 09:47 WIB
Rico Waas: Keberagaman Budaya Medan Jadi Modal Besar Dongkrak Pariwisata dan Ekonomi
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menyambut peserta Jelajah Wisata Budaya (JWB) ke-4 dalam acara Welcome Dinner di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Medan, Senin, 5 Oktober 2026 malam. (foto: Pemko Medan)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN — Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengatakan keberagaman budaya yang hidup berdampingan di Kota Medan bukan sekadar identitas masyarakat.

Menurut dia, keragaman tersebut merupakan modal besar untuk mengembangkan pariwisata sekaligus menggerakkan perekonomian daerah.

Pesan itu disampaikan Rico Waas saat menyambut peserta Jelajah Wisata Budaya (JWB) ke-4 dalam acara Welcome Dinner di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Medan, Senin, 5 Oktober 2026 malam.

Baca Juga:

Pertemuan tersebut dihadiri Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata Erwita Dianti, Asisten Ekbang Citra Effendi Capah, Kepala Dinas Pariwisata Kota Medan M. Odi Anggi Batubara, serta Ketua ASPPI DPD Sumut Achmad Fauzi Lubis.

Di hadapan para buyer dari Thailand, Malaysia, Singapura dan sejumlah daerah di Indonesia, Rico mengatakan Medan merupakan kota multikultur, multiagama dan multiras.

Masyarakat dari berbagai latar belakang tersebut hidup berdampingan secara harmonis.

Menurut Rico, keberagaman budaya Melayu, Batak, Jawa, Karo, Minang, Aceh, Tionghoa hingga India menjadi daya tarik wisata yang perlu terus dipromosikan.

Masyarakat Medan, kata dia, juga terbiasa mengenakan pakaian dan merayakan berbagai tradisi budaya.

Pemerintah Kota Medan turut menggelar berbagai perayaan keagamaan dan kebudayaan, seperti Thaipusam, Deepavali hingga Imlek.

"Sangat tepat JWB ke-4 ini dilaksanakan di Medan karena kota ini unlimited to explore" ujar Rico.

Rico mengatakan Pemko Medan tengah menyiapkan sejumlah kawasan strategis pariwisata.

Beberapa di antaranya Lapangan Merdeka, Kesawan, Kota Tua, Istana Maimun, Masjid Raya dan Taman Sri Deli.

Pengembangan kawasan tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat sektor pariwisata, tetapi juga memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat.

"Kebudayaan adalah soft diplomacy kita. Bagi Indonesia, kekayaan budaya adalah soft power untuk dipromosikan ke luar negeri," tegasnya.

Selain kekayaan budaya, Rico memperkenalkan Medan sebagai the city that never sleeps. Kota ini memiliki beragam kuliner yang dapat dinikmati hampir 24 jam.

Menurut Rico, aktivitas publik seperti Car Free Day dan Car Free Night juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk menikmati seni, budaya dan kreativitas anak muda.

Ia kemudian mengajak para buyer dan seller yang mengikuti JWB ke-4 untuk memperpanjang kunjungan di Medan.

Mereka juga didorong menikmati kuliner khas Kota Medan dan mengunjungi Gallery Mustika Deli yang menampilkan produk unggulan UMKM lokal hasil kurasi.

"Stay one more day di Kota Medan agar memberikan kesan mendalam," ajaknya.

Rico berharap JWB ke-4 tidak berhenti sebagai ajang pertemuan pelaku industri pariwisata.

Menurut dia, kegiatan tersebut harus mampu memperkuat jejaring, membuka peluang kemitraan dan semakin memperkenalkan Medan sebagai destinasi wisata budaya yang kaya dan beragam.

Sebelumnya, Ketua ASPPI DPD Sumut Achmad Fauzi Lubis mengatakan JWB ke-4 menjadi momentum untuk melibatkan berbagai pelaku wisata.

Menurut dia, kegiatan tersebut diharapkan memperkuat hubungan antarpelaku pariwisata sekaligus membuka peluang agar JWB berkembang menjadi produk wisata yang dapat ditawarkan kepada wisatawan.

"Ke depannya akan dijadikan paket wisata," tegasnya.

Achmad mengatakan potensi Kota Medan perlu diperkenalkan lebih luas kepada wisatawan.

Potensi itu mencakup budaya, kawasan bersejarah, museum, destinasi wisata hingga kuliner.

Promosi dilakukan melalui para buyer domestik dan mancanegara yang mengikuti JWB ke-4.

JWB ke-4 berlangsung pada 5-8 Oktober 2026. Selain mengeksplorasi Kota Medan, peserta juga diajak mengenal potensi pariwisata Karo, khususnya Desa Dokan, Merek.

Peserta tidak hanya mengunjungi Desa Dokan, tetapi juga diajak mengenal lebih jauh alam, budaya, kuliner dan keramahan masyarakat setempat.

Melalui kegiatan tersebut, Medan dan Karo diharapkan semakin dikenal sebagai destinasi wisata yang menawarkan pengalaman budaya, sejarah, kuliner dan kehidupan masyarakat yang beragam.* (ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
8 Kali Ajukan Bantuan, Rumah Nurhayani yang Hampir Rubuh Akhirnya Dibedah di Era Wali Kota Rico Waas
Air Mata Nurbaini Pecah, Rumah Lapuk yang Dihuni Puluhan Tahun Kini Dibedah Pemko Medan
Harga Emas Antam Turun Lagi 6 Oktober 2026, Kini Rp2,57 Juta per Gram
Ngeyel! Usai Pecat 4 Pekerja Sepihak, SPPG Medan Tembung 3 Nekad Beri Susu Terlarang BGN ke Anak-Anak
Wisatawan Asing ke Sumut Tembus 31.349 pada Agustus 2026, Mengapa Hunian Hotel Malah Menurun?
Dari 9 Jadi 26 Anggota, Gaji Wantimpres Kini Rp76,5 Juta: Beban APBN Makin Besar?
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru