BREAKING NEWS
Minggu, 30 Agustus 2026

Kisah Anak Petani Singkong dari Tana Toraja Berhasil Kuliah Gratis di UGM

Redaksi - Selasa, 16 Juli 2024 09:39 WIB
Kisah Anak Petani Singkong dari Tana Toraja Berhasil Kuliah Gratis di UGM
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

TANA TORAJA -Di balik jalan setapak berbatu dan terkadang berlumpur, terletak kediaman sederhana Moses Patibang, seorang pemuda berusia 18 tahun dari Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja. Hari ini, nama Moses menjadi sorotan karena prestasinya yang luar biasa: berhasil mendapatkan kesempatan berkuliah gratis di Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP).

Keberhasilan ini bukanlah kebetulan semata. Moses, putra dari Natan Kapitong, seorang petani singkong dengan penghasilan kurang dari Rp 500 ribu per bulan, telah menunjukkan dedikasi dan kerja kerasnya sejak dulu. Diterima di Program Studi Ilmu Komunikasi Fisipol UGM, Moses adalah satu-satunya lulusan dari SMA Negeri 3 Toraja yang berhasil meraih kesempatan ini tahun ini.

Kisah sukses Moses bukan hanya cerita tentang prestasi akademisnya, tetapi juga perjuangan melawan segala rintangan dan keterbatasan. Tinggal di desa terpencil jauh dari keramaian kota, Moses harus melewati perjalanan jauh setiap hari untuk menempuh pendidikan. Namun, hal ini tidak menghalangi mimpinya untuk kuliah di UGM, cita-cita yang telah ia rintis sejak SMP.

“Saya ingin memiliki kemampuan berbicara di depan publik yang baik seperti Najwa Shihab dan kalau sudah lulus kelak saya bercita-cita ingin menjadi Dosen,” kata Moses dengan penuh semangat.

Selain faktor prestasi akademisnya yang luar biasa, Moses juga merupakan penerima KIP Kuliah yang memberikan subsidi UKT 100 persen. Hal ini sangat berarti bagi keluarganya yang hidup dalam kondisi ekonomi yang sangat terbatas. Meskipun ayahnya, Natan Kapitong, harus menjalani hidup sebagai orang tua tunggal sejak lima tahun terakhir dengan penghasilan yang minim, Moses tidak pernah menyerah untuk meraih impian dan mengangkat derajat keluarganya.

Prestasi ini juga menjadi persembahan bagi almarhumah ibunya, yang telah meninggalkan mereka sejak Moses masih kecil. “Terima kasih mama telah merawat saya dari kecil hingga saya bertumbuh menjadi pribadi yang kuat, tanpa kehadiran mama di hidup saya hanya sebutir debu yang tidak berarti dan ini saya persembahkan untuk mama saya,” ujar Moses dengan haru.

Meski hidup dalam keterbatasan, Moses selalu diingatkan oleh sang ayah untuk tidak pernah melupakan Tuhan dalam setiap langkahnya. “Moses tidak akan berada di titik ini tanpa campur tangan Tuhan,” kata Natan dengan penuh keyakinan.

Perjalanan Moses Patibang menjadi inspirasi bagi banyak generasi muda, bahwa dengan tekad, kerja keras, dan dukungan dari keluarga serta kekuatan dari Tuhan, impian dapat diwujudkan meskipun dari kondisi yang sulit. Solo, yang telah menjadi saksi atas perjuangan Moses, kini merayakan keberhasilannya dan menantikan langkah-langkah selanjutnya dalam perjalanan hidupnya.

(N/014)

0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru