Ia juga mendirikan Lembaga Pahlawan Nasional Raja Sisingamangaraja XII pada 17 Juni 1979.
Deklarasi lembaga ini digelar secara megah dalam Rapat Umum di Stadion Teladan, Medan, dan dihadiri puluhan ribu warga Batak dari berbagai sub-etnis: Toba, Simalungun, Karo, Mandailing, Pakpak-Dairi, Angkola, hingga pesisir.
Melalui lembaga ini, GM menggagas pembangunan Tugu Pahlawan Nasional Raja Sisingamangaraja XII di depan Stadion Teladan, serta mendirikan Universitas Sisingamangaraja XII di Medan dan Siborongborong.
Kedua institusi pendidikan ini lahir dari aspirasi tokoh-tokoh adat yang ia himpun melalui lembaganya.
Kiprah dan ketokohannya juga mengantarkannya menjadi anggota MPR-RI selama dua periode, mewakili Sumatera Utara.
GM Panggabean wafat di Singapura pada 20 Januari 2011, meninggalkan seorang istri dan delapan orang anak.
Warisan perjuangannya terus hidup melalui Harian SIB, lembaga adat, institusi pendidikan, dan semangat pers yang merakyat.*