Divonis 10 Tahun, Nadiem Makarim Sebut Putusan Hakim Tak Masuk Akal, Singgung Fakta Persidangan
JAKARTA Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim, angkat bicara usai divonis 10 tah
NASIONAL
JAKARTA -Indonesia kembali dihebohkan dengan pengakuan kontroversial dari Mahfud MD, eks Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) dan mantan anggota Komisi III DPR RI. Dalam sebuah podcast yang diunggah di kanal YouTube resminya, Mahfud mengungkapkan pengalaman pahitnya pada tahun 2006 saat terlibat dalam pemilihan Calon Pimpinan (Capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Pada masa itu, proses pemilihan Capim KPK sedang berlangsung, dengan Antasari Azhar dan rekan-rekannya menjadi sorotan publik. Mahfud, yang saat itu merupakan anggota Komisi III DPR RI, telah menentukan beberapa nama yang dianggapnya layak memimpin lembaga antirasuah tersebut.
Namun, kejadian tak terduga terjadi ketika seorang utusan dari salah satu Capim KPK mendatangi ruangannya. Utusan tersebut diduga kuat datang untuk menyogok Mahfud guna memuluskan jalannya Capim KPK tersebut melalui ujian fit and proper test.
Mahfud dengan tegas mengungkapkan bahwa orang tersebut membawa uang yang tidak disebutkan nominalnya, namun tujuannya jelas untuk mempengaruhi proses pemilihan dengan cara tidak etis. Tanpa menyebutkan identitasnya, Mahfud mengecam tindakan Capim KPK tersebut yang telah dinilai baik oleh rekan-rekannya di DPR.
“Saya sudah menelepon satu per satu, memberitahukan kepada mereka untuk tidak memilih orang yang mencoba menyuap saya,” ujar Mahfud dalam podcast tersebut. Ia juga langsung mengembalikan uang tersebut setelah memastikan bahwa Capim yang disogok tidak mendapatkan dukungan dari rekan-rekannya di Komisi III.
Beruntungnya, upaya penyogokan tersebut tidak berhasil, dan Capim yang mencoba curang itu akhirnya gagal dalam ujian fit and proper test untuk memimpin KPK. Mahfud berharap insiden serupa tidak akan terulang di masa kini, dan menyerukan agar para legislator dapat bersikap objektif dalam menentukan Capim KPK tanpa adanya pengaruh politik atau praktik korupsi.
Mahfud juga menyoroti bahwa praktik lobbying yang terlalu intens sebelum proses pemilihan dapat merusak objektivitas dan keadilan. Menurutnya, penting bagi para anggota DPR untuk mempertahankan integritas dan mengedepankan kepentingan publik di atas segalanya dalam menangani pemilihan pimpinan lembaga strategis seperti KPK.
Kejadian ini sekali lagi mengingatkan publik akan tantangan yang dihadapi dalam mempertahankan independensi dan keberhasilan lembaga-lembaga anti-korupsi di Indonesia, serta pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam proses politik dan pemerintahan.
(N/014)
JAKARTA Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim, angkat bicara usai divonis 10 tah
NASIONAL
JAKARTA Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin, mengungkap besaran anggaran yang digunakan dalam pelaksanaan Latihan Dasar Kemiliteran (
NASIONAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menerima kunjungan kenegaraan Presiden Republik Belarus Aleksandr Lukashenko di Istana Mer
NASIONAL
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Selasa (30/6/2026) di zona merah. IHSG terkoreksi 177,60 poin atau 3,05 p
EKONOMI
CARACAS Korban jiwa akibat gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,2 dan 7,5 yang mengguncang Venezuela terus bertambah. Hingga Senin (29/6/2
INTERNASIONAL
JAKARTA Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim menyatakan akan mengajukan banding
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Polda Metro Jaya segera melimpahkan berkas perkara tiga tersangka dalam kasus dugaan penyebaran fitnah terkait ijazah Presiden k
NASIONAL
JAKARTA Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo kembali menjalani pemeriksaan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
NASIONAL
JAKARTA Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat menjatuhkan hukuman tambahan kepada terdakwa kasus dugaan
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengungkapkan pola penyebaran promosi judi online (judol) di media sosi
SAINS DAN TEKNOLOGI