Listrik Mati Total, Aktivitas Lumpuh dan Warga Resah Sepanjang Malam
Pemadaman listrik massal kembali terjadi di sejumlah wilayah Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, hingga Aceh
PERISTIWA
SUMUT -Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, kembali menjadi saksi dari konflik yang memprihatinkan antara masyarakat adat dengan pihak perusahaan. Pada Senin dini hari, sekitar pukul 03.00 WIB, keheningan Buntu Pangaturan, Nagori Sihaporas, Kecamatan Pamatang Sidamanik terganggu oleh kehadiran tidak diundang sekitar 50 orang yang menggegerkan kedamaian malam.
Kisah tragis ini bermula ketika keenam warga keturunan Ompu Mamontang Laut Ambarita, yang tengah nyenyak tertidur di rumah mereka sendiri, tiba-tiba dikejutkan oleh keramaian tak wajar di sekitar halaman. Dua mobil sekuriti dan satu truk colt diesel yang dikenal sebagai kendaraan operasional perusahaan, mendobrak hening malam mereka. Dalam sekejap, suasana aman berubah menjadi momen kepanikan.
Menurut Jhontoni Tarihoran, Ketua Pengurus Harian Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Tano Batak, kejadian itu bukan hanya sekadar pengusiran, namun dicurigai sebagai tindakan penculikan. “Mereka dibawa paksa,Diborgol, dan ditarik keluar rumah dalam keadaan terbangun dari tidur mereka yang lelap,” ungkap Jhontoni dengan nada prihatin saat dimintai keterangan.
Korban-korban ini, semua laki-laki, antara lain Tomson Ambarita, Jonny Ambarita, Gio Ambrita, Prando Tamba, Kwin Ambarita, dan Hitman Gogo Ambrita, dipaksa meninggalkan rumah mereka dalam keadaan tak berdaya. Meskipun satu di antara mereka, Hotman, berhasil melarikan diri dan kembali ke kampung halamannya, lima orang lainnya masih belum diketahui keberadaannya.
Insiden ini, menurut Jhontoni, merupakan puncak dari serangkaian konflik yang berlarut-larut antara masyarakat adat dengan PT TPL (Toba Pulp Lestari), perusahaan yang telah lama beroperasi di wilayah tersebut. Konflik terutama terkait dengan klaim tanah adat yang selama ini dipertahankan oleh masyarakat setempat sebagai bagian tak terpisahkan dari identitas dan sumber kehidupan mereka.
Sejak awal tahun 1998, masyarakat Ompu Mamontang Laut Ambarita telah berjuang untuk menjaga tanah adat mereka dari eksploitasi yang dilakukan oleh PT TPL dan ancaman-ancaman terkait. Pihak perusahaan dianggap melakukan tindakan yang merugikan masyarakat adat, seperti menggunakan kekerasan, intimidasi, dan upaya pengusiran yang tidak manusiawi.
Sekitar 50 orang yang diduga sebagai bagian dari pihak perusahaan ini, tiba di tengah malam dengan agenda yang tidak jelas dan terkesan menggebrak. Mereka tidak hanya mengganggu ketenangan malam masyarakat adat, tetapi juga meninggalkan luka yang dalam di hati keluarga yang ditinggalkan oleh enam warga tersebut.
Belum ada klarifikasi resmi dari pihak PT TPL terkait insiden ini. Namun, pendekatan keras yang diterapkan terhadap masyarakat adat dalam menanggapi klaim tanah adat mereka, menjadi sorotan tajam dalam perselisihan ini. Peristiwa tragis ini sekali lagi mengingatkan kita akan kompleksitas dan ketegangan dalam upaya perlindungan hak-hak masyarakat adat di tengah tuntutan pembangunan yang semakin besar.
Kami akan terus mengikuti perkembangan dari sisi hukum dan kemanusiaan atas kasus ini, serta berharap agar keadilan segera ditegakkan bagi masyarakat adat yang telah menjadi korban dalam peristiwa ini.
(N/014)
Pemadaman listrik massal kembali terjadi di sejumlah wilayah Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, hingga Aceh
PERISTIWA
JAKARTA Koordinator Tim Hukum Troya, Refly Harun, mendesak Polda Metro Jaya untuk menghentikan penanganan perkara yang menyeret kliennya
NASIONAL
JAKARTA Tim hukum Troya (Tifa and Roy&039s Advocate) berencana melaporkan Wakil Ketua Peradi Bersatu, Lechumanan ke pihak kepolisian.
NASIONAL
JAKARTA Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) menegaskan bahwa misi kemanusiaan untuk Gaza tidak akan berhenti meski sembilan relawan war
INTERNASIONAL
JAKARTA Pemerintah menyatakan kondisi perekonomian Indonesia saat ini masih berada dalam posisi yang lebih kuat dibandingkan saat krisis
EKONOMI
JAKARTA Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyoroti kinerja sejumlah pejabat di lingkungan kementeriannya yang dinilai menyebabk
PEMERINTAHAN
JAKARTA PT PLN (Persero) mengungkap penyebab gangguan listrik yang menyebabkan pemadaman di sejumlah wilayah Sumatera pada Jumat (22/5/2
NASIONAL
BANDA ACEH Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banda Aceh memeriksa sebanyak 15 saksi terkait kasus kebakaran dan pengrusakan yang terjadi
HUKUM DAN KRIMINAL
SUMATRA UTARA Pemadaman listrik massal terjadi di sejumlah wilayah Sumatra Utara pada Jumat malam, 22 Mei 2026. Peristiwa yang terjadi se
PERISTIWA
DENPASAR TNI Angkatan Darat (AD) menyatakan kesiapan penuh mendukung pengelolaan sampah berbasis energi terbarukan di Provinsi Bali. Duk
NASIONAL