Tak Cukup Tiga Tersangka, Pengamat Minta Kejagung Telusuri Jaringan Kasus MBG hingga Akar
JAKARTA Penetapan tiga mantan pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai tersangka dalam dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergiz
HUKUM DAN KRIMINAL
THAILAND -Kota Bangkok diguncang oleh tragedi maut setelah polisi melaporkan penemuan enam mayat di hotel mewah Grand Hyatt Erawan. Korban-korban tersebut, yang semuanya merupakan turis asing keturunan Vietnam, ditemukan dalam kondisi yang menggemparkan di kamar-kamar hotel mereka.
Menurut laporan yang disampaikan oleh Kepala Polisi Bangkok, Letnan Jenderal Thiti Sangsawang, keenam korban ditemukan di berbagai kamar suite di lantai lima dan tujuh hotel tersebut. Dua di antaranya memiliki kewarganegaraan ganda Amerika Serikat. Para korban ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa, dengan tanda-tanda yang mengindikasikan kemungkinan keracunan, seperti adanya busa di mulut mereka.
“Kami sangat menduga bahwa kematian ini bukan disebabkan oleh bunuh diri, melainkan ada pihak lain yang menyebabkan mereka meninggal,” ungkap Thiti kepada Reuters.
Misteri terkait kematian para turis ini semakin dalam karena sebelumnya mereka telah memesan beberapa kamar hotel dengan tujuh nama yang berbeda. Namun, hanya enam mayat yang ditemukan, meninggalkan kecurigaan bahwa ada satu orang lagi yang terlibat dalam insiden ini.
Kronologi kejadian yang diungkap oleh pihak hotel mengindikasikan bahwa para korban, yang menginap di lantai lima, seharusnya check-out pada Selasa dini hari. Sementara itu, korban-korban lain yang menginap di lantai tujuh sempat berkunjung ke kamar di lantai lima sebelum kejadian tragis tersebut terjadi.
Petugas hotel yang mencoba mengecek kamar-kamar yang sudah seharusnya kosong menemui pintu kamar terkunci dari dalam. Setelah berhasil membuka pintu dari arah lain, mereka menemukan mayat-mayat korban tersebar di ruang tamu dan kamar suite.
Polisi yang tiba di tempat kejadian sekitar pukul 05.30 waktu setempat menemukan sejumlah barang bukti, termasuk makanan yang masih utuh namun tidak tersentuh, serta teh, minuman berenergi, dan madu yang sudah dibuka di kamar mandi. “Kami menemukan sejumlah bubuk di dasar cangkir-cangkir tersebut, yang menjadi bahan pemeriksaan lebih lanjut,” tambah Thiti.
Penyelidikan terus dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti kematian keenam turis tersebut. Polisi juga memperkirakan bahwa mereka telah meninggal sekitar 24 jam sebelum ditemukan, meningkatkan misteri dan kekhawatiran di kalangan publik dan komunitas turis internasional.
Kejadian ini mengingatkan dunia pada pentingnya keamanan dan penegakan hukum dalam industri pariwisata global, sementara otoritas Thailand berkomitmen untuk menyelidiki kasus ini dengan cermat dan transparan.
Di tengah kesedihan dan kebingungan, keluarga korban dan masyarakat global menanti hasil penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap kebenaran di balik tragedi maut di Grand Hyatt Erawan Bangkok ini.
(N/014)
JAKARTA Penetapan tiga mantan pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai tersangka dalam dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergiz
HUKUM DAN KRIMINAL
DELI SERDANG Aksi kekerasan terhadap pasangan suami istri di kawasan Terowongan Tembung, Jalan Baru, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupate
HUKUM DAN KRIMINAL
SIMALUNGUN Jauh sebelum agama Islam dan Kristen berkembang di Tanah Simalungun, masyarakat setempat telah mengenal sistem kepercayaan as
SENI DAN BUDAYA
JAKARTA Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana resmi ditahan Kejaksaan Agung (Kejagung) setelah menjalani pemeriksaan i
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Harga emas Logam Mulia produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali melemah pada perdagangan Kamis (4/6/2026). Penurunan ini te
EKONOMI
MEDAN Polemik terkait akomodasi peserta ASEAN Boys Championship U19 di Medan, Sumatera Utara, kembali mencuat setelah adanya perbedaan
OLAHRAGA
JAKARTA Nilai tukar rupiah kembali dibuka melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (4/6/2026), dan semakin men
EKONOMI
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan Kamis (4/6/2026), melanjutkan tekanan yang terjadi pada sesi
EKONOMI
JAKARTA Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Wamen Imipas) Silmy Karim resmi ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) setelah me
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Harga sejumlah komoditas pangan nasional terpantau mulai melandai pada awal Juni 2026. Namun, tren penurunan tersebut belum mera
EKONOMI