Zulhas Kejar 30 Ribu Kopdes Merah Putih Rampung Sebelum 17 Agustus 2026
NGANJUK Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menargetkan pembangunan dan operasional 30 ribu Koperasi Desa/Keluraha
PEMERINTAHAN
DOHA QATAR -Di tengah sorotan sepakbola Asia, Korea Selatan harus menerima kekalahan yang mengejutkan dalam perempatfinal Piala Asia U-23 2024. Kekalahan ini bukan hanya sekadar angka di papan skor, tapi juga membawa konsekuensi yang menyakitkan bagi sepakbola Korea Selatan secara keseluruhan.
Pertandingan dramatis antara Korea Selatan dan Indonesia menjadi sorotan utama setelah pertarungan sengit itu mencapai puncaknya dalam adu penalti yang tak terlupakan. Skuad Garuda Muda berhasil mengalahkan Taeguk Warriors dengan skor 11-10 setelah proses tos-tosan yang melelahkan di Stadion Abdulla bin Khalifa, Doha, Qatar, pada Jumat (26/4/2024) dini hari.
Kekalahan ini menandai sebuah era baru yang kurang menyenangkan bagi Korea Selatan, karena untuk pertama kalinya dalam 40 tahun, Taeguk Warriors gagal melaju ke Olimpiade. Momen ini menjadi pukulan telak bagi fans sepakbola Korea Selatan yang selalu mendambakan keberhasilan timnas mereka di panggung internasional.
Asisten Pelatih Korea Selatan U-23, Myung Jaeyong, tak bisa menyembunyikan kekecewaannya usai pertandingan. Dia mencari pembenaran atas kekalahan tersebut dengan menyoroti faktor kehadiran para pemain yang bermain di luar negeri, terutama di Eropa. Menurutnya, ketidakhadiran pemain-pemain tersebut telah memberikan dampak signifikan terhadap performa tim.
Myung Jaeyong menyampaikan upaya keras yang dilakukan pihaknya, termasuk Federasi Sepakbola Korea (KFA), untuk memanggil para pemain yang berada di Benua Eropa. Namun, kendala-kendala tertentu membuat para pemain itu tidak dapat bergabung dengan timnas U-23 Korea Selatan.
Di antara pemain yang absen adalah Yang Hyun-jun dari Celtic, Kim Ji-soo dari Brentford, dan Bae Jun-ho dari Stoke City. Meskipun klub-klub tersebut sebenarnya berjanji untuk melepas pemain-pemain tersebut, namun situasi di lapangan tidak sejalan dengan harapan.
Hal ini membuka kesadaran akan kompleksitas dunia sepakbola internasional, di mana kendala seperti jadwal yang padat, ketentuan kontrak, dan prioritas klub menjadi faktor krusial yang harus diperhitungkan dalam mengelola skuad nasional.
Kegagalan Korea Selatan ini juga menciptakan catatan tersendiri dalam sejarah sepakbola Korea Selatan. Mereka akan absen di Olimpiade untuk pertama kalinya sejak 1988, sebuah capaian yang cukup mengejutkan mengingat dominasi mereka dalam beberapa edisi sebelumnya.
Kisah dramatis di Piala Asia U-23 tahun ini menjadi pelajaran berharga bagi Korea Selatan dan dunia sepakbola Asia secara luas. Kunci kesuksesan di level internasional bukan hanya talenta individu atau taktik tim, tetapi juga manajemen yang efektif dari berbagai faktor yang mempengaruhi performa timnas. Sementara Korea Selatan harus menelan pahitnya kekalahan, momen ini mengingatkan bahwa perjalanan sepakbola tidak pernah datar dan selalu penuh dengan tantangan yang harus diatasi.
(N/014)
NGANJUK Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menargetkan pembangunan dan operasional 30 ribu Koperasi Desa/Keluraha
PEMERINTAHAN
JAKARTA Pemerintah menyiapkan rencana induk (renduk) rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana untuk wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan
NASIONAL
JAKARTA Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menerima kunjungan Direktur Jenderal Rosatom Rusia, Alexey Likhachev, di Gedung BJ Habib
SAINS DAN TEKNOLOGI
ACEH BESAR Anggota Koperasi Merah Putih Syariah Gampong Lam Lumpu bersama masyarakat, pengurus, dan unsur TNI melaksanakan kegiatan gotong
EKONOMI
NGANJUK Presiden Prabowo Subianto menanggapi kekhawatiran sebagian pihak terkait menguatnya nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rup
EKONOMI
NGANJUK Presiden Prabowo Subianto menyebut sejumlah komoditas pangan dan pupuk Indonesia kini banyak diminati negara lain di tengah gejola
EKONOMI
MEDAN Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Medan mencatat sebanyak 1.017 warga Medan telah bekerja ke luar negeri sepanjang periode Janua
EKONOMI
NGANJUK Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Presiden pertama RI Soekarno atau Bung Karno bukanlah milik satu partai politik tertent
NASIONAL
NGANJUK Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meresmikan lebih dari seribu Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih yang tersebar di seluru
EKONOMI
JAKARTA Anggota Komisi VIII DPR RI Dini Rahmania mendorong pemerintah memperkuat gerakan literasi digital secara masif hingga ke lingkunga
NASIONAL