Senam Bersama di Banda Aceh, Sekda M. Nasir Ajak Warga Sukseskan Sensus Ekonomi 2026
BANDA ACEH Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, mengikuti kegiatan Senam Pemerintah Aceh bersama ratusan peserta di Kecamatan Banda
NASIONAL
DELI SERDANG -PSMS Medan melayangkan surat resmi kepada operator kompetisi Liga 2, PT Liga Indonesia Baru (LIB), terkait insiden yang terjadi pada penghujung laga kontra FC Bekasi City di Stadion Baharoeddin Siregar, Lubukpakam, 2 Oktober 2024 lalu. Laga yang berakhir tanpa gol itu diwarnai ketegangan antara pemain kedua tim, yang berbuntut pada reaksi keras dari suporter PSMS.
Ketua Panitia Pertandingan PSMS, Irsan Lubis, mengonfirmasi bahwa pihak manajemen telah melaporkan kronologi kejadian tersebut kepada PT LIB dengan surat resmi bernomor 040/PP/KOM-LIGA2/X/2024. Dalam surat tersebut, PSMS menyampaikan rasa kekecewaannya atas insiden yang terjadi selama waktu tambahan (injury time).
“Kami sangat menyayangkan insiden yang terjadi saat injury time. Pertandingan berlangsung sengit, namun insiden antara kiper dan pemain belakang FC Bekasi City membuat situasi semakin memanas, terutama dengan penanganan medis yang terkesan lamban,” ujar Irsan Lubis dalam konferensi pers, Kamis (4/10/2024).
Berawal dari Penanganan Cedera Cahya SupriadiInsiden yang memanaskan suasana stadion berawal dari cedera yang dialami kiper Bekasi City, Cahya Supriadi. Saat itu, Cahya tergeletak di lapangan setelah berhasil mengamankan bola pada menit-menit akhir pertandingan. Wasit yang memimpin laga, Bangga Surbakti, memberikan tambahan waktu selama 5 menit.
Namun, situasi semakin memanas ketika Cahya harus diberikan bantuan oksigen di lapangan. Bahkan, wasit memanggil ambulans untuk masuk ke dalam lapangan. Akan tetapi, Cahya tidak diangkut ke ambulans dan kemudian melanjutkan pertandingan setelah berdiri kembali. Keputusan tersebut memicu pertanyaan dari suporter yang hadir di stadion, apalagi waktu tambahan yang diberikan tidak diperpanjang meskipun proses penanganan cedera memakan waktu hingga 13 menit.
Wasit Bangga Surbakti tetap pada keputusannya untuk tidak menambah durasi waktu tambahan, yang akhirnya membuat kubu PSMS dan para pendukungnya melontarkan protes keras. “Penonton jelas merasa tidak puas dengan keputusan tersebut, apalagi waktu tambahan yang diberikan hanya 5 menit. Situasi ini akhirnya memancing emosi di tribun,” tambah Irsan Lubis.
Provokasi dari Pemain FC Bekasi CityDalam surat tersebut, PSMS juga melaporkan adanya dugaan provokasi dari pihak pemain dan ofisial FC Bekasi City yang tidak langsung meninggalkan lapangan setelah peluit panjang dibunyikan. Situasi semakin memanas ketika Cahya Supriadi kembali terjatuh setelah pertandingan usai dan harus diberikan oksigen sekali lagi.
“Kami berharap kejadian ini bisa menjadi pelajaran, baik dalam hal penanganan medis maupun etika pemain di lapangan. Manajemen PSMS akan terus memantau perkembangan kasus ini dan bekerja sama dengan pihak berwenang untuk menjaga sportivitas,” tegas Irsan Lubis.
Wasit Dikejar hingga Pemain FC Bekasi City DipukulTidak hanya provokasi dari pihak FC Bekasi City, insiden juga terjadi setelah pertandingan berakhir. Ofisial tim PSMS sempat masuk ke lapangan dan mengejar wasit Bangga Surbakti yang dianggap tidak adil dalam memimpin pertandingan. Sementara itu, suporter PSMS yang kecewa turut melampiaskan emosinya dengan melemparkan botol air mineral ke arah lapangan. Beruntung, wasit berhasil diamankan ke ruang ganti oleh petugas keamanan stadion.
Situasi semakin tidak terkendali ketika salah satu pemain FC Bekasi City, Ghozali Muharram Siregar, diduga dipukul oleh seorang suporter PSMS. Ghozali yang tidak terima dengan kejadian tersebut sempat berusaha mengejar pelaku, namun ia berhasil dicegah oleh rekan setimnya dan beberapa pemain PSMS yang mencoba menenangkan situasi.
Pelatih FC Bekasi City, Widiantoro, menyayangkan tindakan kekerasan yang terjadi di akhir laga. “Sangat kita sayangkan, pemain kami dipukul suporter. Walau begitu, kami bersyukur bisa berbagi poin. Pemain sudah bekerja keras, dan materi PSMS memang kuat. Kami sebenarnya ingin menang di sini, tapi harus puas berbagi poin,” kata Widiantoro.
Evaluasi dan Tindakan LanjutanManajemen PSMS berharap agar PT LIB dapat segera mengevaluasi kejadian ini dan mengambil tindakan yang diperlukan agar insiden serupa tidak terulang di masa mendatang. Menurut Irsan Lubis, penanganan medis yang lambat serta keputusan wasit yang tidak memberikan tambahan waktu yang cukup telah memicu ketidakpuasan di kalangan pemain dan suporter.
“Kami juga meminta agar pihak LIB melakukan evaluasi terhadap perangkat pertandingan, terutama wasit, agar keputusan-keputusan yang diambil dapat lebih bijak dan adil. Kami mendukung penuh upaya menjaga sportivitas dan keamanan di setiap pertandingan, karena sepak bola seharusnya menjadi hiburan yang menyatukan, bukan memecah belah,” ujar Irsan.
Suasana Memanas, Perlu Pembenahan Sistem KeamananInsiden ini juga menjadi sorotan terkait sistem keamanan di stadion. Pihak keamanan dinilai gagal mengantisipasi potensi kericuhan ketika keputusan wasit memicu ketidakpuasan di antara suporter. PSMS berjanji untuk berkoordinasi lebih baik dengan pihak kepolisian agar kejadian serupa tidak terulang, terutama pada laga-laga krusial yang melibatkan tim dengan basis suporter besar.
“Kami akan meningkatkan kerja sama dengan pihak keamanan untuk memastikan seluruh pihak, baik pemain, ofisial, maupun suporter, merasa aman selama berada di stadion. Kami juga mengimbau suporter untuk tetap tenang dan mendukung tim kesayangan mereka dengan cara yang positif,” pungkas Irsan Lubis.
Harapan untuk Pertandingan MendatangManajemen PSMS dan FC Bekasi City sepakat bahwa pertandingan yang sengit seperti ini seharusnya menjadi tontonan yang menarik bagi pecinta sepak bola Indonesia. Kedua belah pihak berharap kejadian ini tidak mempengaruhi hubungan baik antar klub dan bahwa evaluasi menyeluruh bisa dilakukan untuk memperbaiki kualitas penyelenggaraan pertandingan di Liga 2.
Dengan melayangkan surat resmi ini, PSMS Medan menegaskan komitmennya untuk menjaga sportivitas dan fair play dalam setiap laga yang mereka jalani. Insiden ini juga menjadi catatan penting bagi PT LIB dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan kompetisi, baik dari segi wasit, penanganan medis, hingga keamanan di stadion.
(N/014)
BANDA ACEH Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, mengikuti kegiatan Senam Pemerintah Aceh bersama ratusan peserta di Kecamatan Banda
NASIONAL
JAKARTA Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) mendorong semakin tingginya kebutuhan tenaga ahli di
PENDIDIKAN
SIBOLGA Kebakaran hebat melanda Pasar Sibolga Nauli, Kota Sibolga, Sumatera Utara, pada Sabtu malam, 11 Juli 2026. Api yang membakar kaw
PERISTIWA
MEDAN Polres Samosir mengamankan dua personelnya yang diduga terlibat dalam penyalahgunaan dan peredaran narkotika jenis sabu. Kedua ang
HUKUM DAN KRIMINAL
BINJAI Dewan Pimpinan Daerah Brigade Kartini AMPI (DPD BKA) Kota Binjai terus menjalankan kegiatan sosial melalui program Jumat Berkah.
NASIONAL
BATU BARA Satuan Reserse Narkoba Polres Batu Bara mengungkap dugaan peredaran narkotika golongan II jenis Etomidate atau yang dikenal se
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN PTPN I Regional 1 mengungkap dugaan aktivitas penambangan galian C ilegal yang diduga berkedok program cetak sawah di areal Hak Gu
PERISTIWA
MEDAN Kepolisian menutup sementara operasional pasar malam yang berada di Jalan Perhubungan Simpang Beo, Desa Lau Dendang, Kecamatan Per
PERISTIWA
SAMOSIR Dua anggota Polres Samosir diamankan setelah diduga terlibat dalam peredaran narkotika jenis sabu. Keduanya merupakan Aipda ES d
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia, Arifki Chaniago, menilai aktivitas politik Presiden ke7 RI Joko Widodo (Jokowi)
POLITIK