Gelap Berjam-jam, PLN Dipertanyakan: Di Mana Kesiapan Negara Melayani Rakyat?
Pemadaman listrik massal kembali terjadi di sejumlah wilayah Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, hingga Aceh
PERISTIWA
JAKARTA -Rancangan Kerja Anggaran (RKA) Kementerian Keuangan untuk tahun 2025 menjadi sorotan Komisi XI DPR RI setelah sejumlah mata anggaran, khususnya yang bernama “dukungan manajemen”, dipersoalkan. Sri Mulyani, Menteri Keuangan, memberikan tanggapannya terhadap kritik tersebut, sementara DPR meminta evaluasi lebih lanjut terkait nama dan alokasi anggaran.
Ketika disoroti oleh anggota DPR, Sri Mulyani mempertahankan pentingnya mata anggaran “dukungan manajemen”, yang menurutnya memiliki fungsi krusial dalam memastikan pemerataan anggaran bagi kantor-kantor Kementerian Keuangan di seluruh Indonesia, termasuk daerah terpencil. Ia menegaskan bahwa dukungan tersebut esensial untuk menjaga agar tidak ada daerah yang dianggap terpinggirkan dalam sistem birokrasi.
“Dukungan manajemen ini sangat penting untuk menjaga integritas dan efektivitas kerja Kementerian Keuangan secara menyeluruh. Tidak boleh ada daerah yang dianggap tidak penting,” tegas Sri Mulyani dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI.
Meskipun demikian, Sri Mulyani juga menyatakan kesiapannya untuk mendengarkan masukan dari DPR dan membuka kemungkinan untuk mengganti nama mata anggaran tersebut. Dalam suasana yang santai, ia bahkan menyampaikan bahwa perlu pertimbangan serius untuk menemukan nama yang lebih sesuai.
Wakil Ketua Komisi XI DPR, Dolfie O.F.P, menegaskan bahwa keputusan untuk mempersoalkan nama anggaran tersebut didasarkan pada kejelasan dan transparansi dalam alokasi anggaran publik. Ia menyoroti bahwa seringkali nama-nama anggaran seperti “dukungan manajemen” tidak memberikan gambaran yang jelas tentang penggunaan anggaran yang sebenarnya.
“Pertanyaannya adalah, siapa yang menentukan nomenklatur ini dan mengapa kita harus mengikuti? Kita perlu mengaudit alokasi anggaran ini secara cermat karena banyak program yang langsung berdampak pada masyarakat justru mendapat alokasi yang lebih kecil,” ungkap Dolfie O.F.P.
Polemik ini menyoroti pentingnya transparansi dalam pengelolaan anggaran publik dan menegaskan peran kritis DPR dalam memastikan akuntabilitas pemerintah terhadap penggunaan dana publik.
(N/014)
Pemadaman listrik massal kembali terjadi di sejumlah wilayah Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, hingga Aceh
PERISTIWA
JAKARTA Koordinator Tim Hukum Troya, Refly Harun, mendesak Polda Metro Jaya untuk menghentikan penanganan perkara yang menyeret kliennya
NASIONAL
JAKARTA Tim hukum Troya (Tifa and Roy&039s Advocate) berencana melaporkan Wakil Ketua Peradi Bersatu, Lechumanan ke pihak kepolisian.
NASIONAL
JAKARTA Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) menegaskan bahwa misi kemanusiaan untuk Gaza tidak akan berhenti meski sembilan relawan war
INTERNASIONAL
JAKARTA Pemerintah menyatakan kondisi perekonomian Indonesia saat ini masih berada dalam posisi yang lebih kuat dibandingkan saat krisis
EKONOMI
JAKARTA Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyoroti kinerja sejumlah pejabat di lingkungan kementeriannya yang dinilai menyebabk
PEMERINTAHAN
JAKARTA PT PLN (Persero) mengungkap penyebab gangguan listrik yang menyebabkan pemadaman di sejumlah wilayah Sumatera pada Jumat (22/5/2
NASIONAL
BANDA ACEH Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banda Aceh memeriksa sebanyak 15 saksi terkait kasus kebakaran dan pengrusakan yang terjadi
HUKUM DAN KRIMINAL
SUMATRA UTARA Pemadaman listrik massal terjadi di sejumlah wilayah Sumatra Utara pada Jumat malam, 22 Mei 2026. Peristiwa yang terjadi se
PERISTIWA
DENPASAR TNI Angkatan Darat (AD) menyatakan kesiapan penuh mendukung pengelolaan sampah berbasis energi terbarukan di Provinsi Bali. Duk
NASIONAL