Djarot PDIP Singgung Rencana Jokowi Keliling RI Terkait Isu Ijazah
JAKARTA Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Djarot Saiful Hidayat menanggapi rencana Presiden ke7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang akan berkeli
POLITIK
bitvonline.com-Hari Raya Nyepi, yang dirayakan oleh umat Hindu, merupakan momen penuh kesunyian dan perenungan. Berbeda dengan perayaan tahun baru lainnya yang dipenuhi dengan kemeriahan, Nyepi justru dijalani dalam keheningan sebagai bentuk introspeksi diri, penyucian jiwa, dan pengendalian hawa nafsu.
Pada hari ini, umat Hindu menjalankan Catur Brata Penyepian, yang terdiri dari empat pantangan utama yang harus ditaati selama 24 jam penuh, dimulai dari pukul 06.00 pagi hingga 06.00 pagi keesokan harinya.
Amati Geni
Tidak menyalakan api sepanjang hari dan malam, termasuk tidak memasak atau menggunakan lampu penerangan.
Puasa tanpa mengonsumsi makanan dan minuman juga merupakan bagian dari pengendalian diri dan penyucian raga.
Amati Geni melambangkan pemurnian diri dari keinginan duniawi.
Amati Karya
Tidak melakukan aktivitas fisik atau bekerja, sebagai bentuk latihan spiritual.
Umat Hindu fokus pada tapa, brata, yoga, dan semadi, yang bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan dan mengurangi keterikatan pada dunia luar.
Amati Lelungan
Tidak bepergian atau meninggalkan rumah, serta menghindari segala bentuk hiburan seperti menonton televisi atau melakukan aktivitas menyenangkan lainnya
. Hal ini memberi kesempatan untuk fokus pada perenungan diri dan mencapai ketenangan batin.
Amati Lelanguan
Tidak mencari hiburan atau kesenangan diri, seperti mendengarkan musik, bermain gim, atau bersosialisasi.
Fokusnya adalah pada spiritualitas dan introspeksi diri, guna mencapai kedamaian dan pengendalian diri.
Bolehkah Berbicara Saat Nyepi? Secara umum, berbicara tidak termasuk dalam larangan utama dalam Catur Brata Penyepian. Namun, karena Nyepi adalah momen untuk introspeksi dan menenangkan diri, sebagian besar umat Hindu memilih untuk berbicara seminimal mungkin.
Hal ini bertujuan untuk menjaga ketenangan batin dan menciptakan suasana yang lebih khidmat.
Dalam beberapa keluarga atau komunitas yang menjalankan Nyepi dengan lebih disiplin, berbicara juga bisa dihindari sebagai bagian dari refleksi diri.
Meski begitu, berbicara diperbolehkan dalam keadaan darurat atau kebutuhan mendesak, asalkan tidak mengganggu suasana hening dan kekhusyukan.
Nyepi: Waktu untuk Menenangkan Jiwa dan Raga Nyepi bukan sekadar perayaan, tetapi juga kesempatan untuk mengistirahatkan jiwa dan raga dari hiruk-pikuk dunia.
Dengan menjalani Nyepi dengan penuh kesadaran, umat Hindu dapat memasuki tahun baru dengan pikiran yang lebih jernih, hati yang lebih damai, dan semangat yang lebih baik.
(bs/n14)
JAKARTA Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Djarot Saiful Hidayat menanggapi rencana Presiden ke7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang akan berkeli
POLITIK
JAKARTA Wacana Presiden Prabowo Subianto yang menginstruksikan pengajaran Bahasa Prancis di sekolahsekolah Indonesia mendapat respons d
NASIONAL
BANDA ACEH Polresta Banda Aceh menetapkan dua orang tersangka dalam kasus kerusuhan antar mahasiswa yang berujung pada pembakaran dan pe
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Ombudsman RI tengah menjadi sorotan publik menyusul munculnya dua perkara hukum yang melibatkan pimpinan maupun mantan pimpinan
POLITIK
MAUMERE Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pengembangan Kopera
EKONOMI
JAKARTA Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan bahwa proses pendirian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mendukung Program Makan
NASIONAL
JAKARTA Aktualisasi nilainilai Pancasila secara nyata dan konsisten dinilai semakin penting di tengah meningkatnya sentimen xenophobia
NASIONAL
JAKARTA Pemerintah melalui Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas mendorong transformasi penempatan Pekerja Migran
NASIONAL
ACEH TAMIANG Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus memperkuat layanan air bersih bagi masyarakat dengan membangun Ins
PEMERINTAHAN
MEDAN Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sumatera Utara, Topan Obaja Putra Ginting, resmi dipindahkan dari Rumah
HUKUM DAN KRIMINAL