Prabowo Beberkan Cetak Biru APBN 2027, Ekonomi Ditargetkan Tumbuh hingga 6,5 Persen
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto memaparkan langsung cetak biru Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2027 dalam pidato perdana
EKONOMI
SURABAYA — Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengkritisi fenomena agama yang kini seringkali disajikan sebagai hiburan, meskipun banyak disukai oleh masyarakat. Dalam sambutannya pada acara pelantikan Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya (UM Surabaya) 2024-2028, Mundakir, Haedar menilai bahwa agama saat ini banyak diperlakukan sebagai sumber hiburan daripada sebagai upaya membangun karakter dan ilmu pengetahuan yang mendalam.”Agama sekarang kan jadi entertainment, iya, tapi masyarakat kita juga suka yang gitu, susah kan,” ujar Haedar Nashir saat memberi sambutan di Gedung At Taawun Tower, Surabaya, Senin (9/12/2024). Haedar menyoroti bahwa meskipun agama seharusnya menjadi panduan hidup yang serius dan mendalam, kenyataannya banyak orang lebih tertarik pada ceramah atau kajian yang cenderung ringan dan menghibur. Hal ini, menurutnya, menjadi tantangan besar bagi proses pembelajaran agama yang sesungguhnya.Dalam kesempatan tersebut, Haedar juga menyampaikan kritik terhadap perilaku sebagian masyarakat yang lebih tertarik pada ceramah yang ringan dan bercanda, ketimbang kajian yang lebih substansial dan berbobot. “Menjadi amar ma’ruf nahi munkar itu harus dilakukan dengan pendekatan yang multi aspek. Kita mengajak orang untuk melakukan kebaikan, tetapi perilaku kita sendiri tidak mencerminkan itu. Akhirnya, kita jatuh di hadapan publik,” ujarnya.
Haedar Nashir menegaskan bahwa tantangan besar dalam dakwah agama adalah bagaimana menjaga keseimbangan antara humor dan keseriusan dalam menyampaikan pesan moral. Ia mengingatkan bahwa meskipun ceramah yang ringan dan penuh canda mungkin lebih disukai, seharusnya esensi dari dakwah tetap harus berbicara tentang keilmuan dan kebenaran. “Masyarakat senangnya yang guyonan gitu kan, maka nggak maju-maju kita, karena sukanya yang guyonan. Serius iya, tapi jangan guyon terus,” tegasnya.Selain itu, Haedar juga mengingatkan pentingnya penyampaian ilmu agama yang berbobot, seperti yang dilakukan oleh ulama-ulama besar, namun sering kali diabaikan oleh masyarakat yang lebih suka ceramah dengan gaya santai dan penuh tawa. Ia mencontohkan, “Coba kalau Pak Syafiq (Mughni) dakwah, pidato enggak di-denger padahal isinya ‘daging’ semua,” kata Haedar. Hal ini menggambarkan bahwa meskipun materi dakwah tersebut sangat bermakna dan penting, banyak orang yang lebih tertarik pada ceramah yang hanya menghibur.Ke depan, Haedar berharap ada kesadaran kolektif di masyarakat untuk kembali mengedepankan ilmu dan pemahaman agama yang mendalam, serta menjaga keseimbangan dalam menyampaikan pesan-pesan moral. (JOHANSIRAIT)
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto memaparkan langsung cetak biru Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2027 dalam pidato perdana
EKONOMI
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menyoroti paradoks pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dinilai belum sepenuhnya berdampak pada peningka
EKONOMI
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto resmi menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam (SDA
EKONOMI
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) bukan sekadar dokumen administratif, me
EKONOMI
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah akan membangun 5.000 desa nelayan dalam tiga tahun ke depan sebagai bagian dari
EKONOMI
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas memimpin upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke118 tingkat Kota Med
PEMERINTAHAN
PANGKALPINANG Pelaksanaan sidang etik dan disiplin profesi yang digelar Majelis Disiplin Profesi (MDP) di salah satu unit kerja Dinas Ke
HUKUM DAN KRIMINAL
BANDA ACEH Kepolisian Daerah (Polda) Aceh menggelar upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke118 tahun 2026 di Lapang
NASIONAL
JAKARTA Pengadilan Militer II08 Jakarta merespons laporan Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) yang dilayangkan ke Mahkamah Agung (MA) t
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kementerian Keuangan mencatat realisasi belanja pemerintah pusat mencapai Rp826 triliun hingga 30 April 2026. Angka tersebut set
EKONOMI