JATIM - Gubernur Jawa TimurKhofifah Indar Parawansa bersama Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak memimpin doa bersama dan khotmil Quran yang diikuti oleh 4.000 hafidz dan hafidzah, sebagai bentuk solidaritas spiritual untuk para korban musibah di Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo.
Dalam acara yang digelar di Surabaya pada Jumat (3/10), sebanyak 4.000 penghafal Al-Qur'an mengkhatamkan ayat suci hingga 80 kali khataman, dipimpin oleh para ulama dan kiai Jawa Timur, termasuk Imam Besar Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, KH Abdul Hamid Abdullah.
"Al-Qur'an adalah sumber cahaya, penuntun jalan, dan penguat akhlak. Doa ini adalah wujud bakti dan rasa syukur kita," ujar Khofifah dalam sambutannya.
Doa untuk Korban, Pahlawan, dan Masa Depan Jawa Timur
Doa utama ditujukan untuk para santri korban robohnya mushala asrama putra Ponpes Al Khoziny, namun juga mencakup doa bagi para pahlawan dan pendiri Provinsi Jawa Timur, sebagai bentuk penghormatan pada momen peringatan 80 tahun Jawa Timur.
Khofifah menegaskan bahwa ikhtiar spiritual ini penting untuk memperkuat solidaritas sosial dan menyatukan masyarakat Jawa Timur dalam menghadapi berbagai tantangan.
"Dengan lantunan ayat suci ini, semoga Jawa Timur senantiasa diberi keberkahan, dijauhkan dari bala dan musibah," ujarnya.
Penguatan Moral di Era Digital
Gubernur perempuan pertama Jatim itu juga menekankan pentingnya menjaga moralitas dan akhlak di tengah derasnya arus informasi digital.
"Era sekarang adalah digital IT. Maka akhlak dan digital harus berjalan beriringan. Saring sebelum sharing, dan semua harus sejalan dengan nilai fastabiqul khoirot (berlomba dalam kebaikan)," tutur Khofifah.
Ia juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada para ulama dan tokoh agama yang tetap menjadi penguat kerukunan dan perekat sosial di tengah masyarakat.