Wagub Surya Pastikan Hasil Reses DPRD Sumut Tak Sekadar Catatan
MEDAN Wakil Gubernur Sumatera Utara, Surya, menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk menindaklanjuti aspirasi masyarakat yang dihim
PEMERINTAHAN
JAKARTA – Dari atas, Masjidil Haram tampak tidak sepenuhnya simetris.
Bangunannya yang kompleks, berkembang ke berbagai arah, dan tampak organik bukanlah kebetulan.
Justru ketidaksimetrian ini lahir dari kebutuhan praktis, yakni menampung jutaan jamaah dalam ibadah haji dan umrah.Baca Juga:
Berdasarkan penjelasan Saudipedia Kementerian Media Kerajaan Arab Saudi, desain Masjidil Haram menekankan fungsi ibadah.
Area Mataf, tempat tawaf mengelilingi Ka'bah, harus mampu menampung jamaah secara bersamaan, sementara jalur Mas'aa mengikuti rute historis antara Safa dan Marwa.
Prioritas utama setiap tahap perluasan masjid adalah kelancaran arus manusia, keamanan, dan kapasitas, bukan keseragaman estetika.
Sejak masa awal, Masjidil Haram mengalami berbagai fase pembangunan.
Setiap perluasan harus mengintegrasikan bangunan lama yang tidak selalu sejajar, sehingga bentuk masjid berkembang secara organik.
Alih-alih membongkar seluruh struktur, penguasa Kerajaan Arab Saudi menyesuaikan dan menambah bangunan lama, menghasilkan tata ruang yang dinamis dan fungsional.
Perluasan signifikan dimulai pada masa Raja Abdulaziz Ibn Saud setelah Mekkah kembali ke tangan kerajaan pada 1924.
Seluruh masjid diterangi listrik, Mas'aa dipindahkan ke dalam kompleks masjid, dan kapasitas meningkat 58 persen.
Renovasi meliputi lantai marmer, kanopi di halaman tawaf, hingga pendirian pabrik Kiswah Ka'bah.
Era Raja Faisal, Raja Khalid, dan Raja Fahd menyusul dengan serangkaian modernisasi: pembangunan perpustakaan, penggantian pintu Ka'bah dengan emas murni, pelapisan marmer tahan panas di Mataf, serta perluasan sumur Zamzam.
Pada 1983, jumlah jamaah haji dari luar negeri pernah melampaui satu juta orang.
Perluasan masif ketiga dimulai pada era Raja Abdullah dan diselesaikan pada masa Raja Salman, meningkatkan kapasitas salat hingga dua juta jamaah.
Proyek ini mencakup halaman luar, toilet, jalur pejalan kaki, terowongan, area layanan, serta stasiun air dan listrik.
Sekali lagi, desain Masjidil Haram mengikuti kebutuhan riil jamaah: aman, nyaman, dan mampu menampung jutaan manusia.
Hasilnya, meski tidak simetris secara geometris, Masjidil Haram menjadi contoh arsitektur yang mengutamakan fungsi, keselamatan, dan kenyamanan jamaah, sekaligus mempertahankan nilai historis dan spiritual Ka'bah sebagai pusat ibadah umat Islam di seluruh dunia.*
(km/ad)
MEDAN Wakil Gubernur Sumatera Utara, Surya, menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk menindaklanjuti aspirasi masyarakat yang dihim
PEMERINTAHAN
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mempercepat pembangunan jembatan di sejumlah wilayah terdampak banjir guna memulihkan konektivi
NASIONAL
MEDAN Para tenaga kesehatan (Nakes) di RSUD Porsea, Kabupaten Toba, Sumut, kini resah akibat belum dicairkannya uang jasa pelayanan (Jas
KESEHATAN
JAKARTA Komisi X DPR RI menyoroti perlunya percepatan pemulihan pascabencana di Sumatera, dengan fokus utama pada sektor pendidikan. Ket
NASIONAL
JAKARTA Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mengambil langkah tegas terhadap perusahaan tambang batu bara dan nikel yang diduga melanggar
NASIONAL
MEDAN Pembangunan kota tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga perlu menitikberatkan pada moral dan masa depan generasi muda. Hal it
PEMERINTAHAN
JAKARTA Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali menuding Iran tengah mengembangkan rudal yang mampu menjangkau wilayah Amerika S
INTERNASIONAL
JAKARTA Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengeluarkan permintaan maaf resmi atas perilaku anggota Polri yang dinilai mencederai ras
NASIONAL
MEDAN Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, mendorong pembenahan menyeluruh terhadap Perusahaan Umum Daerah (PUD) Rumah Potong Hewa
EKONOMI
JAKARTA Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Ramadan kembali menimbulkan protes dari masyarakat. Wakil Ketua Komisi IX DPR, Yahya Zaini
PEMERINTAHAN